설날 올 때 특별한 계획 창출하고 싶지~ :”>

Hahahahahaha~ I’m even still in not knowing mode regarding what I have to plan at this week. However, udah 5 bulan sejak kedatangan ane di Korea, tapi ane belum nulis curhatan satu pun di sini. Telat pisan sih. LOL.

By the way, reaksi ane pertama nyampe sini adalah, buset negaranya udah padet gini, hutan juga udah jarang. Orang-orangnya mau ditaruh di mana ntar 50 tahun lagi. Wkwkwkwkw~ Tapi ane seneng ama keramahan orang-orang di sini. Jadi ngerasa betah juga. Berikut adalah hal-hal yang gua anggap asoy untuk diamati selama gua di sini.

poster penyambutan di dinding lab ane

poster penyambutan di dinding lab ane

1. 언어

Ada hal yang gua pikir kudu punya biar rasa kebetahan itu semakin memuncak, yang tidak lain dan tidak bukan adalah bahasa. Bagi orang yang belum familiar ama budaya Korea cem gua, nggak bisa berinteraksi dengan masyarakat sekitar itu rasanya menyiksa pisan. Senyaman apapun lingkungan loe, kalau loe ga bisa berinteraksi dengan wajar sama orang-orang sekitar, rasa nyaman buat hidup itu bakal berkurang. Akhirnya setelah belajar dikit-dikit, ane bisa tarik beberapa poin kesimpulan tentang bahasa ini.

Pertama, negara ini cem negara filter antar 2 kebudayaan besar di kanan kirinya, Cina ama Jepang. Kosakata bahasa ini 11-12 ama bahasa Cina klo ga mau disebut turunan dari salah satu dialek Cina. Tapi grammar bahasa ini 11-12 ama bahasa Jepang yang beda jauh sama grammar bahasa Cina. Jadilah, ngeliat Korea itu seakan-akan loe liat sebuah negara filter dari Cina ke Jepang. Sayangnya, Korea tahun-tahun belakangan ini udah ga pake huruf Cina lagi, tapi murni Hangeul. Padahal buku-buku tahun 90annya masih banyak yang pake huruf campuran Cina Hangeul cem model penulisan Jepang Kanji Kana. Tapi justru di situ uniknya, bahasa ini jadi semacam pembuktian, tanpa huruf Cina pun bahasa Korea teutep bisa bertahan hidup. :D

mari belajar~

mari belajar~

2. 좋은 행위

Hal yang gua salut dari anak2 sini adalah: mereka rajin gosok gigi. Hahahahaha~ Jarak beberapa kilo dari banyak gerombolan anak2 di sini, bisa ditebak ada yang tangannya lagi megang gagang sikat gigi sambil sikatan di sembarang tempat. Semacam sikat gigi itu permen lolipop yang bisa dipergunakan di mana aja klo lagi pengen tiba-tiba. Sehingga dengan ini, paradigma bahwa sikat gigi kudu di depan westafel atau di kamar mandi ilang dari kepala gua. Ngeliat anak-anak di sini gua kadang jadi keinget pelajaran agama dulu pas di sekolah yaitu “salah satu sunnah rasul adalah rajin-rajinlah sikat gigi”. Dan selama di indon ane jarang sikat gigi. Oh Tuhan, ampuni saya~ Semoga dengan ini ane juga rajin sikat gigi 4 kali sekali. :”>

Brush With Dad: thanks to dmd4kids

Brush With Dad: thanks to dmd4kids

Kemudian, parfum. Hampir semua anak cowok di sini pake parfum. Dan yak, parfum ane abis. :”> Duh, ane sebetulnya males beli lagi sih. Tapi demi kebiasaan hidup yang lebih baik, ane kudu mencari parfum baru. Doakan ane segera menemukannya ya gan.

Selain kebiasaan-kebiasaan baik ini, ada juga kebiasaan yang sebaiknya tidak ditiru: yaitu rajin minum di setiap kesempatan ngumpul bareng. Dan puji Tuhan, ane pernah ngeliat temen ane kesambet beli bir hampir seceret besar. Duh nak, hati-hati ya di jalan nanti. :3

Gelas nih anak masih kalah jauh: thanks to beerbeer

Gelas nih anak masih kalah jauh: thanks to beerbeer

woooo

woooo

Udah, itu dulu aja deh. Ane juga kebetulan udah mabok sama kegiatan kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang) ane. Di liburan 설날 kali ini, ane berharap semoga ane bisa menikmati jalan-jalan ane seasoy yang ane bayangkan.

Dadah~ :D

Behind the Scene: Logika Aristoteles (Ἀριστοτέλης λογική) – Ep 02

Hai gans, di postingan kali ini gua pengen ngangkat tema tentang ringkasan pengenalan filsafat aristoteles. Ini sebetulnya masuk dalam tugas makalah filsafat dulu pas jaman gua masih kuliah. Jadi sorry yak klo bahasanya bukan bahasa percakapan dua arah. Oya walaupun gua penikmat filsafat timur, tapi gua tetep seneng juga sama filsafat barat ama Islam. Dan tulisan ini adalah kompilasi dari beberapa macam sumber yang gua sendiri juga udah lupa dan ga apal dapet dari mana aja. Sebagian besar gua dapet dari sebuah note di sini. Bagus banget loh tulisannya si bapak. Thanks alot ya pak~ Ahahahaha… Btw per quote mengacu pada sebuah sumber yang bisa ditelusuri. Anyway, met menikmati. : D

Episode: Behind the Scene – 02
Title: Logika Aristoteles (Ἀριστοτέλης λογική)
Tingkat Kesusahan: 2/5

Logika dan Sejarah Singkat

Logika (λογική) [1] adalah sebuah studi tentang alasan [2]. Ditinjau dari segi bahasa, λογική bisa berarti intelektual, dialektikal, ataupun argumentatif. Kata λογική berhubungan dengan kata λόγος yang berarti “perkataan, pemikiran, idea, argumentasi, alasan, atau prinsip”. Logika bisa dibilang merupakan salah satu studi utama dalam filsafat, matematika, dan komputer. Jika kita sering mendengar “Bagaimana kita tahu apa yang kita tahu?” dalam filsafat, maka kita akan menemukan banyak persamaan logika bahasa formal dalam matematika maupun komputer [3].

