アーカイブ Rileks

Relax first

Belakangan gua sibuk banget. Laporan KP, PR, proposal TA dan TA-nya itu sendiri, dan, kegiatan-kegiatan yang gua sendiri juga lupa klo disuruh nyebutin satu-satu. Belakangan gua juga nggak bisa ngerjain PR karena PR gua cuman bisa diselesaikan dengan komputer dengan layar yang penuh dan tidak pecah kek laptop gua yang retakannya semakin membesar.

Tapi Alhamdulillah, papi ama mami ngasih gua komputer baru. Hehehe… Jadi, sekarang sudah nggak ada alasan lagi nggak bisa ngerjain laporan KP, PR, TA, dan semacamnya. Here is my sweety~

left old right new

left old right new

That’s dell~

The bad thing is, I go to campus with another purpose, download movie… ==’ Oh, it’s really not productive things at all.

Karena gua lagi males nulis, gua kasih foto-foto yang gua ambil pas liburan aja deh. For sure, I like these shots. Glee up lah.

social and their trad heritage

social and their trad heritage

happy tree, friends (:

happy tree, friends (:

flash forest

flash forest

livestock scene

livestock scene

ponds

ponds

Hope you enjoy these. (:

コメント (1) »

J.CO Halal

Beberapa waktu belakangan ini kalau gua nerima J.CO entah dalam rangka acara apa aja, selalu saja ada temen yang memperingatkan bahwa J.CO masih belum memiliki sertifikat Halal dari MUI. Maka dari itu saya selalu ragu-ragu untuk memakan J.CO. Gua sendiri tidak terlalu memaksakan orang harus memasang plang Halal di setiap toko asal yang punya toko dah bilang terus terang, ini bahannya layak apa nggak. Bisa-bisa warung di pinggir jalan kudu beli sertifikat MUI. Terus gua coba nyari di internet dengan keyword “J.CO Halal”. Hasilnya? Oh, nggak nemu cuy… Yang ada malah berbagai pembahasan yang isinya juga mempertanyakan kehalalan J.CO. T___T

J.CO logo

J.CO logo

Ada beberapa temuan penting selama itu. Yang pertama, klarifikasi dari pihak J.CO dari seorang pelanggan. Jawaban dari pihak J.CO saat itu adalah J.CO dijamin halal. Mereka bilang cuman tinggal tunggu waktu sertifikat halal turun dari MUI aja. Dan itu dah tahun 2007 yang lalu dan sampai sekarang gua masih belum dapet info apa-apa tentang halal dari MUI itu. Klo dipikir-pikir ya, mereka yang menjawab seharusnya bisa mempertanggungjawabkan jawabannya, dan dia perusahaan yang cukup besar, jadi nggak mungkin mempertaruhkan nama di atas kebohongan seperti itu. Apalagi nanti klo MUI tiba-tiba berkata itu haram. Wah, mau dikemanain muka petingginya. Jadi, menurut gua, mereka menjawab dengan ikhlas dan berusaha terbuka. Dan gua juga mafhum, mungkin mengurus kehalalan itu susah dan rumit prosedurnya.

Kedua, ada seorang mak-mak yang pernah tanya ke orang dekat MUI. Jawabannya dari orang dekat MUI adalah mereka memang masih dalam proses. Dan itu pun gua liat tanggal postingnya dah jadul banget. Dan sampai sekarang nggak ada perkembangan updatenya. Jadi, dengan ini gua dah menangkap ada idtikat baik dari J.CO.

Ketiga, J.CO dah pernah dapet sertifikat halal dari MUI-nya malaysia, IFRC, yang katanya terkenal ketat banget itu. Info di sini. Intinya J.CO halal untuk daerah Malaysia dan Regional Asia. Sedangkan gua sempat buka-buka situsnya si IFRC yang tampaknya jarang diupdate, J.CO emang dah dapet sertifikat halal, tapi waktu itu dia dibiru-biruin, alias sertifikasinya kedaluarsa. Dan karena J.CO sendiri perusahaan yang punya standar operasional yang sama di semua outletnya, maka si IFRC mungkin berani berkata bahwa itu untuk Malaysian and Asian Region.

Nah akhirnya, gua coba nanyain langsung ke orang IFRC-nya. Apakah J.CO halal? Dan inilah tanya jawab gua dengan mereka.

Dear Bro Agi,

Assalamualaikum.
Thank you for your inquiry about J.CO product processed and sold in Malaysia. We have examined the product and certified it as halal. No doubt about it. On MUI certification, I am finding the answer why they delayed in issuing the halal certificate for J.CO.

Thanks,wassalam,
Abdullah Fahim.

— On Mon, 8/10/09, Agi Prasetiadi wrote:

From: Agi Prasetiadi
Subject: Ask for Halal
To: ifrc@halalfoodasia.org
Date: Monday, August 10, 2009, 1:24 PM

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

My name is Agi and I am from Indonesia. I have a question about J.Co product (donuts and coffee). In my country most of us have debated about this J.Co product. This J.Co is being controversy, because we don’t know why does this company doesn’t get Halal cert. from our MUI (Majelis Ulama Indonesia) as soon as possible. The J.Co side claims their product Halal. And they said it will be soon, because they have sent the Halal cert. request to MUI, and we just wait. But, it was at 2007. Now we still don’t look Halal sign on their products.

