Budaya: Menghargai Wanita

Topik basi sih, tapi keknya tetap menarik untuk dibahas. NB, terinspirasi ketika ngeliat fenomena SPG gel beberapa waktu lalu di PVJ ama Umbrella gel di race2 motor.

Klo mau usahanya laku, taruh aja cewek cantik di kasir, pasti nanti banyak pelanggan yang datang. Selentingan seperti ini, dilihat dari psikis sebagian besar masyarakat, sangat tidak bisa dipungkiri, merupakan ide brilian yang sudah umum. Seperti halnya SPG-SPG di stand-stand. Tapi, apa cuma itu? Maksudnya, apa cuma dengan menjadikan wanita sebagai atribut pajangan dari barang jualan kita, selesai sudah?

Nggak tahu kenapa, gua sendiri ngerasa ada sedikit kata-kata yang secara tidak langsung menghina wanita itu sendiri di pernyataan seperti itu tadi. Memang benar, pelanggan laki-laki pasti tertarik datang ke stand tersebut, dan bisa jadi dagangan jadi laku banyak. Tapi, mereka datang sebagai orang yang tertarik dengan SPG tadi tentunya. Artinya, secara tidak langsung, kita menjual pesona SPG di hadapan orang banyak. Mereka dibayar agar orang lain melihat mereka dan tertarik mendekati mereka dan pada akhirnya mau membeli produk kita. Poin pentingnya adalah, menjual pesona. Mungkin pemikiran seperti ini kurang tegas. Bisa dibilang, mereka hanya menjual ‘pemandangan’. Inilah permasalahannya. Itu berarti sama saja mengeksploitasi. Tentu, bagi mereka yang waras, tidak akan mau dieksploitasi tubuhnya di hadapan orang lain dengan mudah. Paling banter, mengeksploitasi dirinya di orang terdekat dan ia pikir dekat.

Itulah, kenapa gua pikir pernyataan tersebut mengandung kata-kata yang secara tidak langsung merendahkan. OK, laki-laki menyukai wanita itu hal yang natural. Tapi semua tentu ada normanya. Tidak seperti binatang. Sampai di sini siapapun pasti tahu apa yang gua maksud…

Jika ada orang yang bilang, munafik, lantaran kita tidak terlalu suka dengan pandangan bahwa menyukai (atau hobby pada) wanita-wanita berbusana minim adalah normal, ada baiknya kita lihat beberapa hal dulu. Kita dilahirkan dari ibu kita. Siapapun itu. Artinya, ibulah yang berjasa melahirkan kita. Dan ibu kita tentu saja wanita. Banyak sekali di dunia ini wanita yang ingin menikah dan memiliki anak, keluarga, dan sebagainya. Tentu semuanya butuh proses. Mencari pasangan, membangun rumah tangga, dan sebagainya. Dan tentu saja, semuanya itu dimulai dari sebuah perkenalan jaim-jaiman atau malu-malu kucing untuk mencoba mengenal lawan yang dicoba diajak membangun sebuah keluarga. Artinya, mereka masih punya malu. Yah, sampai di sini pun kita secara tidak sadar punya hukum tak tertulis alamiah dari diri kita sendiri, yaitu malu. Tapi, tentu saja di dunia ini selalu ada perkecualian bagi orang-orang tertentu…

thanks for wacia on deviantart

thanks for wacia on deviantart

Maka dari itu, hubungan ibu dan malu? Yaaa~, berarti kita hormat sama ibu kita lah. Hahaha… Dan artinya, karena wanita bisa melahirkan generasi, ya sudah seyogyanya kita memperlakukan hormat, tidak sebagai objek. Jadikan mereka subjek, bukan objek. Dengan begitu kita bisa menghormati wanita sebagai makhluk yang sama dengan kita di hadapan Tuhan.

Hormatilah wanita, karena dari wanita pula kita dilahirkan. ๐Ÿ˜€

Advertisements

5 thoughts on “Budaya: Menghargai Wanita

  1. ayu-ayui kok diprotes(maho detected),,
    sudah saatnya DAP belajar dari kasus diatas, biar DAP makin rame apa yang harus dilakukan??
    jangan anak el06 asal banyuwangi itu aja yang suruh jaga, biar ga makin sepi,,
    adakah yang tersinggung????????

    kaburrr,,,,,

  2. beuh~

    makanya dard… take care la for woman first, biar nanti lapaknya didatengi sama neng-neng.

    dan buat dap, karena pengunjungnya yang wanita cukup signifikan (wanita di dunia lebih banyak dibanding pria), maka memasang pajangan eksotis seperti anak el06 asal banyuwangi itu, akan menjamin kelangsungan DAP dari datangnya pelanggan yang berjubel untuk mengantri, walaupun sekadar bersalaman via ktm~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s