dan Saya pun Mengurus…

Hai-hai-hai!

Apa kabar? Sorry for not being so up to date. Karena saya baru-baru aja dilanda masalah yang membuat saya stress berkepanjangan. Apakah itu?

Sayah sakit… T________________________T

Jadi, saya sadar. Sakit saya inih adalah akumulasi dari gaya hidup saya yang tidak sehat. Target saya ketika bulan puasa ini sebetulnya adalah menaikkan berat badan. Dan target pun tetap menjadi target. Karena pada hari-hari awal puasa, Sayah Digigit Tikus di Jalan!!!

Aaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrgggggggggghhhhhhhhhhh!!!!!

Sumpah! Sayah menjerit dengan ekspresi tak tertahankan begitu di gang deket kos ada seekor tikus yang mencium jari telunjuk kaki kiri saya. Dan tentu saja, si tikus pun latah ikut-ikutan menjerit-jerit. Dan telunjuk saya pun berdarah! Oh good… ==’ Saya pun trauma, apakah saya akan terserang rabies? lepra? pes? atau sodoku? Tidak!!! Saya masih muda…! T_____T

Hari-hari awal saya tidak ada reaksi apa-apa yang mencolok. Tapi hari ketiga atau keempat, saya demam tinggi. Bangun pun susah. Pusing setengah mati. Jadilah saya hanya berbaring di tempat tidur. Padahal ada demo proyek yang harus saya selesaikan.

Sebetulnya, sakitnya saya tengarai akibat saya beli kolak sembarangan di pinggir jalan. Ingat pelajaran SD, jangan jajan di pinggir jalan sembarangan. Dan dua hari berturut-turut saya beli kolak 2 bungkus untuk saya habiskan dalam waktu beberapa jam. Freak… ==’ Dan kolaknya keknya ada pemanisnya. Mana sebelumnya saya sudah teruji tidak pernah sehat buka puasa dengan yang dingin-dingin di bulan ramadhan sebelum-sebelumnya. Akhirnya, begitulah…

Kemudian, saya pun sembuh setelah makan panadol pemberian gratis temen kos sebelah. Dan demam sayah pun menurun drastis.

Lalu, malam harinya, saya tiba-tiba ngidam bakso. Dan saya pun nyegat bakso di deket kosan. Dan saya pun dengan semangatnya, membawa mangkok untuk saya serahkan kepada abang baksonya. Dia pun mulai mencampur bakso dan segala macamnya. Sampai di suatu gerakan, dia memasukkan garam + vitsin dengan perbandingan 1:2 atau lebih. Aaaaaaaarrrrrrrrggggggggghhhhh!!!!!! Saya lupah bilang jangan pakai MSG. ==’ Padahal saya rada sensitif dengan benda-benda seperti itu. Dan sampai di dalam kos pun, rasa baksonya sangat MSG sekali sodara-sodara… T____T Nggak gurih tapi huek… saya langsung berhenti ketika semua bakso saya paksa telan. Wkwkwkwkw…

Besok-besoknya, perut saya pun melilit tidak karuan. Panas banget rasanya lambung saya. Dan saya pun tergeletak lagi di atas kasur selama beberapa hari tanpa bisa melakukan aktivitas berarti… Very good… Wkwkwkwk… Di saat-saat sakit itu saya cuma bisa makan beberapa suap nasi. Dan alhasil, diet saya pun bekerja…

Beberapa hari setelahnya saya pun sembuh. Dan bisa beraktivitas seperti biasa di kampus. Tapi, ada insiden menyebalkan ketika saya baru sembuh. Telinga saya tiba-tiba terasa gatal. Saya pun menggaruknya dengan sangat kencang. Dan apa yang terjadi sodara-sodara? Telinga saya berdarah (keknya)! Aaaaahhhhhhhh!!!!!

Tolong…!!! Rasanya nyut-nyutan gak tertahankan. Perihnya sampai nonjok kepala rasanya. Dan itu berlangsung beberapa hari juga. 3 hari kalau nggak salah. Dan lagi-lagi, saya pun tergeletak di tempat tidur. Oooooohhhhh… Rasanya, sayah benar-benar mensyukuri ketika saya merasai sehat. Nggak bisa ngapa-ngapain di atas kasur rasanya menyebalkan. ==’

Dan setelah sembuh, saya pun beraktivitas seperti semula. Saya ke kampus dan buka bareng anak-anak. Komentar mereka kurang lebih, “Hah? Kamu bukan Agi! Kembalikan Agi yang dulu…!!!” T_________T

Dan sekarang, saya pun sedang berusaha menormalkan badan saya lagi. Btw, thanks God for the lessons. 😀

Advertisements