But, I heard this J.Co have received Halal cert. from IFRC Malaysia. This scan pic I get from someone blog.

In this e-mail, I want to confirm is this scan pic genuine? Does J.Co get Halal cert. from IFRC? And how about the validity in my country (I know may be processing Halal cert. in my country takes long time because of complex procedures)?

Thank you.

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

yummy baby J.PoPs~ :p

yummy baby J.PoPs~ :p

Yap, itulah~

Jadi, saya bisa simpulkan, karena saudara kita sendiri yang menjamin, J.CO adalah halal. :D Karena saya sendiri pun dah nggak tahan pengen makan J.CO lagi. Hehehehe…

コメントをどうぞ »

Womanizer Parody – VenetianPrincess

First, I have to say that I am fan of Britney Spears. Most of my ComLabs friends know this fact undoubtly. Oh-oh-oh… And for sure I really damn addicted with her last stunning song named “Circus”, which is made me always wanna hear again again and again. And how about “Womanizer”? Oh babe, this song cannot infiltrate to my heart… You have to check the video first. Gah! Ahahaha…

But check out this one dude~

You will get such boisterous laughter when hearing it. Jodie Rivera a.k.a VenetianPrincess makes this song a powerful parody. The song that tells about nerds who are being so obsessed and, about a ger who is obsessed too with these nerds. Dunno who is the real nerd… -_-’ Based on her dress, style, that make her very toot, I guess she is the real ah huay. :3 Wkwkwkw…

Oya, No vulgar scene. No stupid beautility. But very the best one while this rhyme comes, “together we’ll discuss html and c++”… oh sick qia zhar bo…

コメントをどうぞ »

10 Hal tentang Gua

* Ditag jois tapi baru kesampaian nulis sekarang. Ahahaha… Gua akui 100% ini kerjaan geje buat gua. OK, gua mulai aja.

1. Sebetulnya ga pengen masuk elektro

Dari dulu sebetulnya gua lebih suka programming. Nggak tahu kenapa gua lebih suka sama yang logika-logikaan ama matematika terapan di programming. Maka dulu gua mengemukakan keinginan gua ke ortu pengen masuk infomatika. Tapi karena orang tua ga setuju, dengan alasan yang sebetulnya ga masuk akal, katanya yang namanya program selalu berkembang dan baru, jadi bisa belajar sendiri di buku. Yah, saat itu gua sebetulnya tahu dari pernyataan mereka bahwa mereka tidak terlalu tahu apa itu teknik informatika, mereka pikir di informatika itu gua bakal diajari “cara pake program”, padahal kita tahu di informatika kita “belajar algoritma” atawa “membuat program”, bukan “make program”. Saat itu gua mikir, wah kok Tuhan ngasih penghalang keinginan gua pengin masuk informatika gini?

Akhirnya gua coba mikir-mikir dulu, mungkin ada sesuatu di balik kejadian itu. Akhirnya setelah gua pikir-pikir dan pertimbangkan masak-masak, gua dari dulu sebetulnya pengin membuat sesuatu yang bisa bermanfaat buat orang lain dalam bentuk nyata, bukan maya. Dan sesuatu itu bukan sesuatu yang mudah dikopi paste dibajak, tapi harus dibeli barangnya klo mau dapet. Malah, gua dulu bercita-cita pengen bikin robot, secara dulu pas masih kecil gua dulu hapal sama isi komik astro boy (tetsuwan-atom). Hahaha… Akhirnya, dengan membangkitkan keinginan terpendam gua pas masih kecil, gua mencoba pengen belajar sesuatu yang bener-bener baru, elektro. Jadilah gua masuk elektro, yang sama sekali ga terpikirkan di benak gua bakal jadi calon engineer. Yah, (mengutip perkataan piter :p) secara dari dulu gua tahunya pekerjaan di dunia itu adanya, PNS seperti bapak-bapak ama mak-mak di guru, kehakiman, kantor-kantor dinas, juga mas-mas ama mbak-mbak di kantoran administrasi swasta, pengusaha tambak, perkebunan, tukang becak, ibu jualan pecel, penjaga wartel…, yaahh… dulu mikirnya sih itu-itu aja. Nggak pernah kebayang dulu klo di dunia ini ada pekerjaan lain kek, engineer, desainer, seniman (<=gua dulu mikirnya ini hobby doang), penjual jasa, pialang saham, penyelam offshore, pertambangan, arsitek, kontraktor, programmer, much more~

Jadi, kesimpulannya, gua masuk elektro dengan modal nekat ga tahu dasar elektro apa-apa sama sekali, yang beda kayak beberapa anak yang udah maenan robot modif sedari sma atawa smp. Mana gua benci fisika lagi. Mana pas hari-hari pertama kuis di elektro suruh ngerjain loop sederhana aja gua bengong setengah mati. Mana isinya integral-integral dan diferensial gajebo rangkaian elektrik (RE) itu. Ngulang RE pulak. Gua sampe mikir, elektro itu persamaan matematika apa nyetrum sih? Hahaha… Semua dari nol lagi gua belajar. Nggak apa-apalah. Dan akhirnya gua bisa bersyukur ke Tuhan yang memilihkan elektro buat gua. Gua bener-bener bisa melihat dunia dengan cara yang baru. Apapun bidangnya, semuanya penting. Kita ga bisa hidup sendiri-sendiri mengegokan bidang kita. Tapi semua saling bergantung. Jadi, hidup team work~!

