Perutku lagi Mual -_-‘

Entah kenapa keadaan perutku sekarang lagi mual-mual gitu. Hamil… -_-‘ Hwawawa…

Ah gak jelas. Yang jelas, nanti jam 3 gua ada kuliah. Yo~ah, jam 3 euy. Kenapa harus jam 3? Kan itu saatnya gua bersantai gak jelas. Hoa… Ngantuk. Yasudah, abis ini mungkin gua bakal keluar sebentar sambil baca buku di warung.

Btw, lagunya Bond keren-keren. Sekarang gua lagi mendengarkan Explosive. Huiii… Keren banget~ Rasa kebersemangatan muncul lagi akhirnya. Hihihi… Aku juga lupa mbawa sesuatu ke kampus deh kayaknya. Btw-btw, gua juga lagi mupeng sama lagunya Tohpati feat. Sute yang Senandung Rindu. Ho~ pengen punya. Ada yang jual nggak ya di deket-deket sini?

‘Aku ingin~ rasa indah kan hadir untukku…’

Hyaaa… Sounds cool, mak! Let’s singing again~… :3

Advertisements

Hidup

Sambil nunggu hasil donlotan selesai gua mencoba merenung sebentar.

Untuk apa kita hidup jika semuanya sudah ditentukan?

Sebuah pertanyaan yang terkadang membuat aku harus berpikir berulang-ulang. Semuanya hidup dengan cara hidupnya masing-masing. Semuanya dibesarkan dengan cara yang berbeda-beda. Dan semuanya memiliki pola pikir, idealisme, dan ideologi masing-masing. Semuanya juga percaya akan hal yang mereka percayai masing-masing. Sehingga terkadang muncul gesekan-gesekan dalam kehidupan ini.

Sayangnya, banyak yang menanggapi gesekan yang muncul dengan cara yang terkadang jika kita coba lihat sebagai orang lain, akan terlihat konyol. Konyol sekali. Padahal, kita bisa menyikapi dengan lebih bijak. Lebih berjiwa besar, lapang dada, dan tidak menghina siapapun yang ada di depan kita.

Yah~… itulah manusia dengan segala keunikannya. Terkadang gua sendiri ikut terjun terlibat dalam pembicaraan konyol dengan teman-temanku. Kadang juga terlibat perdebatan yang membuat darah berdesir-desir menahan emosi.

Apakah itu baik? Membuat suasana yang tadinya tenang, aman, dan damai, menjadi kacau hanya karena ingin mempertahankan apa yang kita percayai. Apakah itu baik?

Apakah agama itu ada untuk dijadikan tameng sebagai alasan manusia berperang? Kenapa banyak sekali kejadian-kejadian memilukan yang berawal dari perseteruan antar agama? Kenapa bukan perseteruan pemahaman? Yah, ada juga karena hal ini. Dan menurut Max, selama sejarahnya manusia berperang karena alasan perbedaan kelas. Apakah ini benar? Yah, jika kita lihat terkadang seperti itu.

Kalau memang banyak perang yang disebabkan oleh alasan agama, apakah agama itu membawa bencana? Kenapa tidak sekalian saja tidak perlu ada agama di dunia ini? Kita bisa hidup bebas, damai, tanpa membawa kontroversi. Kita bisa bertindak dan berlaku sesuka kita tanpa perlu melihat perbedaan. Toh, kita semua manusia biasa di alam raya ini. Jadi, kita bisa hidup tanpa ada rasa curiga dan negatif terhadap orang lain.

Apakah gua akan berkesimpulan agama itu lebih baik tidak ada saja di dunia ini untuk menjaga kedamaian dunia?

Sayangnya gua tidak sepaham. Dan gua merasa agama masih memiliki esensi ada di dunia ini.

Apa jadinya jika manusia tidak mengenal Tuhan?

Hhh… Gua rasa akan terjadi tragedi yang lebih parah daripada yang sudah ada sekarang…

Jadi ngelantur pembicaraannya. Yasudah, gua sudahi saja. Toh, donlotannya gagal. –‘ Semoga gua menjadi manusia yang lebih baik daripada sebelumnya.