Dalam perkembangannya, sebenarnya kata logika tidak dipergunakan oleh Aristoteles [4]. Aristoteles bahkan cenderung menggunakan kata analitika (ἀναλυτικά) untuk merujuk pemikiran yang ia miliki. Kata logika sendiri digunakan oleh Cicero (106-43 SM), untuk merujuk pemikiran Aristoteles ini, namun dalam artian “seni berdebat”. Adapun Alexander dari Aphrodisius (200 M), menggunakan istilah logika dengan pengertian yang kita pahami saat ini.

Ibn Sina mendefiniskan logika sebagai “alat pembeda antara benar dan salah” [5]. Adapun Frege mendefinisikan logika sebagai “ilmu dari hukum paling umum tentang kebenaran”. Aristoteles sendiri meletakkan logika sebagai fondasi paling dasar dari filsafat.

Pemikiran Aristoteles sangat berpengaruh terhadap pemikiran-pemikiran dalam dunia Islam. Puncak pengaruh logika Aristoteles dalam dunia Islam terjadi pada masa al-Farabi (870-950 M) dan Ibn Sina (980-1037 M). Akan tetapi logika Aristoteles mengalami kemunduran yang cukup memprihatinkan setelahnya. Logika Aristoteles menuai serangan dari al-Ghazali (1058-1111 M) karena dianggap tidak bisa menyelesaikan persoalan Suhrawardi (1154-1192 M) [6]. Di dunia Barat pun, logika ini mendapat serangan dari Peter Ramus (1515-1572 M) [7], Francis Bacon (1561-1626 M) [8], Leibniz (1596-1650 M) [9]. Sampai akhirnya logika ini benar-benar selesai setelah ditemukan logika modern, kalkulus proporsional, oleh CS Peirce (1839-1914 M) dan G Frege (1848-1925 M).

Logika Aristoteles pada masanya lebih dikenal sebagai mazhab peripatetik (περιπατητικός). Kata περιπατητικός sendiri memiliki arti berjalan-jalan. Karena ketika Aristoteles mengajar, ia cenderung memberikan materi kepada para peserta, sambil berjalan-jalan. Berbeda dengan Plato (Πλάτων), di mana dalam kelasnya Plato cenderung mengajak dialog kepada para peserta kelas.

Peripatetik pada masa itu memiliki mazhab-mazhab pesaing. Dimulai dari mazhab Stoa (Στοά) yang dibangun oleh Zeno dari Kitieus (Ζήνων ὁ Κιτιεύς), dimana dinyatakan bahwa emosi yang destruktif dapat membawa keputusan yang salah dan maka dari itu sophos (orang-orang bijak), seharusnya tidak akan memiliki emosi semacam itu [10]. Begitu juga mazhab Epicurus (Ἐπίκουρος) yang bersifat materialistik. Epicurus sendiri adalah seorang materialist atom, di mana pahamnya dikenal sebagai bentuk dari Hedonisme. Lebih lanjut dalam bahasa ibrani, Apiqoros (אפיקורוס) memiliki arti bid’ah, sehingga Epicurus lebih dikenal sebagai “Filsuf Kegelapan”.

thanks to: Copy of Lysippus Ludovisi Coll Jastrow

thanks to: Copy of Lysippus Ludovisi Coll Jastrow

Memahami Logika

Objek dan lingkup kerja logika, adalah bertalian dengan pemikiran. Dalam hal ini, pemikiran tidak dipandang sebagai sebuah subjek dari psikologis, akan tetapi dari hubungan-hubungan antar ide yang memiliki pertalian dalam pengertian yang sama dengan banyak individu. Maka dari itu, logika bukanlah bagian dari psikologis. Namun, logika bisa dipelajari dalam dirinya sendiri. Melalui bagaimana struktur internal logika, hubungannya dengan keniscayaan atara timbal balik. Sehingga objek logika merupakan sebuah hal bagaimana manusia itu berpikir [11]. Maka dari itu, Aristoteles menyatakan bahwa logika bukanlah bagian dari filsafat [12][13].

Logika bukanlah bagian dari ilmu pengetahuan, tetapi pendahulunya, sebagai persiapan untuk berpikir lebih jauh lagi. Dengan kata lain, logika adalah alat dasar yang kita pergunakan untuk berpikir, alat dasar yang membimbing kita untuk berpikir benar.

Silogisme dan Tingkatannya

Logika Aristoteles sebetulnya berpusat pada silogisme, sebuah argumentasi yang terdiri atas tiga proposisi. Setiap proposisi dibedakan atas dua unsur, subjek dan predikat. Tiap proposisi membentuk sebuah premis yang memiliki tingkatan. Al-Farabi membagi premis-premis silogisme menjadi empat macam. Pengetahuan primer, pengetahuan indera, opini yang umumnya diterima, dan opini yang diterima. Tiap premis memiliki tingkat kepercayaan berbeda-beda [14].

Sebuah premis dikatakan meyakinkan jika memenuhi tiga syarat berikut. Pertama, kepercayaan bahwa sesuatu itu berada atau tidak dalam kondisi spesifik. Kedua, kepercayaan bahwa sesuatu itu tidak mungkin merupakan sesuatu yang lain selain darinya. Ketiga, kepercayaan bahwa kepercayaan kedua tidak mungkin sebaliknya. Jika hanya mengacu kepada dua kriteria pertama di atas, maka premis dikatakan mendekati keyakinan. Sedangkan jika hanya mengacu kepada kriteria pertama, maka premis dikatakan dipercaya belaka [15][16].

Alhasil, keputusan dari silogisme ini juga memiliki hierarki tingkat kepercayaan.

Sebuah silogisme dinyatakan sebagai silogisme analitika jika dia mengacu kepada premis-premis yang benar, primer, dan memang diperlukan. Adapun dikatakan sebagai silogisme dialektika jika dia mengacu kepada premis-premis yang hanya sampai bertaraf mendekati keyakinan.

Walau begitu, silogisme dialektika masih jauh lebih unggul dibanding pengetahuan hasil retorik atau puitik. Karena pada metode retorik, salah satu premis utamanya telah dibuang, sehingga keputusannya tidak meyakinkan. Walau begitu metode retorik memang bagus jika digunakan sebagai alat persuasif.