Alasan elektro: PS3 from about.com

Alasan elektro: salah satunya pengen bikin PS atawa sejenisnya... :p

2. Pemalu

Yo~ah,,, mungkin semua temen kuliah gua sepakat gua pendiem. Yah, rame doang sama yang udah kenal dan percaya deket sih. Ohohoho… Tapi temen sma gua yang pernah duduk sebangku atawa beberapa bangku dari gua pasti berkata gua gila atau alien. Jiakakakak… Masa-masa SMA emang masa-masa paling geje. Dan kuliah gua bertekad untuk meredam kegejean sifat-sifat bawaan sma gua, biar lebih berbobot gitu~. Dan…, eng-ing-eng, gua ga tahu kenapa, kok gua tiba-tiba jadi pemalu?! Aaaarggghhh… Ga seru~~~!!! Itu di luar dugaan. Tiba-tiba aja gua jadi tipe-tipe males ngomong. Ga suka yang remeh-remeh. Ga reaktif. Dan humor-humor gua pas sma ilang semua… Ini di luar dugaan. Terjadi secara alamiah. Kkkhhh… resmi dah gua jadi orang tipikal serius. ==’

Yah, yang gua baca sih, semakin banyak kita menemui kejadian-kejadian dalam hidup, kita lama-lama akan menjadi bijak. Oh-oh-oh… I am being wise man lah! Hahaha…

3. Suka warna biru, dulu oreny

Apa ya, dulu gua suka banget sama oreny klo ke kampus. Yah… sudah gitu gua bosen. Pengen ganti. Dan ketemulah warna biru. Nggak tahu kenapa, kesannya lebih kalem dan menenangkan. Beautiful color. Lebih tepatnya sih, gua suka klo warna birunya dipadukan sama gradasi warna putih atau semacamnya. Wah, bisa mupeng gua liatnya. Gua juga suka nyampurin gradasi warna biru ke item. Oh ya~! Gua juga dulu suka baju-baju warna item. Tapi sekarang bener-bener ga berselera sama sekali. Sekarang gua sukanya sama yang berwarna. Pokoknya berwarna, ga boleh item. Ohohoho… Nais trai gi. :D

4. Suka renang tapi ga bisa renang

Bisa renang? Nnggg… nggak bisa-bisa amat sih. Tapi ya ga bisa dibilang bisa sih. Tapi ya ga mau dibilang ga bisa renang, gua bisa renang juga kok. Loh? Hehehe… Tapi ini olahraga favorit gua selain joging ama maen voli bareng temen-temen. Belakangan pas masuk kampus gua ambil bulu tangkis. Asyik juga nih olahraga keknya. Jadi, gua juga suka bulu tangkis sih, walau amatir banget, yang penting gerak. Heuheu… :p Sampai sekarang setiap pulang kampung, gua pasti rutin minta diajarin renang, dan… sampai sekarang belum bisa-bisa… T__T Dasar guanya yang dodol keknya. Klo disuruh renang di sabuga males. Banyak ****-nya katanya. Kkkhhh… ==’

5. Ga suka sepak bola ama basket

Ga kayak kebanyakan orang. Gua ga habis pikir, kenapa orang-orang bisa suka dengan permainan di mana satu bola bisa diperebutkan oleh banyak orang? Yah~ Mungkin seleranya beda-beda ya. Teteup, voli, renang, jogging, are ma faves. :p

agi~ *resambling after googling

agi~ *resambling after googling

6. Suka desain

Apa aja. Mulai dari desain grafik sampai desain rangkaian. Ahahaha… Gua ga suka sama soal-soal sejenis, berapa nilai x jika ada rangkaian y? Atau berapa medan di titik z? Gua lebih suka soal yang menyeluruh, di mana loe langsung mencurahkan semua konsentrasi di semua titik bagian. Soal-soal favorit gua sejenis, buat devais a yang bisa mengukur denyut nadi. Atawa buat web yang bisa b, c, ama fungsi ama ngeservis d, e, f terus dipublish hari jum’at, dengan target pengunjung g orang, dll, dsb, dst. Intinya, gua gak suka ngerjain soal dengan hanya satu part doang. Bagi gua, itu buang-buang konsentrasi. Part-part pelajari sepintas lalu fungsi ama cara kerjanya. Baru dipikirkan gimana part-part tadi bisa ngebangun sebuah sistem yang bisa berkelakuan h. Itu baru bagi gua soal paling menarik. Di mana semua konsentrasi diboost abis-abisan buat ngedesain sistem yang dipengenin. Itu dari sisi engineeringnya.

