ITB Tukang Plagiat? Sebuah Hadiah dari Tuhan

Belakangan ini, kampus saya memang sedang geger-gegernya membahas kasus mas-mas yang melakukan plagiat karya ilmiah. Tidak tanggung-tanggung, IEEE bok! Dan kejadiannya pun terjadi di tempat yang cukup strategis, yaitu STEI. Oya, STEI itu kepanjangan dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika. Dan kebetulan, saya adalah mahasiswa STEI. Oh Tuhan…

Logo ITB

Logo ITB

Bagaimana perasaan kami ketika mengetahui berita ini? Jangan tanya, marah sedih malu super luar biasa. Bahkan membahasnya pun rasanya aneh sekali. Sebuah rasa bangga kejujuran akademis yang dibawa-bawa selama 90 tahun ini rasanya habis dalam waktu satu hari hanya akibat ulah satu oknum.

Mungkin bagi anda yang belum pernah bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari kami akan mudah berkomentar negatif ini itu tentang kasus ini. Gua maklum kalau ada orang yang beranggapan seperti itu. Dan gua sangat maklum kalau nama ITB bakal sangat tercemar di mata publik. Dan mungkin banyak juga orang yang bertanya-tanya, seperti apa sih kehidupan kami di kampus itu sebenarnya. Dan itulah alasan kenapa gua pengen nulis ginian. Sebagai mahasiswa STEI tingkat 4, gua ingin bercerita sedikit tentang bagaimana kehidupan kami sehari-hari di kampus, khususnya STEI.

Mahasiswa di ITB terbagi atas 3 kelompok strata. S1, S2, dan S3. Ketiga kelompok ini tidak terlalu membaur satu sama lain, walaupun satu gedung, mengingat perbedaan kegiatan dan umur yang cukup mencolok antar kelompok. Walaupun begitu ada juga mahasiswa-mahasiswa non-S1 yang diwajibkan mengambil matrikulasi mata pelajaran S1. Sehingga, kultur kehidupan akademis S1 dan non-S1 pun sudah pasti akan sangat berbeda. Secara sederhana, banyak orang mengatakan kehidupan S1 di sini jauh lebih sulit dibanding kehidupan non-S1 di sini. Lho? Nggak kebalik? Nggak. Itu pendapat mayoritas yang saya dengar. S1 jauh lebih sulit dibanding S2. Banyak anak-anak yang di-DO selama S1. Kata dosen saya pak Budi, jika sudah lulus S1 di sini, maka S2 tinggal leha-leha saja, apapun universitasnya, walau di luar negeri sekalipun. Bahkan, ada program fast-track bagi mereka yang memiliki kinerja otak berlebih, sehingga institusi mengizinkan S1 dan S2 ditempuh dalam waktu 5 tahun.

Nah sekarang apa yang membuat kasus ini terasa super janggal di mata anak-anak S1 di sini? Tidak lain adalah anak-anak mempertanyakan S1 beliau yang tidak di sini. Kenapa? Jawabannya sangat sederhana, karena di S1 ada kegiatan yang bernama praktikum. Praktikum? Yup, praktikum! Seheboh itukah praktikum di sini? Bukan heboh lagi, melegenda malahan. Saya mengalaminya sendiri, dan merasakah hidup berdarah-darah selama semester-semester (umumnya semester 3 sampai 6) tersebut. Dengan adanya praktikum ini, dipercaya kedisiplinan akan menjadi sifat yang akan dibangga-banggakan sampai kami lulus. Berikut adalah sederet aturan horor yang ada.

Time is your Price

Sebagai pemanasan, kalau anda tingkat awal, jangan pernah telat. Kalau di fisika dasar, kita tidak boleh terlambat sedetik pun. Jaman saya, kalau masuk ruangan kita pakai kartu pengenal dan discan barcode-nya persis kek scanning harga barang di toko-toko. Bedanya, harga barangnya dinilai dari sisa jam masuknya. Telat satu detik, harga barang jadi merah, alias nilai bakal berkurang beberapa puluh persen.

Tidak hanya praktikum, pada tingkat awal, ada beberapa mata kuliah yang sangat heboh memperhatikan tata krama dan etika. Ada teman-teman saya yang terlambat, dan kuliah teknik pun terhenti dan diganti menjadi kuliah etika di mana mereka dipajang di depan kelas sambil dimarahi habis-habisan berpuluh-puluh menit. Mereka pun didudukkan tersendiri di depan kelas menghadap ke arah berlawanan. Kalau tidak salah dia pernah memarahi seorang anak yang telat selama berpuluh-puluh menit. Di akhir ceramah, anak tersebut bilang kalau dia dari Vietnam dan tidak bisa bahasa Indonesia. Menyadari hal itu sang dosen pun mengulang lagi dari awal ceramahnya, hanya saja, berubah jadi bahasa Inggris, dan sama, selama berpuluh-puluh menit juga.

