Dua Dosa Besar pada Zaman ini…

Melihat beberapa perkembangan kasus yang barusan terjadi di benua selatan atas sekelompok orang yang kurang beruntung (baca: House Representatives) karena cukup terekspos berlebihan hanya karena masalah yang sebetulnya bisa dihindari, membuat gua menarik dua kesimpulan. Sebuah “dosa besar”. “Dosa” yang membawa malu bagi siapapun yang memikulnya. Yaitu,

1. Tidak Punya Email
Ya. Tidak punya email, lupa alamat email, atau tidak bisa pakai email, merupakan salah satu dosa besar yang rentan dan berpotensi untuk dihujat oleh orang banyak. Karena anda akan dianggap ketinggalan jaman, tidak peka dengan publik, gaptek, anti-sosial, tidak mau maju, atau tidak mau belajar. Menyedihkan memang. Apalagi kalau anda duduk di sebuah posisi tinggi dan tidak memiliki email “resmi” dan adanya cuman email gratisan. *sigh* Face it dude, the world spins fast.

2. Tidak Bisa Bahasa Asing
Kalau anda orang Islam, sebetulnya anda big fail banget gak bisa bahasa arab. Dan gua termasuk yang big fail. Jadi ini sifatnya mengajak aja yak. LOL. OK, yang selanjutnya ini cukup lebay. Tapi gak bisa bahasa Inggris juga dosa besar. Tapi itulah yang terjadi jika anda tidak bisa bahasa Inggris dan suatu saat pelesiran ke sebuah negara selain Indon. Dosa besar yang tergolong big fail. Walaupun sebenernya nggak ngefek juga sih di negara-negara cem cina atawa prancis. Tapi setidaknya bahasa Inggris jadi bahasa pengantar untuk tahu tentang masalah esensial yang terjadi di dunia yang sebagian besar orangnya paham bahasa Inggris. Btw gua pernah baca di sebuah jurnal, jadi multilingual itu bisa membantu menghambat penyakit Alzheimer loh. Jadi, mari kita bermultilingual ria.

P.S. Just kidding yak. Ahahahaha… Gua juga pake email gratisan dan bahasa Inggris gua juga belepotan. Jadi, pesan dan kesan hari ini adalah, mari kita bikin email! Have a nice day~ 😀

Advertisements

renungan malam yang super labil

hoagh… hari ini saya cuman pengen shout out sebentar. karena sebenarnya saya sudah menulis beberapa draft tentang beberapa hal yang saya pikir menarik. tapi belum saya publish-publish karena ada beberapa kata yang masih sensitif menurut saya. LOL

btw, gua kepikirin beberapa hal labil sih. tapi pengen gua curhatin juga. mmm…

gua gak mau nyebut langsung. tapi dari kecil udah sempat gua alami juga sih.

yaitu diskriminasi. I don’t like it. tapi terkadang gua juga bangga karena beberapa hal.

misal, dulu pas gua masih kecil gua pernah mengalami kejadian yang cukup diskriminatif. dan berhubung gua pas masih kecil jauh lebih labil daripada sekarang, gua selalu bertanya-tanya, kok begini? kok begitu? gua kan manusia juga sama kayak loe. dll dsb dst.

sebetulnya nggak terlalu diskriminatif juga sih. tapi dalam beberapa hal gua jadi selalu pengin tahu tentang hal-hal yang berlawanan arus. mainstream is not always interesting enough for me.

taruhlah, semua orang lagi kecam DPR. dan di saat setiap orang mengecam DPR, gua malah mencoba pengen cari tahu sisi kemanusiaan beberapa anggota DPR secara lebih personal. Dan membawa hasil bahwa, gua, pengen jadi anggota MPR… Seriously.

Mwahahahahahahahahahahahaha…

same like that. dalam beberapa fase pas di zaman-zaman 3S (SD, SMP, SMA), dalam beberapa hal gua ngerasa diremehin. misal yak, ada anak pinter di kelas seberang, dan gua iri. karena si anak ini dielu-elu oleh beberapa kelompok misalnya. dan gua ngerasa gua nggak kalah baik daripada si anak. dan karena kelabilan gua saat itu sangat tidak tertolongkan, gua jadi pengen dielu-elu juga. @,@ ahahaha… sumpah nggak penting. tapi begitulah masa-masa 3S.

padahal seinget gua iblis diusir karena dia ngerasa lebih baik daripada adam. -_-‘

Tuhan, ampuni saya.

dan begitulah perasaan gado-gado gua malam ini.

apa lagi yak?

mmm…

oh, masalah keislaman. rada SARA sih. tapi lucu juga kalau gua denger. gua sering berbeda pendapat sama beberapa temen. dan bahkan saking sotoynya gua keknya pernah nggak setuju sama Bukhari Muslim, dan bahkan mungkin, Abu Bakar beserta Umar. (for Abu Bakar and Umar, sorry guys. you are cool guys kok.) ==’ bahkan ada beberapa temen yang terang-terangan mempertanyakan status kereligiusan gua. apakah gua sekadar tahu tentang keagamaan tapi nggak percaya, atau percaya tapi nggak tahu bener-bener, atau malah mungkin gua tahu tentang suatu keagamaan tapi malah mengimani keagamaan yang lain. trust me. nggak ada seorang pun yang tahu judul keimanan dia sendiri di saat dia dipanggil sama Tuhan sebelum dia dipanggil sama Tuhan.

jangan ge'er yak~ #apasih :p

jangan ge'er yak~ #apasih :p

terus apa lagi?

oh, tentang hidup deng. hidup itu susah? mmm… nggak susah susah amat sih. tapi ya nggak gampang-gampang amat juga. percayalah, burung-burung yang nggak bisa ngitung integral aja dikasih makan sama Tuhan, apalagi kita yang bisa perkalian…, Tuhan pasti memberikan kita makan besok dan besok lagi sampai waktu yang Dia tentukan. jadi, mari kita berpikir hal lain selain makanan. seperti Image Processing atau Speech Recognition.

sama masalah asbun. asal bunyi. atau prasangka. negative thinking. ewh, entah kenapa, gua sering nemu orang-orang negative thinking. hah. gimana mau bahagia klo isinya curiga terus. -_-‘ positive thinking lah. dan Agi, positive thinking juga lah! masak loe mikir klo banyak orang yang loe temui negative thinking. paradoks. sekali-kali pengen gua uji keparadoksan ini. jadi intinya, klo nggak tahu, tanya langsung ke orangnya yak. jangan asal nuduh. LOL

udah.

puas.

hahhhh…

saatnya tidur. (gua ngetik malem-malem sebelum tidur)

beubai semua~ have a nice day~ 😀