Plato, Aristoteles, dan Suhrawardi

Plato menyatakan bahwa konsepsi yang ada sebetulnya diambil dari alam idea. Di mana Plato meyakini bahwa kebenaran dasar yang ada, bersumber dari alam idea [17][18]. Benda konkrit dan semacamnya itu sendiri tidak lain adalah manifestasi proyeksi atas kebenaran dasar dari alam idea, atau bisa disebutkan sebagai kebenaran yang menjadi. Plato sendiri meyakini bahwa sebelum manusia dilahirkan, manusia pastilah mengalami pre-ekstensi di alam idea. Di mana konsepsi baik buruk diterima dan didapati oleh manusia di sana [19][20].

Adapun Aristoteles menyatakan bahwa konsepsi yang ada diambil dari kenyataan yang ada di alam, yang bisa dirasakan oleh indera, untuk selanjutnya bisa diungkapkan sebagai kebenaran yang lebih tinggi daripada indera. Dengan kata lain, Aristoteles menyatakan bahwa alam idea tidak lain adalah manifestasi proyeksi dari alam konkrit atau alam indera. Sehingga kebenaran dasar yang ada, sebetulnya berada pada alam indera. Praktis, segala sesuatu di luar alam indera, walaupun benda yang tak terlihat sekalipun, akan tergategorikan sebagai entitas dengan sebutan belaka pada logika Aristoteles ini. Logika Aristoteles ini menjadi dasar metoda empirisme yang kita kenal sekarang ini [21].

Sedangkan Suhrawardi menyerang Aristoteles dengan argumentasi sebagai berikut; Setidaknya ada tiga prinsip yang menjadi kekurangan dalam logika Aristoteles. Pertama, ada kebenaran-kebenaran yang tidak bisa dicapai oleh rasio atau didekati lewat logika. Kedua, ada ekstensi yang bisa dicapai nalar, tetapi tidak bisa dijelaskan logika, seperti warna. Ketiga, prinsip silogisme yang menyatakan bahwa atribut sesuatu harus didefinisikan oleh atribut yang lain dapat menggiring ke proses tanpa akhir. Sehingga tidak akan ada absurditas yang bisa diketahui. Implikasi dari ketiga kelemahan ini adalah, silogisme tidak bisa menyingkap seluruh kebenaran dan kenyataan yang ada di alam semesta ini.

Moral

Logika aristoteles adalah salah satu logika yang cukup memukau untuk diamati. Walau secara pribadi penulis sedikit banyak tidak memiliki kesepahaman mutlak terhadap metode silogisme aristoteles, namun senang rasanya metode semacam ini ada dan pernah dicetuskan di dunia ini. Bagi anda yang ingin mencoba sudut pandang lain dari pemahaman suatu hal, anda bisa mencoba kalkulus proporsional atau teori tentang ada. Dari situ mungkin anda bisa mendapatkan prespektif tersendiri tentang kehidupan dan pemahaman lebih bijak tentang dunia. Akhir kata, selamat berpikir. :”>

Behind the Scene: Simple Animation on C# – Memantul – Ep 01

OK, mulai sekarang gua memutuskan untuk membuat sebuah topik postingan berjudul Behind Scene khusus untuk hal-hal yang berbau teknis. Sehingga ke depannya gua harap seluruh postingan Behind Scene gua bisa membantu siapapun yang nyasar ke sini untuk dapat gambaran sederhana dari sebuah metode-metode sederhana untuk hal-hal fundamental yang sering kita temui sehari-hari. Happy reading guys! : D

Episode: Behind the Scene – 01
Title: Simple Animation on C# – Memantul
Tingkat Kesusahan: 1/5

Konsep

Animasi adalah hal yang paling tidak asing penggunaannya sekarang ini. Kita bisa membuat berbagai macam animasi dari gerakan berjalan kanan kiri atas bawah, menghilang, fade out in, ease, atau bahkan gerakan kompleks pada animasi 3D. Tapi pernahkah terbetik di benak kita, bagaimana cara membuat semua itu? Jawaban gampangnya ya, “Gampang kok, tinggal beli aja program khusus pembuatan animasi, kek Flash, Maya, atau klo mau gratisan, Blender”. Yoi~ Emang seperti itu cara gampangnya. Sebutlah itu sebagai end-user a.k.a pengguna akhir. Di mana ketika akan membuat sebuah film animasi, kita sudah kudu fokus ke berbagai hal lain seperti jalan cerita, karakter, twist, dan semacamnya.

Tapi bukan itu yang gua maksud. Yang gua maksud di sini, bagaimana membuat sang program pembuat animasi itu sendiri. Bagaimana program-program cem Flash, Maya, Blender tadi bisa membuat gerakan atau tampilan super memukau seperti itu. Dan itulah yang akan diperkenalkan di sini.

Mari kita mulai. Pada dasarnya, animasi itu berhubungan erat dengan apa yang disebut dengan gerak. Sesuatu disebut bergerak jika dia berpindah tempat. Seberapa cepat dia bergerak bisa diekspresikan dengan kelajuan, kecepatan, ataupun percepatan. Taruhlah kita memiliki sebuah partikel pada posisi x. Lalu partikel ini bergerak dengan kecepatan konstan sebesar v. Maka jika dia begitu terus selama t, maka kita akan dapati partikel tadi berpindah posisi menjadi x+vt. Tentu saja gerakan seperti ini sangat tidak ideal pada dunia nyata, karena akan susah membuat sebuah benda bergerak tiba-tiba dengan kecepatan konstan. Sedangkan salah satu daya tarik animasi adalah semakin gerakannya mendekati kenyataan, semakin terlihat nyata animasi tadi.

Gerak Pegas Sederhana

Sekarang kita ambil contoh sebuah gerakan dasar sederhana. Taruhlah kita ingin membuat sebuah animasi bola jatuh dari atas ke bawah. Ketika bola menyentuh tanah, bola akan memantul-mantul beberapa saat sampai dia terdiam berhenti memantul. Gerakan seperti ini bisa kita modelkan dengan gerak pegas sederhana. Di mana ada sebuah benda yang digantung di atas pegas yang diberi redaman, kemudian benda ditarik dari kedudukan semula dan dilepaskan setelah ditarik. Maka benda tadi akan memantul-mantul beberapa saat mengikuti jalur pegas sampai terdiam.

spring: thanks to nissansp

spring: thanks to nissansp

Sampai di sini kita tahu setidaknya ada 3 gaya yang bekerja, yaitu: gaya pegas, gaya redaman, dan gaya resultan yang bekerja pada benda tadi.