N.B. Jika Tuhan maha tahu, termasuk apakah kita akan masuk surga atau neraka, kenapa Dia tetap menciptakan kita? Gua sendiri masih mencoba untuk mengerti.

Medan

Tadi gua masuk ke kelas medan loh. Medan elektromagnetik k3. Hwawawa…

Menyebalkan. Sudah capek-capek dateng ternyata dosennya nggak datang. Akhirnya tadi setelah nongkrong kurang lebih setengah jam di dalam, akhirnya aku memutuskan untuk pergi dari kelas dan menuju komlebs. Sia-sia-kah? Yah~, ngerasa agak sia-sia… Ntah vava. –‘

Sebetulnya pelajaran seperti apakah medan itu? Intinya ini pelajaran yang konon kabarnya memakan korban cukup banyak dalam hal pengulangannya. Penasaran seseram apakah pelajaran ini, akhirnya gua mencoba mendownload material pelajaran ini dari MIT. Dan… Eng-ing-eng! Hwawawa… Mo ngakak~!

Gua mencoba menghafalkan 3 rumus pembukaannya yang aneh sekali bentuknya, dan hasilnya… gua nggak hapal… Hohoho… Dasar…

Yasudah, semester ini akan menjadi semester yang menyenangkan. Try for new style, all of my things. Dosen baru, kelas baru, kelakuan yang baru, dan tetap, berusaha menjadi jati diri yang baru.

OK, gua sudah cukup capek nulis ginian. Laen kali kita sambung lagi. Bai-bai~! ^^

Hunting

Ho~

Kemaren sempet liat orang-orang yang berbaju aneh. Jadi tergoda untuk mencoba. Hehehe…

Berikut adalah baju yang membuat gua mupeng pengen cepet-cepet beli. Sayangnya, nih baju ada di DeviantART. Hhh… Harganya keknya perlu didumping dulu deh sampe ke Indon. Hwawawa…

Selanjutnya aksesoris gak penting yang lagi-lagi… Ugh~… Peeengggeeennn…

Lanyard! Berikut adalah skrinsyut-nya.

Terakhir, yang gak ada hubungannya sama kehidupan sehari-hari gua di kampus, baju nyelam! Gubrak~… Billabong neeh. Hwawawa… Ini mah apa lagi. Gak aplicable sama sekali di kampus. Hehehe… By the way, it’s cool wetsuit! ^^

Piracy: Pembajakan

Sensitif. Itu kesan pertama kalau membahas masalah satu ini di Indonesia. Termasuk diri gua sendiri. Hwawawa…

Apa anda pernah mencuri? Gua rasa hampir semua orang pernah melakukan hal ini. Hukuman bagi seorang pencuri? Ya, klo mau mengacu ke hukum yang ada di Indonesia, seharusnya dipenjara. Ups, tapi tunggu dulu, ada juga beberapa orang yang berkata aku tidak pernah mencuri. Ya, bisa jadi. Terutama bagi mereka yang tidak memiliki komputer. Apa itu artinya gua menggeneralisasikan bahwa yang punya komputer pasti melakukan pencurian? Nggak juga. Sekarang kita coba lihat definisi mencuri dari sisi yang berbeda.

Piracy, sebuah kata yang jika kita coba terjemahkan secara bebas di dunia perkomputeran adalah pembajakan. Apa itu pembajakan? Pembajakan berasal dari kata membajak. Membajak bisa berarti mengolah tanah di sawah sehingga bisa dipakai. Tapi, karena kita sedang membicarakan dunia perkomputeran, definisi ini tidak cocok rasanya. Definisi lain dari membajak adalah mengambil barang orang lain secara paksa dan tanpa ijin untuk kemudian dipergunakan untuk kepentingan diri sendiri. Ini definisi yang paling cocok dengan apa yang kita bicarakan.