Klo art, tipe-tipe desain grafik yang gua suka itu yang simple tapi mengena. Mau berbagi pengalaman, walau simple diliat, terkadang membuat sesuatu yang simpel dan berusaha menyampaikan apa yang ingin disampaikan dalam waktu cepat, semacam advertising, susah banget ternyata. Dari beberapa kerjaan amatir-amatiran yang pernah gua lakuin, pertama itu setidaknya butuh penelitian. Bisa berhari-hari. Biasanya nentuin tema dan objek yang ingin di-advertise-kan. Referensi ada buanyak beut di inet. Klo udah, disketsa di atas kertas. Tentuin kata-kata. Tentuin font, tipe brush, vector, dll. Siapin perhitungan matematika buat template layoutnya (<< ini sedikit lebay tapi hasilnya biasanya lebih sreg dibanding yang dikerjain asal-asalan). Cari kontur warna. Cari material tambahan. Sebelum bener-bener finishing, biasanya tanya ke klien, suka apa nggak. Klo suka, baru difinishing~ Klo nggak, aaaarrrgggghhh~~~. Apalagi klo ada embel-embel, “emmm… gimana ya? nggak keluar tuh feelingnya…” T_____T Mau nangis klo dibilang gini. Tapi mau nggak mau tetep harus nyoba buat lagi. Panjang banget dan rumit tetek bengek yang harus dipersiapkan. Dan terkadang klo kita liat-liat sendiri hasil kita, kadang sering berpikir, masih harus banyak belajar lagi. ==’ Yah~, memang masih harus belajar lagi. Klo ngeliat temen-temen ama mereka-mereka yang udah pro, haduuuhhh… gua masih amatiran banget~. Dan gua tahu, mereka mengalami fase-fase yang, lebih sulit dan kompleks daripada yang gua alami. Jadi, ayo semangat buat jadi profesional~! :p

7. Kangen Ngemeng Jepun

Selama gua di bandung gua jadi jarang banget ngemeng jepun. Nngg… nggak ada temennya. T__T Yang hampir setiap hari gua denger malah orang-orang yang ngemeng hokkien atawa zhong berkeliaran di mana-mana. Jadi pengen bisa ngemeng pake hokkien atawa zhong juga. ==’ Ada juga sih beberapa yang bisa ngemeng jepun, tapi jarang ketemu dan sering ketemu, dan klo ketemu ama dia kita lebih suka pake bahasa Indonesia. Yah, gimana-gimana pun juga, ini di Indonesia ya, jadi ya nggak cocok gitu ngemeng gituan. :p Ada juga sih yang bisa dikit-dikit basenya, tapi tetep aja, itu bukan bisa diajak ngomong, tapi ngajarin ngomong. Ada juga sih temen dari universitas bahasa di bandung. Tapi ketemunya cuma sekali doang. Eeerrrmmm…. Oya, dulu gua pernah diajak ikut perkumpulan bahasa jepun di BLCI setiap sabtu. Ada orang-orang yang lumayan lancar ngemeng juga, seneng banget ketemu ama mereka. Rasa kangen terobati. Tapi beberapa tahun yang lalu mereka yang bisa ngemeng jadi jarang dateng ke sana, dah mo lulus soalnya. Jadinya gua juga jadi jarang ke sana lagi. Sedih… Dan apa efeknya sodara-sodara? Beberapa waktu lalu ketika gua coba ngemeng lagi sama temen gua setelah beberapa lama, argh~, kemana aksen jepun gua??? Ilaaaanggg??? Tolooonggg…! Mana gua sempet mikir nyerna beberapa kata lagi pas ngomong. Wah, alamat mulai kehilangan sense ngemeng nih. Hadoooh, dareka ore to nihongo hanashite kureee~ T___T

8. Ga suka pake baju berkerah, I love T-Shatsu~!

Ntahlah~. Aku lebih suka baju yang santai dan menyenangkan. Kadang diselentingi, masak mau pake kaos kalau ada undangan temen? Gua jawab, apa pake kaos itu nunjukkin klo kita orang, emmm…, allay? atau udik? atau katrok? Ahahaha… Alasan dodol. Tapi itulah gua. Suka yang simple, ga ribet. Jadi kaos sangat cocok ngerepresentasiin gua. :D

9. Ga tega bunuh binatang, semut sekalipun

Percaya ga percaya, gua bisa nahan nangis klo ada orang yang dengan tanpa belas kasian nginjek kecoak pake sendalnya… atau juga ngepuk nyamuk pake tangannya… ==’ Jangan~~~ T____T Mereka juga makhluk Tuhan~~~

10. Melankolis

Begitulah~ Bagi yang gak tahu apa itu melankolis, silahkan cek di paman gugel. Hehehe…

