Berikut adalah diary yang gua tulis dua hari yang lalu. ^^
Pagi ini gua ngobrol sama papi. Belum mandi dua-duanya. Hahaha… Jadi ceritanya gini, kan papiku habis nyelesein tesisnya terus minta tolong ke aku buat ngirimin e-mail ke dosennya. Terus pas lagi gitu, tiba-tiba papi nyelutuk kalo mbikin tesis ilmu sosial itu lebih susah dibanding ilmu pasti. Kan aku elektro terus papiku anak public relation, jadi gua nggak terima. Aku bilang wah itu mah tergantung pelajarannya, soalnya elektro kan mikir mbikin sesuatu. Ngelu itu pi… Terus papiku diem sebentar senyum-senyum.
Akhirnya dia bicara, ‘Nang, kemaren papi liat di tivi ada anak yang nyiptain alat mbatik pake elektronik lho’ Gua terdiam sebentar. Terus papiku ngelanjutin. ‘Anak ITS…’ Wah, papi sebut-sebut ITS, aku jadi rada tergelitik juga (maklum soalnya nasionalisme sebagai anak ITB tinggi. Hahaha…) ‘Masih muda anaknya. Tapi papi salut, soalnya dia jeli ngeliat peluang kehidupan sehari-hari yang sebelumnya sulit jadi mudah. Walau itu teknologi sederhana tapi itu bermanfaat buat orang banyak yang kehidupannya masih tradisional. Coba bayangin sebelumnya orang harus manasin malam buat mbatik, terus dia nyebul malam pake mulutnya. Kan bahaya tuh… Terus tuh anak nemuin yang kayak gituan, dia itu bener-bener membantu orang banyak…’
Ndenger papi ngomong gitu aku mikir sebentar, sekarang aku nyoba ngelepas segala nasionalisme-ku untuk mencoba melihat sekeliling. Terus papi ngelanjutin, ‘Walau itu teknologi yang sederhana tapi berhubungan sekali sama kehidupan nyata. Itu mikirnya pasti sulit, nelitinya pasti butuh waktu lama. Papi jujur kagum sama orang yang seperti itu. Jeli, pinter. Masih muda. Papi sebel sama orang yang bilang, ‘Ah itu kan cuma gitu doang…’ Nah, dia bilang gitu soalnya sekarang kan sudah ada. Coba kalau dulu nggak ada dan nggak ada yang mau mikirin, pasti nggak bakal ada. Orang yang meremehkan gitu bener-bener sebel papi ngeliatnya. Justru kata papi, itulah teknologi. Membantu kehidupan manusia sehari-hari’
Beberapa tahun yang lalu aku bingung mau milih apa, Informatika atau Elektro. Tapi aku lebih condong ke Informatika soalnya aku sudah punya sense dasar di bidang ini. Lama-lama, aku mikir aku pengin mbikin sesuatu yang bisa dipakai orang banyak dan nggak bisa dibajak dengan mudah. Hehehe… Sorry, no offense.
Akhirnya aku pengin masuk elektro. Pas aku utarakan ke papi sama mami, papiku seneng dan bilang kalau diam-diam tiap malam papi berdo’a biar aku akhirnya milih elektro. Ho… aku kena do’anya… –;
Nggak apa-apa lah. Setelah aku masuk elektro. Aku menemui dunia yang sama sekali baru. Pertama kali masuk kelas elektro aku masih ingat sama dosenku disuruh ngehitung rangkaian loop super duper sederhana, pelajaran SMA. Mak, aku nggak bisa… T_T Bayangin aja, dari sekian pelajaran fisika yang aku senangi hampir semuanya, yang namanya loop listrik aku paling nggak bisa pas itu. Agi-Agi… gimana seh, anak elektro tapi kok nggak bisa ngitung loop. Tol-ol… Hahaha…
Sejak saat itu gua belajar dari nol lagi. Tentang elektro. Semuanya. Bener-bener dari bawah. Dan sampai semester (mau) lima ini, aku merasa tiap kali belajar, semuanya adalah hal baru. Semua seakan dimulai dari nol. Oh Tuhan, aku jadi sadar betapa bodohnya aku. Masih banyak sekali hal-hal di dunia ini yang aku nggak tahu. Sesungguhnya setiap manusia itu hanya mengerti sedikit saja dari sekian banyak pengetahuan. Dan yang tidak diketahui itu teramat sangat banyak, dan mustahil mengetahui semuanya. JADI, BUAT APA SOMBONG? Betapa konyolnya manusia kalau dia sombong. Hal terbodoh yang pernah dilakukan manusia adalah sombong. Tuhan, ampuni kami yang bodoh ini… Kami hanya belum mengerti saja. T_T
Di lingkunganku yang sekarang sudah biasa orang-orang berbicara tentang teknologi-teknologi yang terdengar sangat mustahil untuk dilakukan oleh orang awam. Bahkan, mungkin orang awam akan berkata bahwa itu adalah takhayul. Kadang aku tertawa sendiri kalau ada orang yang tiba-tiba saja mengeluarkan statement atas PERASAAN saja, tidak dengan LOGIKA. Sehingga, dia mudah terbawa emosi dan susah menerima kenyataan baru. Keinginan untuk mengetahui kebenaran yang masih kurang, adalah sifat dasar yang sedikit aku sesali atas kebanyakan orang di negeri ini. Hal ini mungkin wajar ditemui di sekeliling kita sehari-hari. Apalagi kebanyakan dari bangsa kita adalah orang-orang yang mudah terprovokasi.