Everything is for your own Bussiness

Kimia dasar juga saat-saat yang hot, duduk semanis apapun pertemuan anda akan diawali dengan berbagai peringatan-peringatan yang membuat kita memegang tabung reaksi pun harus mengingat Tuhan. Saya pernah memecahkan tabung reaksi kecil, dan saya disuruh ganti membeli. Temannya teman saya pernah memecahkan tabung reaksi besar, dan dia disuruh ganti membeli. Saya bersyukur karena jumlah angka harga tabung reaksi saya masih lebih sedikit dibanding dia.

Perlengkapan

Selanjutnya, jangan pernah lupakan apa yang harus dibawa ketika praktikum. Harus pakai kemeja (karena dalam kehidupan sehari-hari kebanyakan anak-anak pakai kaos). Kalau ada aturan pakai jas lab, ya harus dibawa juga. Name tag. Atau request spesial. Pengalaman pribadi saya, saya dan teman saya pernah tidak membawa foto di hari pertama, dan kami dihukum mengumpulkan foto teman seangkatan yang jumlahnya dua ratusan untuk database.

Pahami Modul Sebelum Masuk

Ini bukan perkataan klise. Tapi modul bener-bener harus dipahami sebisa mungkin sebelum masuk ruangan praktikum. Hukuman maksimal paling terkenal dari kasus ini adalah anda akan mendapat nilai E dan diwajibkan mengulang semester depannya. Why? Karena akan ada patroli mendadak yang akan mengintai cara anda bekerja. Teman saya pernah ditanya alasan dia melakukan suatu “gerakan” praktikum yang cukup “unik”. Dan dia tidak bisa menjawab pertanyaan. Dia pun diusir dengan cukup dramatis. Saya yang melihatnya bengong, tapi pura-pura cuek. Teman saya merusakkan multimeter karena salah pakai. Nilainya jadi 0.

Yang lebih heboh, dahulu ada seorang anak yang pernah merusakkan suatu alat karena dia melakukan kesalahan yang sangat fatal dan dianggap konyol. Dan harga alat tersebut jutaan. Seluruh anak-anak yang pada saat itu bersama dia diwajibkan mengganti dengan gotong royong dan anak tersebut dapat E. Sejak kejadian itu, kami benar-benar ketakutan dan berusaha memahami sebisa mungkin acara praktikum. Beberapa tahun kemudian, hal sama terulang lagi. Malangnya anak-anak ini menjadi bahan olok-olokan seantero elektro. Milis-milis menjadi ramai membicarakan mereka. Kalau anda bisa melihat pembicaraan di sana, anda akan melihat betapa pembicaraan tanpa belas kasihan dan tanpa toleransi ada di mana-mana.

GOLDEN RULE: Jangan Pernah Nyontek Laporan

Ini adalah slogan paling horor selama praktikum. “Jangan Pernah Nyontek Kalau Tidak Mau di-Ground-kan!” Apa itu ground? Ground adalah, sebuah referensi atas konsensus bersama di mana voltase bernilai 0 V. Alias, barang siapa yang ketahuan nyontek, maka nilai 0, dan E, siap menunggu anda. Nama anda, tulisan anda, nama yang dicontek, dan tulisan yang dicontek akan dipampang di papan pengumuman besar-besar menggunakan stabilo. Tidak hanya itu, setiap orang akan menerima imel pemberitahuan pengumuman bahwa si A menyontek si B lengkap dengan isinya. Kemudian di daftar nama peserta, kolom pada nama anda akan diwarnai dengan warna yang sangat berbeda yang akan menjadi kenang-kenangan sampai praktikum usai.

Konsensus

Tidak adakah toleransi dalam aturan-aturan tadi? Secara garis besar tidak ada. Tapi, yang perlu dicatat. Konsensus yang tidak tertulis di sini sebetulnya adalah, jika anda bertanya dan melihat jawaban tugas apapun selama bukan saat-saat membuat laporan, UTS, dan UAS, maka hal tersebut dianggap sebagai belajar bersama. Jadi, jika anda melihat jawaban tugas pendahuluan teman anda dan anda menulis ulang dengan pemahaman dan kata-kata yang berbeda dari teman anda, hal tersebut dianggap belajar. Namun jika sudah berbicara mengenai laporan, UTS, ataupun UAS. Hal-hal seperti itu akan menjadi perbuatan paling tabu yang pernah ada. Lebih baik membuat laporan 2 halaman sebisanya daripada 4 halaman tapi hasil mencontek.

Apa akibatnya jika anda melanggar konsensus tidak tertulis ini? Pernah suatu waktu, karena tugas pendahuluan yang terlalu banyak dan sulit dikerjakan dalam waktu 3 hari, ada anak-anak yang menyalin sama sebuah gambar grafik hasil jawaban dari masteran. Akibatnya, seluruh kloter praktikum saat itu yang berhubungan dengan anak-anak tersebut diwajibkan mengerjakan ulang tugas pendahuluan beserta tambahannya.

