Apakah gua menyebalkan?

Terkadang gua pernah berpikiran kek beginian. Mungkin bagi beberapa orang gua ramah terhadap mereka, tapi buat beberapa orang yang lain gua terasa menyebalkan bagi mereka. Kok? Soalnya suatu hari, pas lagi ngumpul rame-rame di rumah kost temen, gua tiba-tiba lagi nggak mood ngomong, penginnya cuman denger musik. Klo pun mood ngomong, in english aja, biar nggak direct gitu sensasi aura yang dibicarakan. Hohoho… Dan karena gua tipe-tipe jaim, gua menanggapi dingin obrolan temen gua yang ngajak ngomong ke gua, seperti hanya sepatah dua patah kata bahasa Indonesia atau kalimat panjang dan cepat in english. Dan entah karena dianya nggak tahan, akhirnya dia bilang (klo gak salah kata-katanya), ‘Agi… Kamu itu menyebalkan.’

Sorry guys, I don’t mean like that.

Iya juga sih… Kadang gua jadi nggak mood ngomong klo bertemu dengan beberapa jenis orang tertentu. Klo udah gini kejadiannya, senyum aja gua males. Tahu kenapa? Klo senyum bakal menghabiskan ATP. Hwawawa… Kadang juga gua mood ngomong sama beberapa jenis orang tertentu. Dan klo sama kek ginian, dengan ringannya gua bakal menghabiskan ATP untuk senyum atopun ketawa. :3

Diskriminatif? Iya-ya… 😀

Kenapa kelakuan seperti ini muncul? Gua pernah baca, manusia akan secara naluriah mencari teman dengan sensing yang ada di hidung… Maksudnya jika ada hormon atau apa gitu gua nggak tahu, yang membuat dia nyaman berinteraksi dengan dia, dia bakal memilih orang tersebut sebagai teman. Dan sayangnya gua bukan tipe seperti itu… ==’ Karena setiap orang prinsipnya adalah sama bagi gua. Jadi, semuanya gua anggap berpotensi sebagai teman. Cuman, akrab atau enggaknya, itu cuman masalah perioda saja. Karena bisa jadi gua akrab sekarang, tapi tiba-tiba nggak mood akrab di perioda berikutnya, dan sayangnya, ketika gua pengin kembali akrab lagi, gua berpikir rasanya gua nggak cocok lagi.

Udah 3 grup yang kek begini…

Pas TPB pernah ngerasain 2 grup yang gua ngerasa asik nimbrung bareng mereka. Terus pas tingkat 2, entah karena gua bosen atau jarang ketemu, gua nggak ngerasa asik lagi nimbrung bareng mereka. Terus tingkat 2 gua bertemu dengan sebuah grup yang… alamakjang… entahlah gua harus bilang apa. Tapi gua seneng bareng mereka. Lebih merakyat soalnya. Hahaha… Dan sekarang gua ngerasa gak nyaman lagi bareng mereka, karena merekanya sendiri juga mulai terpecah belah karena beda subjur… Dan sekarang ketika gua ngerasa nggak bareng sama 3 grup ini lagi, gua ngerasa ada yang ilang. Dan sekarang gua lagi bareng sama sebuah grup baru, yang gua sendiri nggak terlalu berharap banyak apakah gua bisa akrab dengan mereka dalam waktu lama atau nggak.

Gua berpikir, itukah definisi teman? Berteman hanya sekedar mood? Yah, gua akui gua emang keterlaluan. Dan mamaku pernah bilang begitu karena gua acuh sama TEMEN BAIK gua sendiri pas SD yang sekarang bahkan TETANGGAAN… Mamaku pernah bilang, ‘Nang, kamu inget nggak dulu kamu itu selalu nggandoli sama si xxx pas SD dulu… Masak sekarang ketemu di jalan aja kek gitu…’ Maksudnya, nggak nyapa dan mengajak masuk rumah dulu buat main kompi dulu kek atau maenan apa kek. Gua jawab, ‘Yaelah ma… Masak kek gitu… Ya kan aku sudah besar, udah punya kesibukan yang beda.’

Nggak logis sih jawabanku. Tapi ya gitu. Gua keknya emang punya masalah di long term friendship. Dan masalahnya adalah gua sendiri, yang mungkin terlalu menganggap enteng perasaan orang lain… Dan gua minta maaf kepada semua teman yang merasa gua jutekin… Jujur, gua nggak bermaksud seperti itu…

Apakah gua bahagia dengan kehidupanku sekarang?