Keluarga DAP 2009: Gua dua dari kiri bawah

Keluarga DAP 2009: Gua dua dari kiri bawah

Sekian postingan ga jelas gua~ Have a nice day fwens… :D

コメント (4) »

Finally changed to B…

I got some stoma-sick-felt while I saw ma score on practice no more than, ermm…, IT WAS TOTALLY WRITTEN E! OMG! Oh Mai God! Oh my… score. T___T What I have been done? Surely I was speechless, till I recognized who has fault. Then after saw what was the reason, this story has begun…

I was not telecom eng stud. And not power eng stud too. Tapi, ya while seeing breath branch of electronics on communication system, I tried it. Thus, I started it easily. No sashitsukaeru mono anymore to omotta. :p Gaa~, here was the problem. I just knew this breath had some, yaah, extra which was said by pract session, in lab of course. Not hard-hard enough. But still interesting.

Yo~ah, i was so curious. Had I apply this course? Then consult to our beloved kaprodi named Mr You-know-who-laa~ He said I must take this course too if i already choose this breath, without jartel. Thus, I tuk.

Nah-nah-nah…, after wan fall this sem, I got the score loh. See what? E!!! OMG! Oh Mai God! Oh my… score. T___T What I have been done? I not stupid!!! <= see? wkwkwkw… The reason is, I didn’t join at jartel pract. In this course, this pract, has 2 kind of practs, 1st comm sys and 2nd jartel. Dunno loh what jartel was, the fact I didn’t join it because of not ma breath. Then-then-then… I do kinda confirmation to the staff with bringing some shoko (<= what’s in english ya this? hahaha…), he assumed and knew and understood what I felt at that time (soooo hard looohh~~~…). Yap, I was given wan propo letter to ma beloved teacher who leads this course to correct ma score of course.

This story just began… (story board approx)

I go over the office… He was not over there. Yaa~, till sweety me on ma body. == Then I go to that office egen, mei you le… ==’ but thanks God, the assist went to me offering help to immediate this busy teacher wan. OK, I accept. I have to got some extra letter from TU for verification. Went to comm TU. The staff said, oh not this comm TU, but gen TU. Went egen to there loh~… It’s summer! >.> Then, OK, gotta one letter. Then, go egen to the assist place. Then, for several days, I didn’t contact. Saw ma score list, and still, E. == Then, mata mitomete shimau. Verified was terrible things. ==’ Ping-pong egen. Tapi, now for different story. They was no over there anymore! The other different staff said, yaa, moving workstation lah.

Huh? :o

Then OK, I tried to search where it was? Nope, not found! Then, somehow, I got, they was changed to PLN building. Yaaa, went egen… == knok-knok-knok… Wanna see Mr XXX? Available? Sorry, he was no here… Aaarrrgghhh… Tapi egen, the super angel assist came and offering help egen. == Syukurlah. Then, she said they now was in trans condition, so cannot process the demand right now (at that time),

eg tool box still on furui (<= what’s this in english ya? hahaha… :D ) office.

OK, receipt! Thus, I waited for some days. Went egen. She said, ’sorry, the box was changed here but it was changed there egen…

Come other day ya. :) <= khhh…

>.<’ Honestly, I didn’t understand what she said about. Tapi, ok lah, receipt… == Then, other day, she was not in her office. <= where huh? Then, other day, she was *** egen… ==’ Tapi, gua got hp number from the staff.

Yokatta… :D

Then, made appointment. Got at 10-an a’clock around. But, missed wan, I was played fb, flickr, and something stuff. Ya, that Then, today, I came, she just went… == OK, I called her, and we made again appoint (with some additional instruct to her office at PLN <= what shamefull me~). Thus-thus-thus, I ran to her place, and…

Yay~! I got the repair!

thanks to gaszappers

thanks to gaszappers

Hohoho… It was so terrible. But, finally I was so rileks. ~(^.-)~

コメント (2) »

Bab Pendahuluan Akustik Terapan ==’

Kemaren gua iseng-iseng pas lagi baca-baca tentang konsep dasar akustik terapan, gua menemukan hal yang menarik di bagian pendahuluannya (karena bab-bab selanjutnya gua rada ga mudeng dengan rumus-rumus sama algoritmanya yang ga gua kenal sebelumnya… ==’). Jadi, ceritanya berawal dari ketertarikan gua sama voice recognition atau semacamnya. Model-model semacam gimana ngolah suara biar bisa diterjemahkan ke bahasa teks atau sejenisnya. Dan di bab pendahuluannya dikasih tahu perbandingan struktur suara bahasa-bahasa di dunia beserta kerumitannya, mulai dari fonologi, fonetik, leksikal, sintaks, akustik, dll, dsb, dst.

sinyal

thanks to phoenixnv: sinyal

Ternyata, ciri khas suatu bahasa dan teknik pengucapannya sangat berpengaruh dalam memberikan interpretasi tersendiri. Gua pikir, pengucapan bahasa Indonesia termasuk salah satu bahasa yang gampang untuk diterjemahkan ke bahasa teks (dan sepertinya begitu), tapi keknya dia termasuk bahasa-bahasa yang analisa pengucapannya suaranya termasuk kategori tanpa aksen. Dan ternyata akan menimbulkan permasalahan di bagian memutus kata per kata. Jadi ya ujung-ujungnya, keunggulan tanpa aksen ini keknya memberikan kesulitan tersendiri dalam memotong kata.