Salah satu hal kontroversial yang mungkin orang bodoh yang sombong lagi materialistis akan tertawa adalah tentang adanya makhluk lain selain kita. Sesungguhnya segala yang tak terlihat oleh kita itu belum tentu tidak ada. Dan aku sudah beberapa kali mendengar dan membaca penemuan-penemuan di bidang ini tentang adanya alam yang benar-benar lain di luar kita. Atau yang sederhana saja, percayakah kamu bisa menghilang layaknya Harry Potter dengan jaketnya? Tentu bisa. Dan itu sudah aku lihat sendiri. Jadi, buat apa sombong? Semuanya, semua manusia, berusaha memahami segala sesuatunya dengan caranya sendiri. Unik. Tidak ada yang sama. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi buat apa menghina orang lain karena kekurangannya? Dan mungkin saya masih termasuk orang yang sombong, karena pada tulisan ini pun ada beberapa statement yang isinya membenci dan menghujat orang-orang yang tidak menghargai hasil karya orang lain. Hehehe…
Sudahlah. Dari situ gua tahu, kenapa papi pengin aku masuk elektro. Papi keknya berharap agar aku bisa berguna buat orang banyak dalam arti sesungguhnya. Juga papi pengin biar aku survive di kehidupan yang sulit sekarang ini. Soalnya semalam aku sempat ngeluh ke mami, soalnya aku bingung mau masuk subjur apa dan cita-citaku yang pengin jadi desainer LSI tapi di sisi lain aku pengin dapet banyak uang dengan memanfaatkan industri telekomunikasi. Malam itu aku cerita tentang teknologi-teknologi antah berantah dengan semangat ke mami sama papi. Mereka diam mendengarkan sambil sesekali memberi advise. Tapi satu yang pasti, malam itu aku tidak berbicara tentang teknologi yang sifatnya merakyat sekali. Soalnya aku terlalu kagum berlebih dengan teknologi yang sifatnya tidak merakyat sama sekali.
Dan pagi ini, papi sepertinya mencoba memberiku pandangan berbeda dari sisi rakyat Indonesia kebanyakan. Kayaknya walau malam tadi papi nggak ngasih komentar tapi papi menjawabnya pagi ini dengan sangat bijaksana. Seakan berkata, ‘Kamu nggak usah takut atau sedih kalau kamu nggak bisa gabung, berkompetisi dengan mereka yang mengembangkan teknologi yang kamu kagumi. Soalnya manusia itu bisa hidup dari mana saja. Indonesia dengan segala kekurangannya masih membutuhkan anak-anak muda yang mau menelurkan kreativitasnya yang pasti bisa diwujudkan. Apalagi dengan semua pelajaran teknik yang sudah dipelajari. Secara teori itu semua jauh lebih mudah dibanding ngembangin elektronika tingkat tinggi semacam LSI design dan kawan-kawan. Tinggal gimana kamu berkreativitas.’
Jujur aku terharu. Liburan yang singkat ini bener-bener memberiku pelajaran baru.
Aku masih ingat pas dulu masih (kalau nggak salah) SD, aku pernah bilang pengin kerja di perusahaan yang besar dan dapet gaji banyak.. Terus papi bilang gini, ‘Kamu jangan berpatokan kalau kamu kerja terus dapet gaji banyak. Coba kamu mikirnya dibalik, kamu bekerja dan memberi gaji yang banyak untuk orang lain…’ Aku terharu lagi nginget ini. Aku jadi pengin nangis. T_T Dan pagi ini pun papi nawari aku kuliah S2 di bidang bisnis. Katanya, ‘Sekarang sudah banyak universitas yang bagus-bagus lho bidang bisnisnya. International class lagi. Kalau mau nanti papi kasih…’ Aku terharuuu lagiii…. T_T Aku sangat sangat bersyukur dilahirkan di keluarga ini. Orang tuaku mendukungku. Hik-hik… Aku jadi pengin cepet-cepet membahagiakan mereka dengan tanganku sendiri. ‘Benarkah masa paling indah itu ketika kamu SMA?’ Bagiku masa yang paling indah itu di mana kamu bisa membahagiakan kedua orang tuamu dan keluargamu. Dan aku masih belum bisa mewujudkannya… Aku jadi pengin nangis… ;( Dan ketika nulis ini pun sekarang aku lagi nangis… T_T
*sebuah kisah tentang papiku… dan kisah tentang mamiku akan kuceritakan dalam waktu dekat ini. I love you pap, mam, bro… ^^










![[Project] rev_fin00[coldTemperVer] [Project] rev_fin00[coldTemperVer]](http://farm4.static.flickr.com/3656/3374526031_a71a9cfac7_t.jpg)