Private answer. Dan jawabannya gua sangat-sangat bahagia. Best sangat2 lah. Hampir tiap hari gua dalam keadaan good mood, kecuali untuk masalah ngomong dan tersenyum. Dan gua akan sangat bahagia lagi klo udah balik ke rumah. Semua habit gua bakal balik semua. Hwawawa… Maklum, secara klo di Bandung gua harus hidup di flat yang… ah… dan juga hidup serba teratur dengan uang yang terjatah. Dan hidup sederhana selama 2 tahun di Bandung benar-benar membuat gua mengerti bagaimana rasanya hidup susah itu.

Bayangkan ketika kamu harus menyiapkan makanan untuk diri sendiri. Bayangkan ketika kamu harus ngecuci pakaian kamu sendiri. Bayangkan ketika kamu tidak bisa hidup sebebas kamu di rumah. Hidup dalam satu kamar sempit di lingkungan yang _jujur_ kotor dan tidak sehat. Udara pengap. Kasur di bawah. Nggak ada tivi. Nggak ada temen maen, entah badminton kek jogging kek atau semacamnya. Belum lagi kehidupan kampus yang… hhh… akademik + non-akademik = Hope this will be ma good experience in ma future.

Intinya, hidup sendiri itu susah. Kata temen baek gua, harus ada yang ngurus. Hahaha… Itu mah udah nyerempet ke arah kawin. :3 Emang juga sih, keknya gua sudah harus mulai berpikir ke arah situ. Dan sekarang lagi hunting. Sayangnya, belum ada yang cocok. Mungkin guanya yang perfeksionis. Soalnya, untuk ngungkapkan tiga kata keramat ke orang yang nggak gua suka, dalam artian cuman sekedar nyoba gimana rasanya bareng orang laen, itu bukan hal sulit alias nggak ada beban. Dan sayangnya lagi, gua paling nggak bisa ngomong gituan ke orang yang gua suka… ==’ Alamiah sih. Secara gua pernah diambangin juga tiga kata keramatnya. Hahaha… bete. Kata papa, mamaku sudah kebelet pengen nggendong cucu… Menurut gua, terlalu cepat… ==’

Kembali ke kehidupan. Pas gua ke Pasar Baru, gua ngeliat orang-orang yang hidup di pinggir jalan. Mereka jualan… Dan gua melihat keadaan sekitarnya yang dilalui banyak orang. Panas-panas gini… Dan trotoarnya kotor… Gua bertanya, oh Tuhan…, kenapa? Kenapa begini…? Wajah mereka itu wajah yang nggak punya apa-apa. Tapi mereka hidup! Mereka masih hidup dalam kehidupan yang seperti itu. Di blog temen gua, dia bilang kenapa para beggar masih aja strugle di jalan kek gitu, kenapa nggak commit to suicide aja? Katanya, karena mereka punya impian. Dan impian itu membuat kamu masih bisa bertahan hidup.

Jadi apa relasi dari teman – hidup – impian?

Itulah. Gua merasa hidup itu bukan sesuatu yang sekadar main-main. Hidup itu hal yang serius. Jadi, gua nggak mau main-main. Dan mungkin ini yang membuat gua males ngomong nggak perlu ke orang lain, kecuali sama temen deket gua. Dan akibat kelakuan gua mungkin ada temen yang merasa tersinggung. Padahal gua merasa semua teman… Sorry… Dan impian, ini yang membuat gua selalu dalam kondisi good mood. Gua merasa, setiap hari jalan menuju impian gua semakin dekat dan semakin dekat.

Pernah gagal meraih yang dicapai? Pas SMA jarang, dan sayangnya pas kuliah jadi lumayan. Hwawawa… Tapi gua pengin tetep ngotot. Karena gua tahu, klo anak kecil jatuh karena belajar jalan, dia bakal berdiri lagi, karena dia ngotot, dan dia tahu dia bakal bisa jalan. Makanya dia ngotot. That’s bushidou (samurai passion, red.). Dan gua pengin terus ngotot walau gua jatuh berkali-kali. Karena gua yakin, entah pada usaha yang keberapa, pasti, Tuhan akan memberikan jalannya ke gua. Ima made shinjiru kara. 🙂

Meiji contitution + 1947 contitution (From ma friend blog)

Gua nemu artikel dari blog temen baek gua. http://www.suicune.co.nr Isinya bagus loh. Silahkan dibaca untuk tambah pengetahuan. :3

MEIJI CONSTITUTION / THE CONSTITUTION OF THE EMPIRE OF JAPAN

Tanggal 11 Februari 1889 (21 tahun setelah restorasi Meiji), Constitution of the Empire of Japan diumumkan secara resmi bersama dengan:

– the Imperial Household Law
– the Diet Law
– the House of Representatives Members Election Law
– the House of Peers Edict

MEIJI constitution terdiri dari: 7 CHAPTERS dan 76 ARTICLES
di mana article 73 menerangkan tentang perubahan konstitusi (yg membawawanya menjadi constitution of Japan di tahun 1947).