(F_{peg}, F_{red}, F_{res}) = (-kx, -cv, ma)

Sehingga kita akan dapatkan total ketiga gaya tadi memenuhi persamaan berikut ini

ma = -kx - cv \to m\ddot{x} + c\dot{x} + kx = \ddot{x} + (c/m)\dot{x} + (k/m)x = 0

Selanjutnya persamaan di atas bisa kita ubah menjadi persamaan yang lebih sederhana menjadi sebagai berikut

\ddot{x} + 2 \alpha \dot{x} + \omega_0^2 x = 0

di mana \omega_0 = (k/m)^{1/2} dan \alpha = c \omega_0 /(2(mk)^{1/2}). Pada kasus ini \omega_0 sendiri biasa dikenal sebagai frekuensi natural, di mana pada frekuensi ini sistem biasanya mengalami resonansi. Pada persamaan orde dua di atas, kita bisa perkirakan solusi haruslah merupakan x=e^{st} dengan s merupakan bilangan kompleks. Sehingga persamaan tadi akan memenuhi

e^{st}(s^2 + 2 \alpha s + \omega_0^2) = 0 \to s_{12} = -\alpha \pm \omega_d, \omega_d = (\alpha^2 - \omega_0^2)^{1/2}

Nah sebetulnya dari persamaan orde dua ini, kita memungkinkan mendapat 4 macam variasi solusi utama, yaitu ketika \alpha=0, \omega_0 > 0 atau \alpha > \omega_0 > 0 atau \alpha = \omega_0 > 0 atau 0 < \alpha < \omega_0. Untuk 3 solusi pertama masing-masing memiliki solusi bertipe lossless (osilasi sempurna), redaman besar, dan redaman kritis. Khusus yang terakhir, kita menyebutnya sebagai solusi bertipe redaman kecil.

Apa maksud dari keempat solusi ini? Solusi pertama mengimplikasikan s=\pm j \omega_0 di mana j = (-1)^{1/2}. Artinya, solusi akan membentuk trace berupa sinusoid sempurna tanpa redaman. Solusi kedua dan ketiga, semuanya memiliki karakteristik s > 0 yang berimplikasi trace sinusoid akan teredam cukup sempurna dalam waktu kurang atau sama dengan satu periode gerakan sinusoid. Sedangkan solusi keempat akan menghasilkan solusi perhitungan

x = e^{-\alpha t}(e^{j \omega_d t} + e^{-j \omega_d t}) \to x = e^{-\alpha t}(\cos{\omega_d t} + \sin{\omega_d t})

Dalam hitung-hitungan yang lebih murni, sebetulnya kita perlu menggunakan konstanta tambahan untuk ekspresi yang lebih akurat seperti x = e^{-\alpha t}(A_1 \cos{\omega_d t} + A_2 \sin{\omega_d t}). Tapi karena konsen perhitungan ini hanyalah untuk mendekati gerakan memantul seperti pada pegas, maka kita bisa mengabaikan hal ini. Dan sekali lagi untuk mempermudah perhitungan simulasi gerakan ini, kita bisa abaikan bagian fungsi cosinus sehingga kita bisa modifikasi final fungsi di atas menjadi

modifikasi underdamp

modifikasi underdamp

f(t) = x = e^{-\alpha t}(\sin{\omega_d t} - 1)

di mana fungsi gerakan ini menjadi terbalik gerakannya dari fungsi yang semula. Dan sekarang, kita sudah mendapatkan fungsi gerakan memantul f(t) dalam representasi waktu dalam ruang satu dimensi. Maka langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan fungsi ini ke dalam program.

Programming Praktikal

C# dipilih karena tingkat penggunaannya yang relatif mudah dan cepat dibanding bahasa tingkat rendah lainnya. Walau pada kenyataannya performansi bahasa tingkat rendah biasanya jauh melebihi bahasa-bahasa abstrak cem C#. Berhubung ini cuman sebagai pengenalan, mari kita coba aplikasikan gerakan ini pada bahasa pemrograman ini.

Pertama di projek yang kita buat, siapkan dulu gambar yang mau dianimasiin. Saya sih pakai gambar ini. Lucu euy. Ahahahaha…

pinguin: thanks to yellow icon

pinguin: thanks to yellow icon

Masukkin via PictureBox. Ganti nama objectnya. Di sini gua ganti jadi iPingu. Terus ambil tuh gambar di bagian Image via Import di kolom Local Resource.

nyiapin kontainer gambar

nyiapin kontainer gambar

ganti nama

ganti nama

masukkin gambar tadi

masukkin gambar tadi

OK, kalau semua udah asoy, kita tambahin aja tombol yang bakal ngetrigger event biar nih gambar bisa gerak-gerak di space form. Di sini nih tombol gua kasih nama gerak. Oya, biar dramatisasinya keliatan formnya dibikin memanjang vertikal aja.

ngasih tombol

ngasih tombol

ganti nama

ganti nama

Dan voilah, interfacenya kurang lebih dijadiin gini aja biar rada kerasa efek jatuhnya.

final interface

final interface

Sekarang klo interfacenya udah jadi, kita tinggal tanem aja fungsi gerak memantul tadi ke dalam program.


private int getBounce(double t, double length)
{
double alpha = 1.6;
double wd = 5;

double fA = Math.Exp(-alpha * t);
double fB = Math.Sin(wd * t) - 1;

return ((int)(fA * fB * length));
}

Fungsi di atas adalah praktikal untuk f[t] = x = e^{-1.6 t}(\sin{5 t} - 1) dengan implementasi diskrit. Silahkan adjust sendiri nilai alpha dan wd sesuai keinginan. Di sini ada satu tambahan parameter yaitu length. Length diperlukan untuk memperbesar amplitudo pantulan karena rentang pantulan |f(t)|=1. Dalam hal ini, length berkorelasi dengan panjang pixel yang akan dipergunakan sebagai lintasan pantulan. Selanjutnya kita cukup aktifkan trigger pada tombol gerak yaitu ketika saat tombol diklik.