Itu masih mending, pernah juga kejadian, hanya karena ulah beberapa orang anak yang mengerjakan tugas pendahuluan di saat-saat kritis sebelum praktikum, seluruh kloter anak-anak yang berhubungan dengan anak-anak malang ini, menjadi kloter ternama seantero ITB saat itu karena satu kloter harus mengulang praktikum pada semester depan.

That’s it!

Itulah mengapa kata contek-mencontek yang terdengar sangat horor di telinga kami, tiba-tiba menjadi kata-kata yang sangat aneh bin ajaib dan muncul dari strata S3 yang kami sangat jarang bersentuhan dengannya. Usaha-usaha, pengalaman-pengalaman, kerja mati-matian yang kami rasakan selama S1 seakan tidak ada artinya di kasus S3 ini.

Dan itulah mengapa di mata kami anak-anak S1, kasus ini adalah akibat dari oknum yang bersangkutan bukanlah S1 ITB.

Logo IEEE

Logo IEEE

Apa itu IEEE?

Bagi yang belum tahu IEEE, ini adalah sebuah perkumpulan para engineer elektro yang paling prestisius di seluruh dunia. Jika anda berhasil menjadi anggotanya, seantero dunia perelektroan akan memandang anda dengan sangat segan. Ikut konferensi yang diadakan IEEE pun merupakan salah satu cara meningkatkan harga diri kepintaran anda di mata perkumpulan internasional ini. Tentu saja, anda harus mempublikasikan karya ilmiah anda berupa paper ke hadapan para engineer ini. Apa itu paper? Sederhananya, paper itu semacam laporan penemuan yang super padat dan hampir tidak bisa dirangkum lagi dengan jumlah halaman berkisar 2 sampai 5, 6 halaman. Wah banget kan?

Nah, panitia penyelenggara konferensi yang ada di seluruh dunia itu juga berbeda-beda. Ada yang tipenya cukup mengirimkan perwakilan satu nama saja. Sehingga cukup dikonfirmasi oleh seseorang saja. Ada juga yang harus dikonfirmasi oleh seluruh nama yang tertulis di paper. Dan tentu saja, siapa yang tertulis namanya di paper itu akan sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan pereview terhadap paper yang ditulisnya.

Untuk kasus mas-mas ini, tampaknya dia mengikuti konferensi yang cukup disahkan oleh 1 perwakilan. Sehingga ketiga doktor tidak perlu klarifikasi. Akibatnya wajar jika ketiga doktor pembimbing ini tidak tahu. Dan di ITB sendiri selama ini anak-anak dan para dosen banyak yang mengirimkan paper dan konferensi, jumlahnya sampai sekitar 1200an. Tentu saja kita tidak bisa tahu seluruh isi paper yang ada di dunia. Karena tidak bisa dicari dengan mudah seperti Google. Anda harus membayar untuk membaca satu paper saja. Dan kita bukanlah orang yang tahu segalanya.

Fenomena gunung es atau fenomena deteksi dini?

Lalu apa ini fenomena gunung es? Fenomena gunung es adalah fenomena yang terjadi jika sebuah sistem tidak memiliki filter atau saringan yang baik atau bahkan tidak memiliki saringan sama sekali sehingga setiap masukan yang melaluinya susah dibedakan mana yang normal dan abnormal. Adapun fenomena deteksi dini adalah fenomena yang terjadi jika sebuah sistem memiliki filter atau saringan yang baik sehingga jika terdapat satu saja masukan yang abnormal, maka sistem akan segera memberikan peringatan. IEEE terkenal karena memiliki sistem deteksi dini yang baik. Selama bertahun-tahun, dari sekian banyak paper yang masuk selama ini tidak ada peringatan satu pun yang menyala dari pihak IEEE. Dan tahun lalu peringatan tersebut menyala. Sehingga, bisa disimpulkan bahwa ITB diberikan peringatan dini bahwa mulai saat ini ada satu masukan yang bermasalah datang dari ITB. Dan itu artinya kita harus mawas diri bahwa mulai ada masukan abnormal yang mencoba masuk ke dalam sistem tersebut.

Sebuah Konspirasi?

Dari 1200an paper yang terpublish selama ini tidak ada masalah plagiat. Semuanya murni buatan mereka masing-masing. Maka dari itu wajar jika seorang doktor percaya 100% kepada mahasiswa-mahasiswa di sini. Karena jika 1 dari 1200 paper itu ada yang plagiat, tentu organisasi-organisasi itu sudah dari dulu memberikan pengumuman. Sehingga para dosen pun percaya karena reputasi 1200 paper yang lain. IEEE pun bahkan meloloskan paper tersebut. Dan mas-mas ini dengan teganya menodai kepercayaan tersebut. Tuhan tampaknya mengirimkan hadiah spesial yang bernama mas MZ yang melakukan inovasi yang belum pernah dilakukan sebelumnya, yaitu memplagiat secara kembar siam sebuah paper 8 tahun lalu yang dikirim ke IEEE.

