Duniaku kembali menjadi indah entah mengapa…

Di postinganku sebelumnya aku menulis tentang sesuatu yang membuatku sebal tiba-tiba (padahal pada dasarnya aku ini orang baek-baek). Hehehe… Ya, itu kondisiku beberapa hari yang lalu, yang membuatku sempat berkomentar dalam hati dengan kata-kata yang tidak perlu. Bisa dibilang, mungkin sisi jahatku muncul. Dan aku sendiri kaget, kok bisa anak se-innocent aku berbicara seperti. Tapi tak mengapa, ternyata setelah aku mencoba untuk berpikir positif, pikiranku berubah~

Ya, inilah kondisiku sekarang…

😀

Now I’m happy man again. Aku jadi berpikiran setiap orang mungkin punya alasan tersendiri untuk berbuat sesuatu yang, menurut kacamataku, itu salah. Jadi kembali ke nilai-nilai dasar aginisme, mulakan memahami bagaimana dan kenapa orang berpikir seperti itu atau seperti ini, nanti toh kamu akan memaklumi dirimu sendiri.

Hmmm… Kalau dilihat-lihat, aku sepertinya memiliki kepribadian melankolis. Tidak stabil tapi dalam periode yang lama. CMIWW. Maksudnya, kemaren aku sempat sebel, dan sekarang aku bahagia. Tapi periodenya lama. Jadi ya… labil mungkin. Hahaha… Entahlah, sekarang aku melihat orang lain dalam kondisi mereka semua punya alasan melakukan sesuatu hal yang mungkin menurut aku konyol. Dan aku bahagia melihat mereka. Karena bisa jadi kelak aku merindukan tingkah laku mereka setelah aku lulus.

Sesuatu yang seharusnya disyukuri memang. Karena dengan adanya divergenitas, membuat hidup kita tidak membosankan. Indonesia memang negara yang bagus untuk melakukan eksperimen divergenitas. MiniLab lah. Try to give them some opinions that can trigger some controversy. It will be funny to see how they express their emotions in different ways. Somehow they will start arguing each other. Like, I cannot explain why do I take one norm and why do they take another one. But keep expect that they will make own happiness anyway.

Oya, can someone check my gramm here? 😀 Hehehe…