Idenya kurang lebih seperti ini. Posisi gambar iPingu berada pada koordinat kartesian komputer. Artinya sumbu Y yang ke bawah akan bernilai positif, dan sebaliknya sumbu Y yang ke atas akan bernilai negatif. Sebutlah posisi pingu adalah (12, 196). Posisi ini kita jadikan sebagai sumbu O. Ketika tombol gerak ditekan, maka program akan melakukan counter loop diskrit untuk rentang t dari 0 sampai 4. Berhubung diskrit, maka kita perlu step untuk countingnya. Di sini kita bisa pakai \delta t=0.02.

Karena kita hanya fokus pada gerakan jatuh, maka kita hanya perlu mengaplikasikan fungsi ini pada sumbu Y. Secara sederhana kita bisa katakan, posisi pinguin ketika jatuh ini bisa diketahui dengan melihatnya sebagai sebuah gerakan yang lama-lama akan jatuh pada posisi semula, yaitu O. Sehingga, posisi jatuh pinguin bisa kita ekspresikan dengan y_{jatuh}[t] = O_y + f[t].

Secara praktikal, kita bisa buat codenya menjadi kurang lebih seperti ini.


int Ox = iPingu.Location.X;
int Oy = iPingu.Location.Y;

double length = 500;

for (double i = 0; i < 4; i += 0.02)
{
iPingu.Location = new Point(Ox, Oy + getBounce(i, length));
this.Refresh();
}

Terakhir, tinggal compile codenya dan gerakan memantul sederhana pun bisa dinikmati. :D

Moral

Gerakan cem tadi bisa juga diaplikasiin ke gerakan yang lain, misal, pop up window yang muncul tapi ada efek kelembamannya tertentu. Atau juga buat animasi zoom in out tombol yang ke-over dan semacamnya. Jadi intinya, klo kita coba liat keadaan sekitar kita, fenomena gerak, cahaya, gaya-gaya, dan semacamnya, klo kita modelkan dengan proporsional dan aplikasikan ke dalam sebuah pemrograman sederhana, kita bisa dapatkan gerakan animasi yang mendekati fenomena di dunia nyatanya. Dan nggak berhenti sampai di sini, kita juga bisa mengeksplore gerakan-gerakan yang mungkin tidak terbayang oleh kita sebelumnya, misal melihat lintasan probabilitas sebuah elektron mengelilingi pusatnya, atau prediksi visual pergerakan angin, atau bahkan melihat emulasi gaya-gaya medan magnetik secara real.

Baiklah, sampai di sini dulu. Have a nice day~ :)

Source code donlot di sini. Klo binary code di sini.

Dua Dosa Besar pada Zaman ini…

Melihat beberapa perkembangan kasus yang barusan terjadi di benua selatan atas sekelompok orang yang kurang beruntung (baca: House Representatives) karena cukup terekspos berlebihan hanya karena masalah yang sebetulnya bisa dihindari, membuat gua menarik dua kesimpulan. Sebuah “dosa besar”. “Dosa” yang membawa malu bagi siapapun yang memikulnya. Yaitu,

1. Tidak Punya Email
Ya. Tidak punya email, lupa alamat email, atau tidak bisa pakai email, merupakan salah satu dosa besar yang rentan dan berpotensi untuk dihujat oleh orang banyak. Karena anda akan dianggap ketinggalan jaman, tidak peka dengan publik, gaptek, anti-sosial, tidak mau maju, atau tidak mau belajar. Menyedihkan memang. Apalagi kalau anda duduk di sebuah posisi tinggi dan tidak memiliki email “resmi” dan adanya cuman email gratisan. *sigh* Face it dude, the world spins fast.

2. Tidak Bisa Bahasa Asing
Kalau anda orang Islam, sebetulnya anda big fail banget gak bisa bahasa arab. Dan gua termasuk yang big fail. Jadi ini sifatnya mengajak aja yak. LOL. OK, yang selanjutnya ini cukup lebay. Tapi gak bisa bahasa Inggris juga dosa besar. Tapi itulah yang terjadi jika anda tidak bisa bahasa Inggris dan suatu saat pelesiran ke sebuah negara selain Indon. Dosa besar yang tergolong big fail. Walaupun sebenernya nggak ngefek juga sih di negara-negara cem cina atawa prancis. Tapi setidaknya bahasa Inggris jadi bahasa pengantar untuk tahu tentang masalah esensial yang terjadi di dunia yang sebagian besar orangnya paham bahasa Inggris. Btw gua pernah baca di sebuah jurnal, jadi multilingual itu bisa membantu menghambat penyakit Alzheimer loh. Jadi, mari kita bermultilingual ria.

P.S. Just kidding yak. Ahahahaha… Gua juga pake email gratisan dan bahasa Inggris gua juga belepotan. Jadi, pesan dan kesan hari ini adalah, mari kita bikin email! Have a nice day~ :D

renungan malam yang super labil

hoagh… hari ini saya cuman pengen shout out sebentar. karena sebenarnya saya sudah menulis beberapa draft tentang beberapa hal yang saya pikir menarik. tapi belum saya publish-publish karena ada beberapa kata yang masih sensitif menurut saya. LOL

btw, gua kepikirin beberapa hal labil sih. tapi pengen gua curhatin juga. mmm…

gua gak mau nyebut langsung. tapi dari kecil udah sempat gua alami juga sih.

yaitu diskriminasi. I don’t like it. tapi terkadang gua juga bangga karena beberapa hal.

misal, dulu pas gua masih kecil gua pernah mengalami kejadian yang cukup diskriminatif. dan berhubung gua pas masih kecil jauh lebih labil daripada sekarang, gua selalu bertanya-tanya, kok begini? kok begitu? gua kan manusia juga sama kayak loe. dll dsb dst.

sebetulnya nggak terlalu diskriminatif juga sih. tapi dalam beberapa hal gua jadi selalu pengin tahu tentang hal-hal yang berlawanan arus. mainstream is not always interesting enough for me.

taruhlah, semua orang lagi kecam DPR. dan di saat setiap orang mengecam DPR, gua malah mencoba pengen cari tahu sisi kemanusiaan beberapa anggota DPR secara lebih personal. Dan membawa hasil bahwa, gua, pengen jadi anggota MPR… Seriously.