SEKILAS SEJARAH PEMBENTUKKANNYA…
~ Pembentukan Meiji Constitution mengambil model dari Prussian Constitution of the Second Reich, yang ditemukan pada Januari 1871.
~ Pada saat itu Ito Hirobumi mengunjungi Berlin dan Vienna untuk
mempelajari konstitusi pemerintahan.
~ Sekembalinya dari kunjungannya di bulan Agustus 1883, Ito membuka
jalan untuk mengenalkan konstitusi pemerintahan yang telah
dipelajarinya melalui PEERAGE ACT (JULY 1884), yang mana merevisi
sistem ‘peerage’ dengan style Eropa, merevisi institusi dari sistem
kabinet (Desember 1885), kodifikasi pemerintah lokal melalui
Municiple Code and the Town and Village Code (April 1888), dan
pembentukan the Privy Council (April 1888).

SEKILAS MENGENAI ISINYA…
~ MEIJI constitution dibentuk dengan dasar pemikiran monarki konstitusi dengan lingkup kekuasan yang besar pada Kaisar.
~ Sangat terlihat jelas bahwa sistem Kekaisaran merupakan inti dari
Konstitusi Meiji ini.
Seperti kekuasan Kaisar yang terlihat jelas di dalam konstitusi ini:
* Kaisar diberi kekuasaan tertinggi (supreme power) terhadap segala
urusan negara (article 4).
* Kaisar mempunyai otoritas tertinggi terhadap segala aparat administrasi negara dan mengenai gari dan perjanjian dan
pembubaran sipil serta pegawai militer.
* Kaisar sebagai Komandan tertinggi dari army forces.
* Kaisar juga sebagai pemegang otoritas tertinggi mengenai urusan
kekaisaran, urusan agama, dan pelimpahan kekuasaan (bestowal of
honors).
~ Di dalam konstitusi ini dijelaskan bahwa Kaisar itu bersifat “sakral
dan tidak dapat diganggu-gugat” / “sacred and disvioable”. Tetapi
pada kenyataannya tidaklah selalu seperti itu. Karena pada akhirnya
ada militer dan ultranasionalis (yang mengabdikan diri pada Kaisar
dengan amat sangat) yang mempunyai kontrol atas Jepang. Sifat
tersebut hanyalah pernyataan dari prinsip dasar dari setiap negara
yang menyebut dirinya monarki. Pada prinsipnya, “the ruler does not
act alone”.
~ Konstitusi Meiji ini juga menjelaskan bahwa:
# memberikan menteri negara tanggung jawab sebagai penasihat dalam
pemerintahan eksekutif, peraturan Kekaisaran, dan imperial
rescripts.
# menegaskan bahwa Kaisar menjalankan kekuasaan legislatif dengan
persetujuan dari Imperial Diet (article 5).
# segala hukum memerlukan persetujuan dari Imperial Diet (article
37).
# menjamin kebebasan pengadilan, terutama, mepercayakan kekuasaan
pengadilan intrinsik Kaisar to the courts of law.
# kaisar mempunyai army and navy general staffs untuk membimbingnya
dalam permasalahan pemberian perintah sebagai seorang komandan.