Kami anak-anak S1 saja, mau menjiplak laporan praktikum saja harus berpikir berulang kali mengingat konsekuensinya. Apalagi menjiplak paper orang lain untuk diikutkan di IEEE. Hanya orang bodohlah yang melakukan hal itu. Sehingga wajar seorang teman berkata, jangan-jangan mas-mas itu adalah agen yang memang bertujuan menghancurkan ITB karena melakukan tindakan yang kelewat konyol.

Ntah vava. ==’ Tapi yasudahlah. Nasi sudah menjadi bubur. Intinya Tuhan sudah menegur dengan sangat halus dan memberi pelajaran berharga yang bisa direnungkan bersama. Saatnya kita bekerja lebih baik lagi.

Bagi yang mau baca press release resmi, silahkan baca di sini atau donlot di sini.

Advertisements

The Jin – a Religious View

At-Tirmidzi dengan isnadnya dari Jabir r.a. katanya: Rasulullah s.a.w. keluar menemui sahabatnya dan membaca kepada mereka Surat ar-Rahman sampai akhir dan mereka terdiam, lalu beliau berkata, “Aku telah membaca surat ini kepada para jin, dan sambutan mereka lebih baik dibanding kalian. Setiap sampai pada firman Allah “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Mereka lalu berkata: ‘Tidak sedikit pun dari nikmat-Mu yang kami dustakan, wahai Tuhan kami. Maka, hanya bagi-Mu segala puji.’”

Prologue

OK, itu tadi penggalan yang cukup menggetarkan untuk disimak oleh gua, sebagai seorang manusia. Hehehe… Btw-btw, gua kangen juga menulis hal-hal kerohanian seperti ini. Dan topik yang pengin gua bahas kali ini adalah the Jinn! Why? Simpel. Karena gua cukup tergelitik dengan selorohan beberapa orang di internet yang membabi buta menyamakan jin dengan iblis ataupun dengan setan. Ada di antara mereka yang menulisnya dengan ungkapan “jin/setan”, seakan semua jin sudah pasti setan. Dan Tuhan sendiri sudah bilang di surat An-Naas, bahwa setan itu terdiri dari jin dan manusia. Which means, kalau gua jin, gua juga bisa nulis juga dong dengan tulisan “manusia/setan”.

Dan yang paling parah, ada ungkapan yang gua gak tahu dari mana asalnya yang bilang, “sebaik-baik jin masih lebih jahat daripada seburuk-buruk manusia.” Hellooo~?! Terus buat apa Tuhan menciptakan makhluknya klo para jin dijudge seakan-akan dah nggak ada harapan lagi tobat. Di mana letak kasih dan sayang Tuhan kalau begitu caranya? Percayalah, Tuhan benar-benar maha pengasih dan penyayang untuk semua makhluknya, bahkan terhadap iblis sekalipun.

Saya adalah termasuk golongan orang yang tidak menganggap bahwa perkara jin adalah perkara gaib. Karena definisi gaib berdasarkan Al-Qur’an adalah segala sesuatu yang tidak diketahui oleh siapapun di kolong alam raya ini kecuali Allah sendiri.

Surat 27. AN NAML – Ayat 65

قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ الْغَيْبَ إِلا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.

Nah, kalau saya dilahirkan sebagai jin, tentu saya bisa melihat orang-orang lain yang dilahirkan juga sebagai jin. Dan jin tentu saja bukan menjadi perkara gaib bagi saya dan jin-jin yang lain. Ada beberapa orang yang terkesan antipati atau sangat berhati-hati ketika membicarakan mengenai jin, seakan-akan itu tabu dan tidak ada ruang bagi dunia science untuk menjelaskan mereka. Dan ini menarik. Belakangan waktu ini, saya sempat membaca beberapa tulisan dan hasil penelitian dari para scientist dan engineer, mengenai sesuatu yang mungkin oleh orang dahulu akan disebut sebagai takhayul. Dan memang benar-benar terdengar seperti takhayul. Karena secara filosofis, science sendiri adalah takhayul yang berbasiskan matematika yang berfondasi tidak sempurna.

Tahu teori apa yang saya baca? Teori mengenai dimensi ekstra dan superlumina di dalam fisika. Dan teori-teori ini menggiring kita terhadap suatu paradigma yang benar-benar baru terhadap alam semesta. Yang singkatnya, ada alam semesta lain di samping alam semesta yang kita lihat selama ini. Implikasinya adalah, keberadaan jin sangat mungkin bisa dibuktikan keberadaannya menggunakan pengembangan teori-teori dasar ini. OK, sampai di sini pembacotan ilmiah-ilmiahannya. Sekarang saya sedang ingin membahas mereka dari sudut pandang religiusitasan saya. Karena bangsa ini adalah salah satu bangsa yang paling sering disalahartikan sepanjang peradaban manusia.

yingyang style: theSeen&theHidden

Ying Yang style: theSeen&theHidden

Kisah Pembuka

Sekarang, mari kita simak firman Tuhan yang berkisah tentang mereka sebagai berikut.