Lantas apakah membajak itu sama dengan mencuri. Yah, mendekati sekali. Karena kita mencuri biasanya takut dan beraksi secara tidak terlihat. Tapi kalau membajak, biasanya tanpa perlu khawatir kita akan terlihat atau tidak. Semuanya gua tulis dengan kata-kata ‘biasanya’. Karena saya sendiri pun tidak yakin itu benar-benar terjemahan yang tepat. Tapi, kalau pemerintah memberlakukan aturan yang ketat, pasti membajak akan menjadi suatu pekerjaan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Anda punya komputer? Jika iya, itu Apple atau PC biasa? Klo jawabannya PC biasa, kemungkinan tingkat pembajakan softwarenya tinggi. Klo Apple tingkat pembajakannya kecil, mengingat software2 Apple jarang beredar di Indonesia.

Sekarang lebih spesifik saja. Pemakai Windows? Apakah Windowsnya asli? Apakah paket Microsoft Office-nya asli? Apakah software-software di dalamnya asli? Hmmm… Rasanya banyak sekali di antara kita yang memakai software bajakan. Wajar, harganya cukup mahal untuk ukuran orang Indonesia. Yah… pernahkah berpikir, kalau membajak itu sama saja dengan merampok? Karena software-software canggih TIDAK DIBUAT DALAM SATU MALAM. Penuh perencanaan. Penuh para ahli yang terlibat di dalamnya. Banyak sekali masalah-masalah teknis yang muncul. Yang mereka, bekerja siang malam untuk membuatnya.

Kenapa mereka bekerja siang malam? Tentu karena mereka mencari makan. Mereka bekerja. Bekerja beneran seperti kita kebanyakan. Agar kelangsungan hidup, anak dan istrinya terjamin. Sungguh, mereka melakukan pekerjaan yang menguras pikiran dan fisik. Dan mereka pasti punya harapan, setidaknya softwarenya diapresiasi oleh penggunanya. Setidaknya dihargai.

Lantas, apa yang mereka rasakan kalau tahu softwarenya dicuri dan dipakai semena-mena tanpa pembayaran royalti dari penggunanya?

Gua rasa sakit hati. Dan itu sulit dilukiskan. Seperti hasil pekerjaan kita tiba-tiba dirampok orang…

Yah…

Saya sendiri masih mencatat, Office 2007 dan kroninya, Adobe dan kroninya, Corel dan kroninya, masih terinstall di komputer gua dengan cara illegal… Alasannya klasik, karena gua sekarang membutuhkannya.

Dunno what to write…

Klo mp3? Gua rasa kita tidak terlalu membutuhkannya… Karena itu kebutuhan sekunder kita. Jadi, kalau misalnya masih tidak bisa lepas dari software illegal, setidaknya, mari kita mencoba dari hal yang paling kecil terlebih dulu. Mp3 misalnya. Jangan biarkan ada mp3 illegal di komputer anda. Belilah lagu-lagu secara legal. Hargailah penyanyinya. Dengan begini, mungkin kita sedikit-sedikit bisa terlepas dari ketergantungan terhadap sesuatu yang illegal.

Selamat mencoba. 😀

The Beautiful of Nature: Reproduction

Tuhan menciptakan makhluknya dalam 2 jenis yang berbeda. Laki-laki dan perempuan. Dari sanalah makhluk hidup bisa berkembang biak dan meneruskan kehidupan. Semuanya diatur atas kuasanya. Dan kuasanya sungguh tidak membuat manusia dalam kesusahan. Karena Tuhan sejak awal memang menghendaki manusia untuk hidup dengan mudah tanpa beban, tapi tetap menjadi makhluk yang terhormat.

Dan inilah shot yang sempat gua ambil dalam merenungi dunia dan fenomenanya…

Hahaha…

Wah, ero-shashin ya. Tapi itulah dunia dengan segala keindahannya. Penuh dengan pelajaran dan harus diresapi! Hahaha…

Udah ah~… Jadi ngaco ntar lama-lama. ^ Yasud, sekian dulu pelajaran hari ini. Dan aku akan pulang ke Bandung besok insya Allah.

Bandung~ I’m comming babe!