KERUNTUHAN DARI MEIJI CONSTITUTIONS…
1. Kurangnya kebijakan yang menerangkan kewajiban dan kekuasaan yang
dimiliki oleh kabinet dan perdana menteri.
Satu-satunya kebijakan yang mengatur menyangkut permasalahan
kabinet adalah RULES OF THE CABINET SYSTEM 1889 (Imperial Edict
135). Tetapi, pada kenyataannya PM tidak mempunyai kekuasaan yang
konkret untuk meyakinkan kebulatan suara Kabinet yang diperlukan
di bawah RULES OF THE CABINET SYSTEM. Jepang yang mempunyai PM dan
kabinet dan harus bertanggung jawab secara langsung ke Imperial Diet
dirasa tidak mempunyai banyak wewenang dan kewajiban, sehingga
seperti tidak mendapatkan arahan yang jelas dalam menjalankan
perannya.
2. Kebebasan dari pemberi perintah tertinggi, seperti yang ditetapkan
dalam article 11).
3. Ketidakmampuan dari IMperial Diet, yang mana fungsinya terbatas
dalam penyetujuan legislasi / undang-undang.
$ Sistem bikameral (dua pintu) mengurangi otonomi untuk meloloskan
hukum / peraturan mengenai komposisi, organisasi, dan operasi.
$ Imperial Diet tidak punya kuasa dalam deklarasi perang, konklusi
perjanjian / traktat, dan kekuasaan dalam penetapan anggaran
sangat terbatas.
$ Meiji konsitusi menetapkan bahwa segala hukum / peraturan harus
lolos dari persetujuan Imperial Diet, dan semua hukum yang masuk
dalam proses tersebut harus menerima sanksi dari Kaisar dan lalu
baru dimumkan.
$ Tetapi, konstitusi ini juga mendorong Kaisar untuk beberap isu
tidak dengan persetujuan Imperial Diet.

CONSTITUTION OF JAPAN

CONSTITUTION of Japan menggantikan MEIJI CONSTITUTION.
PENGGANTIAN ini dilakukan berdasarkan prosedur amandemen seperti yang
tertara dalam pasal 73 Meiji Konstitusi.

CONSTITUTION of Japan disahkan pada tanggal 3 MEI 1947, terdiri dari
preambule, 11 chapters, dan 103 articles.

Dengan bergantinya konstitusi di Jepang ini telah membawa negara Jepang
setelah PD II sebagai negara baru yang cinta damai, menjunjung
kebebasan dan demokratis.

Konstitusi Jepang ini berdasar pada 4 prinsip:
1. POPULAR SOVEREIGNITY DAN THE SYMBOLIC ROLE OF THE EMPEROR
Prinsip ini tersirat dalam pembukaan Konstitusi Jepang (KJ), dan
artikel 1 dari KJ. Posisi Kaisar yang dulunya dalam article 4 Meiji
Konstitusi sebagai kepala dari kerajaan dan kedaulatan tertinggi (supreme sovereign) berubah dalam KJ yang menyatakan bahwa Kaisar
hanya terlibat dalam hal-hal kenegaraan tertentu saja yang diatur
dalam KJ dan tidak mempunyai POWER / KEKUASAAN yang berhubungan
dengan pemerintahan. Dan segala perbuatan dan kelakuan (acts) yang berhubungan dengan kenegaraan (state) yang dilakukan Kaisar mendapatkan nasihat dan persetujuan dari Kabinet, dan kabinet bertanggung jawab atas itu semua (article le3). Artikel 6 dan 7 menjelaskan tentang tugas-tugas Kaisar, dimana Kaisar berperan di sisi rakyatnya.
2. PACIFISM / CINTA DAMAI
Prinsip ini ada di awal dari pembukaan / preambule dari KJ, dan
juga terlihat dalam artikel 9 yang menjelaskan mengenai perdamaian internasional dan menyatakan bahwa Jepang menganggap perang sebagai hak dari setiap negara tetapi juga sebagai ancaman atau penggunaan kekuatan / forces sebagai alat untuk menenangkan perselisihan internasional.
3. RESPECT FOR FUNDAMENTAL HUMAN RIGHTS
Prinsip ini dapat ditemukan dalam artikel 11 dimana setiap orang
tidak dapat dihalangi-halangi untuk menikmati hak fundamentalnya
mereka. Hak fundamental mereka tidak dapat diganggu-gugat selama
tidak mengganggu kesejahteraan publik / public welfare (article 12 and 13), di mana artikel ini merepresentasikan perubahan yang sangat
radikal sekali dengan Meiji COnstitution yang mana dengan sangat
ekstrim membatasi hak warganya secara general/umum. Hak spesifik
tercantum dalam Chapter III mengenai RIGHTS AND DUTIES OF THE
PEOPLE. Beberapa artikel yang menyangkut HAM: artikel 13 (respect of
individuals), 14 (equality under the law), 15-17 (rights to choose &
dismiss public officials, to pettion without sufferieng
discrimination, to seek redress from the government), 19 (freedoms
of thought and conscience), 20 (religion), 21 (speech), 25 (rights
to organize and to bargain collectively), 26 (education), 27-28
(various worker’s rights).

KONSTITUSI JEPANG menyediakan sistem parlementer dimana kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif terpisah, mereka melakukan ‘check and balance’ ke satu sama lain.