Surat 46. AL AHQAAF – Ayat 29 – 32

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Qur’an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.

قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ

Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.

يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

وَمَنْ لا يُجِبْ دَاعِيَ اللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الأرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُونِهِ أَولِيَاءُ أُولَئِكَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ

Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata”.

Kronologi Adam dan Iblis

OK, jika sudah membaca kisah di atas, sekarang coba baca surat Al-A’raaf ayat 10 sampai ayat 26. Sebuah kisah dramatis tentang pengusiran Iblis dari surga. Yang kalau dirangkum, alur ceritanya bakal seperti ini.

Adam diciptakan. Allah menyuruh makhluk-makhluk lainnya di surga sana untuk sujud kepadanya. Mereka sujud, kecuali iblis. Iblis ditanya kenapa. Jawaban mengejutkan. Dia menyombongkan diri di dalam surga dengan berkata bahwa dia lebih baik daripada Adam. Allah murka. Si iblis disuruh turun dari surga dalam keadaan hina. Dan si iblis pun mulai panik. Dia minta tangguh. Dan dia pun mulai berpikir naluriah. Tampaknya dia campur aduk perasaannya antara sedih, marah, kecewa, kesal, dan sadar, kalau yang dia lakukan itu konsekuensinya beneran dan sangat mengerikan. Satu-satunya cara meredam segala yang dia rasakan, dia berjanji untuk mencari orang lain yang akan dihukum seperti dia juga. Dunia yang punya sejarah menyedihkan ini terjadi karena adanya seseorang yang sedih luar biasa atas nasibnya. Sebuah kesedihan yang serius dan tidak main-main. Dia tahu neraka itu apa, dan dia dengan membabi-butanya seperti orang lepas kendali mencari orang-orang yang akan bersama dengannya di neraka. Akhirnya, dia pun diusir dengan keadaan yang sangat menyedihkan.

Adam dan Hawa masih di surga. Tapi ada seorang jin yang berperan sebagai setan yang membisiki mereka untuk makan buah pohon terlarang. Sampai orang itu bersumpah bahwa dia termasuk orang-orang yang memberi nasehat. Yang jelas orang ini bukan iblis. Yang kesimpulannya, nggak hanya iblis doang yang derajatnya seperti malaikat, ada orang lain. Karena iblis udah terusir. Lalu muncul percakapan yang intinya adalah jadi malaikat atau sejenisnya itu sangat memungkinkan, naik ke sebuah jenjang spiritualitas yang lebih tinggi. Sejujurnya, gua nggak tahu motif si jin gatel ini mbujuk-mbujuk adam. Apa dia lagi jahil atau sengaja pengin menggelincirkan Adam dan Hawa biar jadi kek iblis juga atau dia emang pengikut iblis. Btw, alasan terakhir keknya sangat tidak mungkin mengingat dia pasti lihat peristiwa pengusiran iblis. Kecuali dia punya sifat tenggang rasa sama dia. Tapi pasti dia nggak mau dibegituin juga. Tapi jika dilihat dari kasus manusia, udah pasti manusia nggak mungkin mau masuk neraka dengan kesadarannya. Pasti dia melakukan perbuatan buruk dengan tanpa sadar konsekuensinya. Begitu pula yang dari golongan jin. Jadi, interpretasinya keknya si jin ini emang lagi jahil pas mbujuk Adam ama Hawa.

Eng-ing-eng. Mereka pun makan buah terlarang itu. Terjadilah hal memalukan di antara mereka. Adam ama Hawa akhirnya tahu konsekuensinya. Dan mereka pun minta maaf ke Allah. Gua curiga, si jin gatel tadi jadi takut juga setelah tahu kemarahan Allah. Akhirnya Allah menyuruh mereka semua turun dari surga. Kata semua itu sangat besar kemungkinan dari golongan si jin yang mbujuk-mbujuk, beserta Adam ama Hawa tentunya. Tapi dosa si setan keknya nggak separah iblis deh, jadi dia keknya juga masih diberi kesempatan tobat dengan disuruh turun juga.

Surat 7. AL A’RAAF – Ayat 24 – 25

قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الأرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ

Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”.

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ

Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

It means, kelak ada kelompok-kelompok yang saling bermusuhan, baik dari kalangan manusia vs manusia, jin vs jin, manusia vs jin. Tapi karena dikatakan sebagian, berarti ada yang nggak begitu. Ada yang hidup tentram, bahagia, damai, dan sejahtera… seperti saya yang cinta damai ini contohnya… :p Dan baik dari kalangan jin dan manusia itu, mereka bakal mati juga.