Mwahahahahahahahahahahahaha…

same like that. dalam beberapa fase pas di zaman-zaman 3S (SD, SMP, SMA), dalam beberapa hal gua ngerasa diremehin. misal yak, ada anak pinter di kelas seberang, dan gua iri. karena si anak ini dielu-elu oleh beberapa kelompok misalnya. dan gua ngerasa gua nggak kalah baik daripada si anak. dan karena kelabilan gua saat itu sangat tidak tertolongkan, gua jadi pengen dielu-elu juga. @,@ ahahaha… sumpah nggak penting. tapi begitulah masa-masa 3S.

padahal seinget gua iblis diusir karena dia ngerasa lebih baik daripada adam. -_-’

Tuhan, ampuni saya.

dan begitulah perasaan gado-gado gua malam ini.

apa lagi yak?

mmm…

oh, masalah keislaman. rada SARA sih. tapi lucu juga kalau gua denger. gua sering berbeda pendapat sama beberapa temen. dan bahkan saking sotoynya gua keknya pernah nggak setuju sama Bukhari Muslim, dan bahkan mungkin, Abu Bakar beserta Umar. (for Abu Bakar and Umar, sorry guys. you are cool guys kok.) ==’ bahkan ada beberapa temen yang terang-terangan mempertanyakan status kereligiusan gua. apakah gua sekadar tahu tentang keagamaan tapi nggak percaya, atau percaya tapi nggak tahu bener-bener, atau malah mungkin gua tahu tentang suatu keagamaan tapi malah mengimani keagamaan yang lain. trust me. nggak ada seorang pun yang tahu judul keimanan dia sendiri di saat dia dipanggil sama Tuhan sebelum dia dipanggil sama Tuhan.

jangan ge'er yak~ #apasih :p

jangan ge'er yak~ #apasih :p

terus apa lagi?

oh, tentang hidup deng. hidup itu susah? mmm… nggak susah susah amat sih. tapi ya nggak gampang-gampang amat juga. percayalah, burung-burung yang nggak bisa ngitung integral aja dikasih makan sama Tuhan, apalagi kita yang bisa perkalian…, Tuhan pasti memberikan kita makan besok dan besok lagi sampai waktu yang Dia tentukan. jadi, mari kita berpikir hal lain selain makanan. seperti Image Processing atau Speech Recognition.

sama masalah asbun. asal bunyi. atau prasangka. negative thinking. ewh, entah kenapa, gua sering nemu orang-orang negative thinking. hah. gimana mau bahagia klo isinya curiga terus. -_-’ positive thinking lah. dan Agi, positive thinking juga lah! masak loe mikir klo banyak orang yang loe temui negative thinking. paradoks. sekali-kali pengen gua uji keparadoksan ini. jadi intinya, klo nggak tahu, tanya langsung ke orangnya yak. jangan asal nuduh. LOL

udah.

puas.

hahhhh…

saatnya tidur. (gua ngetik malem-malem sebelum tidur)

beubai semua~ have a nice day~ :D

Impuls Galau

Hai-hai… Apa kabar? Hari ini saya mau ngegalau secara random di sini. Happy reading~ :3

Tanpa terasa Maret 2011 sudah tiba dan rasanya baru kemarin saya masih tidur-tiduran di kosan saya di bandung Oktober 2010 kemaren. ==’ Bener-bener nggak kerasa yak, waktu berjalan keknya cepet banget. Masih kerasa saya dulu pas jaman-jaman tes masuk kuliah belajar di ruang tamu malem-malem pake buku SPMB. (LOL) Juga masih kerasa jaman-jaman saya di ComLabs malem-malem maenan sama anak-anak. Saya juga masih kerasa jaman-jaman pas tingkat akhir bareng sama anak-anak ngerjain tugas, proyek, atau sekadar beli nasi di deket salman malem-malem. So sweat…

Haaaahhhhh~~~

Hidup ini singkat yak. Ketika hampir semua yang diinginkan dikabulkan Tuhan, terus pertanyaan selanjutnya mau ngapain lagi? Eee… sebetulnya masih banyak sih yang belum dikabulkan, seperti pengen beli mobil, rumah, punya anak, jalan-jalan ke Mars, ama… ama… aaa… banyak lah. Hahahaha…

Tapi klo semuanya bener-bener sudah dikabulkan, terus mau ngapain? Udah gitu aja? Mmm… Not good idea. Walaupun ada good idea sih. Bikin charity~ Misal bikin Agi Foundation, buat bantu anak-anak yang kurang beruntung di sana. Hah, that’s really so sweat. (: Semoga bener-bener suatu hari nanti terealisasi yak Agi Foundation-nya. :D

Dan oh ya! Saya jadi punya kerjaan yang bagi saya cukup mengharukan. Yaitu, melihat koleksi foto-foto ababil saya mulai dari akhir SMA sampai sekarang. Kok nggak ada SMP? Maklum, sejak saya lahir sampai awal SMA, yang namanya kamera jarang banget megangnya. ==’ Jadi intinya, saya merasa tiba-tiba merasakan kebahagiaan yang sangat membuncah di dada (*tsaaahhhh bahasaaaanyaaaa donggg…), ketika melihat foto saya bersama teman-teman dan keluarga. Suer! Saya rela seharian mantengin foto-foto tadi di depan komputer cuman buat nginget-nginget momen-momen di foto itu. Dan saya tiba-tiba ngerasa kangen sama temen-temen kuliah saya dulu… Super kangen. Sangat-sangat kangen. Tentu saja, keluarga saya di kota sana saya juga kangen dengan mereka. T.T

Dan saya jadi nyadar, hadiah terbesar dari Tuhan untuk saya selama ini adalah keluarga. Keluarga karena ikatan darah dan keluarga karena mereka teman-teman saya. Ungkapan “engkau tidak akan tahu artinya kehilangan sampai merasakan kehilangan itu sendiri” jadi terasa begitu menohok bagi saya. Dan bisa dibilang, saya kehilangan sebagian kebahagiaan itu. Tapi ada juga pepatah yang mengatakan “tidak ada pesta yang tidak bubar”. Which means, memang suatu saat kita akan kehilangan sesuatu dan itu sedikit membuat saya galau. ==’

I missed you guys. T.T

Tapi oh tapi oh, saya punya teman-teman baru di sini. Dan mereka juga menyenangkan. Dan saya jadi ingin menikmati kebahagiaan bersama teman-teman saya yang sekarang sebelum saya kehilangan mereka lagi. :D

Jadi buat semua yang membaca tulisan saya ini saya ucapkan; Salam Galau! LOL

Jangan Pikir Rakyat Bodoh?