OK, gua ga terlalu tertarik sama bagian ini. Tapi yang bikin gua cukup agak tercengang (dan ada beberapa yang bikin ngakak) adalah kenyataan-kenyataan berikut.

1. Bentuk sinyal…

Ada beberapa kata yang klo kita pikir kita sudah mengucapkannya dengan komponen vokalnya, ternyata sinyalnya tidak menunjukkan kita sudah mengucapkannya. Contoh: klo bilang [inggris] chick (ayam), maka kita akan melafalkannya dengan chik. Sinyalnya begini ternyata…

gbr1

Artinya, huruf i-nya ternyata tanpa sadar tidak terucapkan, hanya sekedar celetukan ‘ch’ yang muncul, karena kita biasanya terlalu menekankan pada konsonan ‘h’ agar ‘ch’ terbedakan bunyinya dengan sekadar ‘c’ biasa.

Selanjutnya es. Begini sinyalnya…

gbr2

Ho~… ternyata bisa terbedakan dengan jelas antara e dan s.

Selanjutnya klo bilang [jepang] uchikesu (menegasikan), sinyalnya ternyata ga jauh-jauh amat dengan kedua sinyal tadi.

gbr3

Jadi kesimpulan pertamanya, huruf konsonan itu ternyata sinyalnya cukup dapat dibedakan dengan jelas dengan sinyal huruf vokal, karena untuk membentuk suatu bebunyian dengan komponen konsonan, kita juga perlu mempersiapkan jeda agar terdengar jelas kita mengucapkan konsonan apa. Soalnya gua pikir dulu klo sudah membentuk suatu suku kata, maka sinyalnya ya bakal membentuk karakteristik tersendiri.

2. Ada yang lebih ribet ternyata…

Bahasa-bahasa model inggris ama prancis yang gua pikir analisa suaranya bakal ribet keknya kalah ribet sama bahasa cheko deh.

Seperti yang sangat diketahui, tulisan dan bunyi-nya, mereka memiliki hubungan yang tidak linear. Seakan-akan encoding. Atau seakan kata-kata tadi suatu alamat, yang akan menunjukkan lokasi kamar yang mana yang menunjukkan cara baca tulisan tadi. Juga, huruf konsonan yang bertingkat-tingkat ama huruf vokal yang dipersambungkan cukup sering didengar. Bedanya, klo inggris termasuk tipe stress accent, klo prancis tipe tanpa aksen kek indon.

Contoh, one twelfths. Kita tidak akan membaca ‘one’ sebagai ‘one’ atau ‘on’, tapi ‘wan’. One termasuk kata yang pengucapannya spesial, sehingga klo kita melihat tulisan ‘one’ kita akan langsung menuju alamat memori di otak yang ngelink ke suatu alamat tertentu yang berisi suara ‘wan’. Masalahnya, yang kek beginian ga cuma one doang, tapi banyak dan susah dibedakan kecuali menghafal. Jadi, kita akan punya banyak alamat address mengenai kosakata bahasa ini.

Selanjutnya konsonan bertumpuk, twelfths. Menurutmu gimana cara mbaca lfths dalam waktu bersamaan? Biasanya kita akan merilekskan diri dan mengeluarkan suara dominan yang mewakili lfths. Begitulah, jadilah sinyal suara yang tidak sesuai tulisan aslinya. Jadi, untuk mengembalikan sinyal suara ini ke bentuk aslinya bakal butuh database tersendiri suara => tulisan. Belum lagi masalah kemiripan, jadi bakal ada banyak kemungkinan pemilihan teks yang tepat.

Susah ya keknya nganalisanya. :D Tapi ternyata gua berpikir salah. Ada yang lebih aneh lagi. [Rusia] zdravstvujtje (met pagi). OK deh, banyak huruf v-nya, susah keknya deh ngucapinnya… ==’ Tapi ternyata gua salah lagi. Ada yang agak lebih parah sodara-sodara.

[Cheko] zmrzlina (es krim).

Ini gimana cara ngomong zmrzl dalam waktu yang bersamaan ya (apalagi munculnya di depan, bukan di belakang kek lfths)?

Dan ternyata, sekali lagi gua salah berpikir klo itu susah diucapkan dan dianalisa sodara-sodara.

[Cheko] strč prst skrz krk (masukkan jari ke tenggorokan)



Kok ga ada huruf vokalnya sama sekali ya… ==’

3. Keterbingungan…

Klo di bahasa Jawa, ada tebak-tebakan pas masih kecil, coba ngomong ‘Laler ndek rel’ dengan cepet dan berulang-ulang. ==’ Biasanya bakal ada yang salah ngomong pada bagian rel. Ada juga yang semacam itu di bahasa Indonesia.