Iblis dan Pencerahan

Ada sebuah kisah yang populer di kalangan kaum muslim. Pas pelajaran agama SMP, kalau tidak salah saya mendapatkan kisah ini. Dahulu jauh sebelum manusia diciptakan, sudah ada peradaban lain yang mendiami bumi. Yaitu bangsa jin. Mereka juga dibebani kewajiban untuk menyembah Allah. Dan tampaknya ada jin-jin yang membuat masalah dengan membuat kerusakan di bumi dan suka menumpahkan darah. Yang akibatnya malaikat pada sempat protes pas Allah mau bikin khalifah baru di muka bumi. Kata mereka kenapa nggak mereka aja yang jelas-jelas selalu bertasbih kepada Allah? Allah berfirman, Dia tahu apa yang tidak diketahui oleh mereka.

Surat 2. AL BAQARAH – Ayat 30

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Surat 51. ADZ DZAARIYAAT – Ayat 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.

Dan inilah insiden yang disebut-sebut melatar-belakangi kenapa Adam diciptakan. Akhirnya diperintahkanlah para malaikat untuk mengatasi huru hara saat itu. Saat itu iblis kalau tidak salah dengar ceritanya menjadi salah satu panglima yang memimpin para malaikat untuk mengatasi masalah di bumi. Dan akhirnya kekacauan berhasil dihentikan. Barulah setelah kejadian itu, Allah menciptakan Adam.

Dari kisah di Al-Qur’an tentang jin dan manusia, saya bisa menarik kesimpulan sederhana. Di bumi, ada jin-jin yang mereka sangat shalih sehingga mereka mendapatkan, istilahnya pencerahan, sehingga mereka naik ke jenjang spiritual yang lebih tinggi, menjadi sejajar dengan malaikat. Simpelnya, sebuah level yang sangat jauh di atas bayangan orang kebanyakan. Dan bagi mereka yang mencapai jenjang ini, mereka tampaknya diajak naik ke surga untuk menjadi jajaran orang-orang yang senantiasa memuliakan Tuhan di dalamnya. Bagi mereka yang nggak shalih-shalih amat, ya udah, di bumi aja, hidup seperti orang-orang kebanyakan. Dan iblis, dalam beberapa riwayat, namanya saat itu kalau nggak salah Azazil. Dan dia termasuk orang-orang yang shalihnya luar biasa.

Para Pembawa Kabar

Dalam Al-Qur’an, sering sekali disebutkan tentang bagaimana Allah selalu mengirimkan para pemberi peringatan di kalangan jin dan manusia semenjak dahulu kala. Dan Al-Qur’an juga terus mendorong kita untuk belajar tentang riwayat-riwayat mereka yang mengagumkan, tentang bagaimana jejak-jejak ajaran-ajaran tersebut, tentang pelajaran-pelajaran apa yang bisa dipetik dari mereka, dan semacamnya. Saya sempat bertanya-tanya apakah semenjak insiden Adam dan Iblis, masih ada reward pencerahan bagi mereka yang luar biasa shalihnya di zaman-zaman sesudahnya. Tapi dari kisah orang-orang terdahulu, kisah mereka yang mendapat reward pencerahan dari Tuhan tampaknya juga masih terjadi di kalangan manusia. Sebuah kisah yang diriwayatkan dalam Al-Qur’an terjadi sebelum kisah Musa.

Surat 95. AT TIIN – Ayat 1 – 4

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ

Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,

وَطُورِ سِينِينَ

dan demi bukit Sinai,

وَهَذَا الْبَلَدِ الأمِينِ

dan demi kota (Mekah) ini yang aman,

لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Urutannya sangat pas sekali. Ayat pertama menceritakan tentang kisah umat-umat yang memiliki ciri khas dengan kedekatannya terhadap buah Tin dan Zaitun. Pohon Tin sendiri artinya pohon Boddhi. Sebuah kisah yang populer tentang umat-umat yang keteladanannya, kearifannya dan kebijakannya sangat menyentuh untuk diamati semenjak ribuan tahun lalu. Pada awalnya tampaknya saya miss tentang kisah umat-umat di belahan dunia lain yang kedekatannya berhubungan dengan buah zaitun. Tapi tampaknya ketemu juga, kisah mengenai umat-umat yang membuat perjanjian Tuhan melalui api. Sebuah kisah populer juga tentang api yang semenjak ribuan tahun tidak pernah padam dan akan padam jika sang pemberi peringatan terakhir tiba.