Oke, ini biasanya statement yang muncul di dunia perpolitikan dan media massa. Biasanya ada kasus, terus komentarnya biasanya model-model begitu.

Nah, saya sebetulnya agak tergelitik mengomentari sanggahan seperti ini di forum-forum. Entah mengapa sanggahan ini terkesan defensif terhadap sesuatu walau mungkin itu bagus untuk “rakyat” atau jelek untuk “rakyat”. Walau definisi “rakyat” di sini kurang jelas juga sih. Cuman, statement seperti ini bisa dibalik lagi jadi seperti ini.

Oke, tidak semua rakyat bodoh. Terus, kalau tidak bodoh apa keuntungannya?

Keuntungannya adalah statement berikut:

Yang katanya orang pintar aja bisa dibohongi, terus yang katanya orang bodoh bisa diapain dong?

Eeee… itu bukan keuntungan juga sih. Jadi, entah mengapa statement “Jangan pikir rakyat bodoh” terasa non-sense di telinga dan mata saya.

Sekian politika hari ini. Have a nice day! :D

sebulan di Jakarta: hari cieee-cieee sedunia

Pada dasarnya saya orang yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Saya suka punya teman baru geng baru atau semacamnya. Tapi tidak sama suhu. (@.@;)

Sorry lebay, karena aslinya saya besar di lingkungan dengan suhu cukup tinggi, daerah pesisir Jawa Timur, Banyuwangi. That’s very damn hot! LOL Ahahaha… Pas masih SMA suhu setinggi itu saya anggap biasa. Tapi sejak saya pindah ke Bandung, saya jadi rada manja sama urusan suhu menyuhu. Maklum saya bener-bener jatuh hati sama Bandung. Bandung is very beautiful. Akibatnya kalau saya pulkam, biasanya 20 hari pertama saya habiskan dengan tidur-tiduran nggak pake baju buat menetralisir keringat yang keluar jor-joran (btw, gua masih pake celana kok :”>). Mandi 5 kali sehari pun hayu-hayu wae. Dan selepas masa-masa penyetelan ulang adaptasi suhu pun, biasanya saya masih males pake baju. Di mobil pun saya masih nggak pake baju. Ahahaha…

Dan sekarang, saya ada di mana? Saya ada di Jakartah sodara-sodara! #berasaGaul. Tapi doh, kotanya cui, masya Allah sekali. Kesenjangan sosialnya tinggi beut dah. Hawanya juga luar biasa sekali, jarang pohon. T.T Orang-orangnya juga ramahan di Bandung. Lalalala pokoknya. Saya dehidrasi yang jelas. Walau di kantor pake AC, di kosan, saya cuma bisa mengandalkan AC alami a.k.a. angin. Pokoknya gua harus beli AC dulu ntar klo mo bangun rumah di sini. … Eh …, nggak jadi deng, gua bangun rumah di Bandung aja deh. Ahahahaha…

Begitulah dan demikian.

Jadi, ceritanya, saya klo udah di kosan bete abis. Kantor jauh lebih menyenangkan (ya iyalah, ada AC, ada internet, …, ada apa lagi ya, LOL). Persis sebelah kantor ada mall. Ini sama anak-anak biasanya disebut jalur gaol. Puji Tuhan sekali, ada toko bakso seharga 30 rebuan. Mirip cerita di Surabaya, ada toko gado-gado seharga 50 rebu. Jadi di jalur gaol ini, kita sering beralay ria berjalan bergerombol. Tapi jarang makan di jalur ini juga sih. Karena ada jalur yang lebih tradisional dan lebih bersahabat di kantong. :”> Oh ya, gua lupa, divisi gua itu klo gua liat-liat divisi paling kompak deh. Kemana-mana selalu ngegeng. Ahahaha… Udah kek anak bebek aja klo mau makan siang.

Yang jelas, gua mulai mencintai (#bahasanya ~.~) keluarga baru gua. Orang-orangnya asik. Selain itu, kebiasaan kuliah gua nggak bisa ilang juga di sini karena suasana di divisi gua juga membantu mempertumbuh suburkan kebiasaan ini. Apakah itu? Tidak lain dan tidak bukan “cieee-cieee”. Setiap kejadian dan event selalu bisa dispot dengan kata-kata “cieee”. Emang, tiada yang lebih nikmat selain ngegoda orang buat cepet kawin (walau kasus non-kawin pun bisa dicieee-cieee-in juga). Wkwkwkwkw… Hari cieee-cieee sedunia keknya perlu gua canangkan di sini deh.

Tapi itulah, saya jadi kehilangan keremajaan kulit saya #7tandaPenuaan maka dari itu #olayPleaseHelpMe. :’( Seorang kawan berkata, “gi, loe kecapean kerja ya? kok raut wajah loe lelah gitu.” Itulah. Gua dehidrasi. Berlebih. (#_#) Ntar deh gua beli m*izone atau ke mens skin center. Ada yang mau nemenin? Huahauhauhau… :p

Sekian postingan labil saya kali ini.

Pengen Ngritik, (some) Medias: Suck – Lebay

-___________________________________-’

Jadi, saya pikir, hanya sinetron saja yang kebanyakan isi ceritanya samp*h. Dan saya tahu, blog saya pun juga banyak samp*hnya juga. Dan berhubung sama-sama samp*h, saya pun terantuk pada kejadian yang bener-bener menggelitik saya untuk pengen ngomong samp*h. Beberapa media massa, dalam kacamata saya, tingkat kedodolannya sudah sangat mendekati samp*h juga cem sinetron-sinetron kebanyakan. Sebut saja tv*** atau koran ****** atau situs berita *****.

Bad news is good news?

What the heck! Life is so full of beauty. There is good out there.