Sekarang mulai dari yang populer di bahasa cina. Di bahasa ini ada 4 macam nada untuk tiap-tiap vokal biasanya. Jadi, klo ada 5 huruf vokal, berarti ada 20 cara baca huruf vokal. Lebih tepatnya, ada 416 silabel dalam bahasa cina (416 cara baca suku kata yang sama klo dalam konteks huruf latin), dan 4 macam nada, total ada 1345 silabel. Note: silabel itu bukan huruf hanzi-nya loh. Huruf hanzi cina yang standar dan penting dikuasai untuk kehidupan sehari-hari ada 4000an huruf.

Contoh; 媽[mā] (ibu), 麻[má] (rami), 馬[mă] (kuda), 罵[mà] (mbentak/neriakin). Jadi, akan terbentuk kalimat lucu seperti, 媽罵馬 (ibu neriakin kuda).

Kurang seru~… Ada yang lebih seru lagi. 柘氏嗜食石獅 [shí shì shì shí shí shī] (tuan shi suka makan singa batu)

Ho~… : o

Gua baru sadar, di bahasa jepang ada juga ginian. Lucu juga ternyata klo diucapkan. Karena ga pake nada, sedangkan kata-kata majemuk dengan tulisan kanji beda dengan bunyi yang sama jumlahnya sangat banyak, dipakailah pitch accent ama morae. Kebingungan membaca biasanya muncul ketika diucapkan, bukan ketika membacanya, soalnya biasanya klo mbaca kanji jarang banget meinginterpretasikan dengan melafalkannya di otak (untuk nghemat memory dan biasanya cukup membaca artinya) soalnya satu kanji biasanya punya cara baca lebih dari satu dengan aturan-aturannya (bahkan ada yang sampe punya 30 cara baca, kek 生).

Contoh: 甥を青い家へ追う [oioaoiieeou] (ngejer ponakan (laki2) ke rumah biru)

Juga, 正しい、いい言い方 [tadashii,iiiikata] (bener, kamu ngemeng dengan cara yang bener). Juga, 経営へ影響 [keeeeeeekyoo] (pengaruh ke menejemen). Juga, おう、王を追う [oo,ooooo] (oh~, dia ngejer raja).

Hmmm… Oh, gitu ya gan… : o

==’

4. Bahasa Hawaii

Ini bikin gua agak terkejut juga. Baru tahu gua klo ternyata di bahasa ini cuma punya 8 konsonan~ Oh, delapan konsonan… ==’ Yaitu, p, k, h, l, m, n, w, `. Jadinya, akan terjadi transliterasi bahasa asing ke bahasa lokal. p, b, f => p. v, w => w. s, h, sh => h. l, r => l. n, ng => ng. t, d, th, s, z, zh, ts, dz, k, g => k.

Praktis, [inggris] brush diterlokalisasikan jadi ‘palaki’. San Fransisco jadi ‘kapalakiko’.

Hmmm… Kek anak cadel aja… ==’

classroom

thanks to allnoisecontrol: classroom

OK, sekian dulu kekaguman saya akan ranah bahasa di dunia ini. Btw, kok jadi bukan inti dari teknik akustik ya. Hahaha… Yasud, semoga kita sebagai manusia bisa terus mensyukuri hidup ini kepada Tuhan YME.

do not bother with this

thanks to taylorguitars: do not bother with this

(source utama: Sagaya Applied Acoustic on Phonetics)

コメント (2) »

Next Season…

Hohoho… Just, I see ma friends publish their designs in flickr… Whoa~ they are such professional loh… ^^; Yue ni, I wanna publish some sort of my not-so-smart designs in flickr. Hehehe… Sorry for amateur. Hope you enjoy. :P

Da Fur van RenderMan Studio

Da Fur van RenderMan Studio

Here Ma Fliker Account~

コメント (1) »

Cerita ke\-0

Yo~ ini cerita yang gua tulis jum’at kemaren. :D

Kemarin minggu-minggu berat buat gua. Praktikum-UTS-Praktikum-makan-Praktikum-PR-Praktikum-ngegame-Praktikum-tidur… dan semacamnya. Hhh… Gua pernah tidur cuman beberapa jam hanya buat ngerjain laporan dan paginya bolos kuliah cuman buat nyiapin praktikum. Dan ketika gua kira itu berat ternyata gua harus bersyukur, ada temen gua yang ga tidur buat ngerjain tugas-tugas yang ___klo boleh gua boleh bilang___ rada sick.

Sudahlah, yang penting udah lewat. Gua sampe ga sempat nulis dan ga berselera nulis blog. Tapi karena sekarang gua lagi ga sibuk apa-apa, yu~ kita hidupkan semangat menulis lagi.

Ada cerita apa ya… Hmmm… Gini deh gua bikin list dulu judul kejadian-kejadian menarik apa yang pengin gua ceritain.