Ayat kedua berbicara tentang sepak terjang kaum yang sangat-sangat sering disebut-disebut dalam Al-Qur’an. Kaumnya nabi Musa, Bani Israel. Bani Israel sendiri artinya keturunan Israel, atau anak-anak Israel. Dan salah satu nabi kita, Ya’kub, diberi hadiah oleh Allah dengan nama yang indah, Israel, yang dalam bahasa Ibrani artinya pahlawan Allah, pimpinan yang diridhai Allah, hamba Allah, kekasih Allah (dan masih banyak lagi artinya). Kaum ini cukup unik dilukiskan dalam Al-Qur’an. Demografi orang-orang yang taat dan yang fasik cukup tidak pasti juga. Atau kalau boleh gua tarik kesimpulan, sebetulnya mereka ini kaum yang labil. Yah, sangat mirip dengan sebagian kaum muslim yang sekarang, dan saya termasuk tampaknya, yaitu labil. Kadang taat kadang fasik. ==’ Oh Tuhan, maafkan aku.

Surat 2. AL BAQARAH – Ayat 60

وَإِذِ اسْتَسْقَى مُوسَى لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ وَلا تَعْثَوْا فِي الأرْضِ مُفْسِدِينَ

Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing) Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.

Surat 5. AL MAA-IDAH – Ayat 12

وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا وَقَالَ اللَّهُ إِنِّي مَعَكُمْ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلاةَ وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآمَنْتُمْ بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لأكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلأدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ

Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israel dan telah Kami angkat di antara mereka dua belas orang pemimpin dan Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan salat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka barang siapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus”.

Yang unik dari kaum ini adalah kisah tentang kedua belas suku. Yang pada kisah-kisah terdahulu disebutkan bahwa untuk kedua belas suku ini, Allah akan memberi mereka kehormatan spesial untuk masuk surga lewat dua belas gerbang surga khusus untuk Bani Israel.

Dan ayat ketiga, berkisah tidak lain dan tidak bukan tentang sepak terjang kita sendiri saudara-saudara~ Ohohoho… Yang sudah pasti labil juga demografinya mirip dengan Bani Israel. Wkwkwkwk…

Nabi Muhammad sendiri diutus untuk membawa rahmat bagi semesta alam. Salah satu hujah dasar beliau sebagai nabi untuk jin dan manusia. Dalam riwayat hadits sering juga diceritakan tentang nabi yang berkhotbah di hadapan para jin. Sebetulnya kalau saya membaca Al-Qur’an, saya sedikit curiga sebetulnya Allah lebih berbicara kepada siapa, bangsa manusia atau bangsa jin? Sebagai manusia yang saya tidak bisa melihat bangsa jin, saya terkadang berfikir Allah memberikan keistimewaan terhadap manusia tentang beragam kisah-kisah menyejukkan tentang perjalanan manusia mencari Tuhannya. Tapi kecurigaan saya memuncak, jangan-jangan Allah lebih menitik beratkan perkabaran ayat-ayatnya pada bangsa jin? Soalnya gini, surat AL JIN terdiri atas 28 ayat. Dan surat AN NAAS yang artinya manusia, terdiri dari atas hanya 6 ayat. Berarti… ==’ Tampaknya bangsa jin lebih mendapat prioritas dibanding manusia… T___T Dan semua tampaknya menjadi lebih jelas ketika saya coba baca-baca ayat-ayat lainnya. Ternyata Al-Qur’an jika berbicara tentang sesuatu hal yang menyangkut dua bangsa ini, banyak sekali didahului dengan sebutan “jin dan manusia”, dan sedikit, hanya 3 ayat, yang memulainya dengan “manusia dan jin”. Sisanya biasanya Allah menggunakan kata-kata tsaqalain untuk merujuk dua bangsa ini.

Semenjak dahulu ada banyak sekali bangsa-bangsa yang dibinasakan Allah karena mereka berbuat lalim, padahal rasul datang membacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, baik dari golongan jin dan manusia. Dan ada juga bangsa-bangsa yang mengikuti petunjuk rasul itu sehingga Allah memberkati mereka.

Bangsa yang terkenal mengimani apa-apa firman Tuhan adalah bangsanya Yunus bin Matti. Adapun kerajaan dengan riwayat yang menguasai teknologi tingkat tinggi, sampai teleportasi tidak lain adalah kerajaannya Sulaiman bin Daud. Uniknya disebutkan juga dalam riwayat terdahulu, kelak akan dibangkitkan seorang ratu pada hari kiamat yang menuduh orang-orang yang lalai tidak mencari kebenaran dari Tuhannya, sedangkan dirinya rela membuat perjalanan yang sangat jauh dari belahan dunia ke belahan dunia lain hanya untuk mendengarkan hikmah dari seorang nabi. Tahu siapa? She is Bilqis from Saba.

Surat 43. AZ ZUKHRUF – Ayat 6

وَكَمْ أَرْسَلْنَا مِنْ نَبِيٍّ فِي الأوَّلِينَ

Berapa banyaknya nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu.

Surat 6. AL AN’AAM – Ayat 130

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالإنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا قَالُوا شَهِدْنَا عَلَى أَنْفُسِنَا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ

Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.

