Terjebak Rutinitas

Bangun pagi, beres-beres, mandi, jalan kaki ke kantor, kerja, kerja, makan, kerja, bengong, kerja, jalan kaki ke rumah, makan malam, buka komputer, nonton, tidur. Bangun pagi, beres-beres, mandi, jalan kaki ke kantor, blablabla, …, …, … .

Rutinitas ya. Hal yang paling gua benci dari dulu. Gua orangnya gampang bosen. Dan rutinitas membuat kebosenan gua semakin cepat datang. Hal yang membedakan gua pas masih di ITB dan sudah kerja adalah bagian ini. Pas masih kuliah, gua ga bisa nebak apa yang bakal gua lakuin seminggu ke depan walau gua udah punya rencana ke depan. Bahkan nanti malamnya gua mau ke mana pun ane kadang ga yakin gua bakal ada di mana dan bareng siapa. Dan sekarang gua ngerasa, kejutan-kejutan tadi udah jarang ada lagi. Semuanya, super bisa diprediksi.

=_=’

Di postingan sebelumnya, ane pernah posting tentang kebahagiaan. Dalam beberapa bidang, gua benar-benar bahagia. Tapi di beberapa hal, ga bahagia-bahagia amat. Salah satunya, harapan gua adalah gua punya kehidupan dinamis yang bikin gua penasaran gua bakal ngapain aja ke depannya. Tapi realita yang gua hadapi adalah kehidupan ane belakangan jadi monoton. Gua sangat bisa memprediksi gua bakal ngapain aja ke depannya. Di bagian ini, gua ga bahagia.

Lha, bukannya segala sesuatu yang terprediksi itu enak ya? Bagi gua ga juga. Karena ga ada tantangannya.

Taruhlah, gua suatu hari lagi pengen pergi ke toko buku dari rumah. Dari rumah ke toko buku yang ane tuju ane udah bisa prediksi kapan bis nyampe dan kapan nyampe sana. Tapi, dulu pas masih kuliah, dari rumah ke toko buku yang ane tuju, ceritanya bakal jadi lain. Karena, ane ga tahu kapan angkot ane lewat dan, berapa lama angkot ini bakal beraksi di jalan. Apalagi klo lagi janjian, ribetnya memastikan siapa saja yang sudah di sana itu asik loh. Deg-degan angkot ngetem kek, deg-degan ada motor asal nyablak kek, deg-degan tiba-tiba ujan kek, semua campur aduk jadi satu.

Intinya, terprediksi itu ngebosenin, tak terprediksi itu lebih seru.

Sifat deadliner gua masih mendarah daging tampaknya. Haha. Atau gua keknya kudu mulai mencari kesibukan lain.

12 thoughts on “Terjebak Rutinitas

  1. gw disini campur-campur gi. Hidup gw emang “flat” dibagian tertentu. Kosan-kantor-kosan-kantor. Tapi yang ga terduga adalah masalah kerjaan. Kadang kerjaan gw mendadak perlu report. Dan itu sungguh gw ga suka! Haha.. Tapi ya masih dinikmati aja. Makanya jalan2 yuk 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s