Thanks to selfhelpmagazine
Thanks to selfhelpmagazine

Nih, gua kasih saran buat pegiat berita yang suka bikin berita-berita samp*h dibesar-besarin. Hidup itu nggak cuman tentang buruk dan buruk. Korupsi atau hukum atau politik atau apalah, itu cuman subset di antara sekian banyak bidang yang ada di dunia ini. Pendidikan, teknologi, perlombaan, bilateral, sastra, kebudayaan, dll, masih banyak berita-berita bagus yang jauh lebih penting untuk dibesar-besarkan daripada masalah remeh temeh cem, -sorry, gua ambil contoh temporary- gayus, atau apalah.

Emang ya, klo gossip itu lebih mudah dibuat berita daripada sesuatu yang agak susah nganalisisnya cem kerja sama antar dua negara atau pergerakan harga sembako. Nggak tahu kenapa, gua ngerasa berita-berita jaman gua kecil dulu rasa-rasanya lebih nempel di memory daripada berita-berita belakangan hari ini yang sifatnya lebih reaktif dan impulsif. Nggak bisa ya bikin berita dengan analisis yang agak dalem? _nggak cuman berbasis perasaan sang pewarta beritanya doang.

Kesan yang gua tangkep, kebanyakan pegiat berita yang sekarang kek nggak punya kemampuan analisis. Ada juga yang nggak punya etika nulis atau menggelar acara show. Nggak banget lah. Sekedar tempel doang. Itupun berita-berita pop. Model-model kejar setoran. I don’t know. Kalau di beberapa koran, yang bagus biasanya justru kolom opini atau analisis dari orang eksternal. Oya, kalau koran juga, yang bagus biasanya versi cetak daripada versi onlen. Sisanya, ahahaha, euwh… ==’ Mending baca straitstimes daripada baca koran lokal via internet atawa nonton berita tv. Kalau nggak bisa nganalisis, mending beritanya netral aja deh biar nggak keliatan begonya. Karena kita bisa jadi sama-sama bego.

Sekedar saran buat pegiat berita yang hobi bikin berita negatif, kalian itu disimak orang banyak di negeri ini. Dan sayangnya masih banyak orang yang nggak punya kemampuan atau akses untuk menganalisis suatu hal. Akibatnya bener nggaknya berita banyak juga yang langsung percaya. Kalau setiap orang selalu direcoki hal-hal negatif terus, kapan bisa positifnya? Kalau semua orang udah ilang kepercayaan sama sebuah institusi gara-gara berita yang modelnya totum pro parte, bukannya itu sama saja secara nggak langsung memfitnah sisa institusi tersebut yang tidak melakukan hal tersebut?

Berilah berita yang bagus untuk bangsa ini. Beri kepercayaan diri kepada masyarakat lain yang perlu dibantu. Masih banyak masyarakat kecil yang butuh sokongan moril untuk bisa merubah nasibnya untuk terpecut maju mengejar saudara-saudaranya yang lain. Jangan sampai gara-gara berita buruk yang setiap hari datang kepada saudara-saudara kita yang masih butuh uluran tangan ini, membuat mereka kehilangan semangat mereka untuk memperbaiki hidup mereka karena merasa semua orang kesusahan. Nggak, nggak semua orang susah. Makanya, bikin berita bagus. Biar saudara-saudara yang butuh uluran tangan ini tahu, banyak saudara-saudara mereka yang lain bisa maju karena mereka terlecut untuk maju juga.

See the point?

Berita itu selingan. Hidup itu beneran. Jangan liat yang jelek-jelek aja kalau hidup nggak mau jelek. ==’

Gitu aja ah, curhatan sampah gua. Btw, gua bener-bener pengen kasih applaus buat media yang menurut gua profesional banget.

1. Antara
2. Kick Andy
3. Mario Teguh Show

They are the best in my view btw. :D

Those Days ==’

Hai blog, apa kabar? Saya baik-baik saja lho. Jadi semoga kamu baik-baik saja juga. Hehehe…

Btw, postingan labil saya kali ini adalah tentang kondisi psikis saya belakangan ini. Saya sedang dalam state bahagia, nyaman, dan merasa alim. *halah. ==’ Tapi dalam waktu bersamaan, saya sedang dalam keadaan guilty luar biasa. Mungkin karena sayanya yang kurang peka dengan keluarga saya sejak beberapa bulan akhir. Misal, orang tua yang menyuruh saya pulkam tapi saya malas pulkam. Sebetulnya saya saat itu pengen pulkam, tapi karena beberapa hal yang membuat saya harus di Bandung, saya tidak menyempatkan diri untuk pulkam cepat. Maunya sih kasih kejutan pulkam tiba-tiba.

Dan rasa malas pulkam saya itu terbayarkan ketika saya mendengar berita bahwa papa saya harus ke surabaya buat operasi. Aaaaaaaa~~~ T.T

Gimana ya. Saya tahu papa saya sakit belakangan ini, dan saya benar-benar tidak tahu kalau sakitnya memarah sejak bulan lalu. Dan kabar opname papa saya justru tidak diberitahukan oleh mama. Tahu-tahu udah diopname aja.

Saat itu saya sadar, mungkin mama saya tidak ingin membuat saya khawatir berlebih dengan kondisi ayah saya sehingga saya bisa menyelesaikan urusan saya dengan lancar. Di sini saya jadi sadar betapa egoisnya saya terhadap keluarga saya sendiri. Saya bersenang-senang, sedangkan papa saya sedang berjuang dengan penyakitnya. What the heck! Anak macam apa saya ini…

Ya Tuhan, maafkan saya yang egois. I am really fucking egoist.

Dan sistemiknya, saya jadi teringat banyak atas sikap egois saya selama ini. Dengan teman-teman, dengan guru, dengan saudara-saudara saya. Beberapa bilang dengan gamblang bahwa saya sombong. Walau saya tidak bermaksud, tapi tanpa sadar sikap sombong muncul sendirinya sebagai sikap defensif sebagai tameng bersosialisasi. Oh God, is this my life?

Tampaknya saya harus belajar lebih banyak lagi tentang hidup dari setiap orang yang saya temui.

Tapi syukur alhamdulillah, sekarang papa sudah baikan. Sorry ya pa, Agi njenguknya telat. T.T

Oke, sekian postingan labil saya. Doakan saya jadi anak yang berbakti kepada Tuhan, orang tua, nusa, bangsa, almamater, dan semuanya. :)