1. Ber komunikasi
2. Meragukan Tuhan
3. LaTeiCh loh~
4. Kisah mereka yang membuatku bersyukur dilahirkan sebagai Agi
5. Gay and Lesbi
6. Gua ngerasa ujian itu ga penting…
7. Titik balik hidup gua
8. Nouryoku shiken
9. Mereka sudah lulus, dan ada yang kerja di …, aargghhhh iiiirrriiiii!
10. Rival vs Teman (lagi)
11. Hidup itu uang
12. Ma Trik!
13. Kyaaa!!! Kok jerawat muncul lagi???
14. Susahnya jadi orang (yang memendam ke-) narsis (-an)…

Banyak ya… Apa sempet ya gua tulis semua? ==’ Hahaha… Yang jelas, gua pengin mulai dari cerita ke-0 yaitu, Jum’at ini aku pulang kampung. :D

Gua lagi batuk. Udah beberapa hari. Dan malem kamis puncaknya. Skala batuknya bener-bener bikin tenggorokan sakit dan gua sempat muntah secara gak sadar beberapa kali (maksudnya dalam kondisi tubuh belum sadar sepenuhnya dari tidur, gua bisa nyari dan ambil kresek terus muntah di sana). Syukurlah pagi ini gua walau masih batuk-batuk, rasanya gak seberat yang semalem.

Masih ada banyak hal yang kudu diselesaiin hari ini sebelum gua pulang. Nempatin janji gua ke temen, ambil pesenan temen, ke annex, ke tu, ke bni <- tiga terakhir sepertinya prosedur buat KTM baru. Terus gua belum tata-tata baju dong. Mana celana kesayangan gua ada yang belum kecuci. Astaga… Juga, gua belum ke kartika sari beli oleh-oleh. ==’ Juga belum milih baju apa yang bakal gua pake nanti. Juga gua belum mandi ini dong~ Padahal ini udah jam 10:01 dan gua belum ke kampus. Oh~~~…

Aku dapet dari CLEMZ, thanks alot!

Aku dapet dari CLEMZ, thanks alot~

Ntah vava… Yang penting semua barang-barang dah siap walau belum siap 100%. Hehehe… Udah ah, saatnya mengucapkan bu-bai buat bandung tersayang. Nti Januari gua insya Allah balik lagi ke sini. Do’ain gua selamat di jalan ya. Met liburan friends… ^^

コメントをどうぞ »

Mmm…

Mmm… Iseng-iseng pas gua buka blog lama gua, ternyata aku liat statistiknya banyak juga yang dateng. Padahal gua sama sekali gak update-in tuh blog. Dan akhirnya setelah salah satu temen gua kasih saran gua lanjutin aja, akhirnya aku mutusin untuk menulis (lagi) di blog lama gua. Selamat menikmati tulisan gua yang gak jelas ini. :D

乱れる日々とその結果

hermysig2bv3

コメントをどうぞ »

Duniaku kembali menjadi indah entah mengapa…

Di postinganku sebelumnya aku menulis tentang sesuatu yang membuatku sebal tiba-tiba (padahal pada dasarnya aku ini orang baek-baek). Hehehe… Ya, itu kondisiku beberapa hari yang lalu, yang membuatku sempat berkomentar dalam hati dengan kata-kata yang tidak perlu. Bisa dibilang, mungkin sisi jahatku muncul. Dan aku sendiri kaget, kok bisa anak se-innocent aku berbicara seperti. Tapi tak mengapa, ternyata setelah aku mencoba untuk berpikir positif, pikiranku berubah~

Ya, inilah kondisiku sekarang…

:D

Now I’m happy man again. Aku jadi berpikiran setiap orang mungkin punya alasan tersendiri untuk berbuat sesuatu yang, menurut kacamataku, itu salah. Jadi kembali ke nilai-nilai dasar aginisme, mulakan memahami bagaimana dan kenapa orang berpikir seperti itu atau seperti ini, nanti toh kamu akan memaklumi dirimu sendiri.

Hmmm… Kalau dilihat-lihat, aku sepertinya memiliki kepribadian melankolis. Tidak stabil tapi dalam periode yang lama. CMIWW. Maksudnya, kemaren aku sempat sebel, dan sekarang aku bahagia. Tapi periodenya lama. Jadi ya… labil mungkin. Hahaha… Entahlah, sekarang aku melihat orang lain dalam kondisi mereka semua punya alasan melakukan sesuatu hal yang mungkin menurut aku konyol. Dan aku bahagia melihat mereka. Karena bisa jadi kelak aku merindukan tingkah laku mereka setelah aku lulus.

Sesuatu yang seharusnya disyukuri memang. Karena dengan adanya divergenitas, membuat hidup kita tidak membosankan. Indonesia memang negara yang bagus untuk melakukan eksperimen divergenitas. MiniLab lah. Try to give them some opinions that can trigger some controversy. It will be funny to see how they express their emotions in different ways. Somehow they will start arguing each other. Like, I cannot explain why do I take one norm and why do they take another one. But keep expect that they will make own happiness anyway.

Oya, can someone check my gramm here? :D Hehehe…

コメントをどうぞ »