Surat 28. AL QASHASH – Ayat 59

وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَى حَتَّى يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا وَمَا كُنَّا مُهْلِكِي الْقُرَى إِلا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ

Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kelaliman.

Surat 22. AL HAJJ – Ayat 45

فَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَشِيدٍ

Berapa banyak kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan lalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi,

Surat 41. AL FUSHSHILAT – Ayat 25

وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَاءَ فَزَيَّنُوا لَهُمْ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ

Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.

OK, sekian dulu tulisan saya kali ini. Dan semoga Tuhan memudahkan segala urusan kita semua. Amiiin~ 😀

Korelasi Insomnia dan Tingkat 4

Hi my lovely sweety blog…! I guess (in fact) I miss you so much because of my no writing mood for a while. However, tonight, I even don’t know what I want to write about. Wkwkwkw…

Oya, saya sudah semester 8 loh a.k.a tingkat 4 di ITB. Adapun Tugas Akhir a.k.a TA, hehehe… saya juga sedang dalam keadaan struggle-strugglenya ngerjain. Dan Juni sudah semakin mendekat. Yang artinya, saat saya untuk off dari dunia kehedonan sehari-hari kampus sudah semakin dekat. Dan itu cukup membuat saya bersedih hati, karena saya akan meninggalkan kota yang saya jatuh hati kepadanya. Banduuuunnnngggggg~~~ T____T

we are to work

we are to work

OK, ntah vava. Gua sadar bener yang namanya hidup bakal ada turn pointnya juga. Dan kerja adalah sesuatu yang sudah cukup membuat saya insomnia karenanya. Hal ini berlanjut sampai beberapa bulan belakangan ini. Dan yang membuat gua lebih astratjwa lagi adalah, siklus hidup gua bergeser fasa 1/4 hari dari biasanya…

Dimulai dari acara kuliah yang jadwal efektifnya seakan 2-3 hari dalam seminggu, awalnya cukup membuat gua ngerasa kosong nggak ada kerjaan lagi. Kegiatan yang biasanya membuat kepala dan badan keringat dingin semester 7 ke bawah sudah nggak ada lagi. Tapi semenjak dapet tawaran untuk ngerjain beberapa hal di luar waktu kuliah, sekarang gua jadi punya night life yang gak pernah gua bayangkan di semester-semester sebelumnya. Dan bukan keringat dingin lagi yang keluar, tapi keringat darah gan~… (/T.T)/~ Oh Tuhan, kasihi aku…

Kebetulan saya dapet maenan buat ngerjain kalibrasi kamera dan rekonstruksi 3D di C. Btw ngomong-ngomong tentang 3D, saya jadi ingat kasus tentang on 3D topology tralalanya si mas yang ketahuan plagiat di IEEE. Komen? ==’ Dod*l bener nih orang, malu-maluin dan ngenodain reputasi ribuan orang yang ada di sini. Nyonteknya juga nggak kira-kira, di IEEE dong~… Ya ampun… Temen gua nyelutuk, “praktikan aja jauh lebih pinter daripada dia.” Jujur, gua rasanya sedih, marah, campur aduk dan ada ya orang kek gitu di fakultas gua. Mana gua lagi bikin paper lagi. Jadi nggak mood gua ngerjain paper. Pandangan pribadi dan lebih lanjut mengenai kejadian ini pengin gua ulas terpisah di tulisan gua yang lain.

Yop, kembali lagi ke topik awal. Maenan gua! Gua seneng banget dapet kesempatan buat ngerjain beginian. Seru, hot, adrenalinean, dan sejenisnya campur aduk jadi satu. Adapun maenan yang satu lagi yaitu LDPC. Gua juga seneng banget ngerjain beginian. Bahagia, terharu, bersemangat, dan sejenisnya campur aduk juga jadi satu. Gua malah sempat berpikir, wah besok kalau kerjaan gua beginian terus asik juga yak.

Tapi sodara-sodara, ada efek psikologis yang baru saya rasakan belakangan ini. Insomnia! Alamakjong… ==; Sebagai gantinya gua juga gak kaget tidur jam 6 pagi dan bangun jam 12 siang. Akibatnya, gua jadi jarang olahraga lagi. Hari-hari ini juga kepala gua rasanya pusing berat kalau dibuat gerak. Oh great, very kalong…

Dan satu lagi, setiap gua bangun tidur, makan, ke kampus, internetan, ngobrol, jalan-jalan, ataupun bengong, entah kenapa kepala gua seakan ada yang ngebisiki TA, TA, TA, dan TA…

OMG, super spooky~~~!!! ahahaha…

Sampai di sini gua mikir, keknya gua pengen ambil kerjaan yang bisa gua kerjain remote aja kali ye biar hidup gua agak tenangan dikit. Btw, semangat TA ya teman-teman.

😀