EXECUTIVE: menggunakan model parlemen British. Terdiri dari PM dan kabinetnya. PM bertanggung jawab langsung kepada Nasional Diet atas segala tugas-tugas pemerintahannya.
LEGISLATIVE: bernama NATIONAL DIET, terdiri dari
– HOUSE OF REPRESENTATIVE (MAJELIS RENDAH)
– HOUSE OF COUNCILLORS (MAJELIS TINGGI)
Kedua House ini merupakan “Sole Law-Making of the State” dan
“Highest organ of the state power” (article 41).
Legislatif menentukan PM dan PM membentuk kabinetnya sendiri.
PM bertanggung jawab langsung kepada National Diet.
JUDICIARY: terdiri dari summary, district, family, and haigh courts and
Suppreme Court. Karena kekuasaan tertinggi dari JUDICIARY ini adalah
negara, maka Suppreme Court / pengadilan tertinggi mempunyai hak
untuk JUDICIAL REVIEW.

IMPERIAL DIET

Pembentukan Imperial Diet secara resmi tanggal 29 November 1890, dimana dengan pembentukan ini menunjukkan pada dunia bahwa Jepang sebagai Negara pertama di Asia yang mempunyai parlemen.

IMPERIAL DIET terdiri dari:
– House of Reprentatives
– House of Peers

NATIONAL DIET

NATIONAL DIET merupakan perubahan nama dari IMPERIAL DIET.
National DIET ataupun Imperial Diet merupakan organ legislatif Jepang.

Imperial Diet dibubarkan pada tanggal 31 MARET 1947.
DI bawah Konstitusi yang baru (CONSTITUTION OF JAPAN) yang diumumkan
November 1946, National Diet was to comprise:

– THE HOUSE OF REPRESENTATIVE (MAJELIS RENDAH)
Dengan jumlah kursi 512. Dan masa bakti 4 TAHUN dan dapat
dibubarkan sewaktu-waktu oleh kabinet (artikel 45). Konsekuensinya,
Majelis ini hrus menerma mandat baru kira-kira setiap dua tahun
sekali. Ini adalah salah satu alasan mengapa KJ mengakui hak yang
lebih tinggi dari Majelis Rendah dibanding dengan Majelis Tinggi di
dalam 4 area:

1. appointment of / designate a new prime minister (article 67)
2. enactment of law (article 59)
3. decision on the budget (article 60 & 86)
4. approval of treaties (article 61 & 73)

Majelis Rendah mempunyai 18 Standing Commitees.

– THE HOUSE OF COUNCILLORS (MAJELIS TINGGI)
Dengan jumlah kursi 252. Dan masa bakti 6 TAHUN dengan pemilu
reguler untuk pemilihan anggota setiap 3 tahun sekali (article 46)
di bawah sistem pemilihan yang terpisah. Tidak akan merasa takut
untuk dibubarkan. Majelis ini bebas untuk mempertimbangkan masalah
pemerintahan untuk waktu yang lama.
Majelis ini mempunyai 16 Standing Commitees.

# BOTH HOUSES are elected directly by the people. Different from IMPERIAL DIET in Meiji COnstitution which they were appointed from
certain privileged groups.
# The number of Diet seats today, sty by the PUBLIC OFFICE ELECTION
LAW.
# Konstitusi Jepang melarang setiap orang untuk menduduki 2 kursi di
parlemen / di dua majelis baik rendah maupun tinggi (article 48).
# Konstitusi menetapkan bila tidak ada kata kesepakatan antara House of
Representative dan House of Councillors, maka hak yang lebih tinggi
untuk menetapkan ada pada House of Representatives.

THE NATIONAL DIET merupakan:
– THE SOLE-LAW MAKING ORGAN OF THE STATE (article 41)
– THE HIGHEST ORGAN OF STATE POWER (article 41)

POWERS OF DIET OF JAPAN: (based on Constitution of Japan)

1. Decide the budget (article 36 & 60)
2. Approve treaties (article 61 & 73)
3. Designate prime minister (article 67)
4. Enactment of law (article 59)
5. Initiation of constitutional amandements (article 96)
6. Setting up of a court of impeachment to try judges
(article 64 & 78)
7. Adopt petitions & resolution, to approve cabinet deceision to
mobilize Self-Defence Forces & to approve the proclamation of a
state of emergency
8. Both houses of the DIET have the right to conduct inverstigations
into governments affairs (article 62)