Ingatan Kehidupan Gua Terawal yang bisa Gua Ingat

Ada sebuah ingatan kehidupan. Memori kehidupan gua terawal yang pernah bisa gua ingat. Samar, bahkan begitu samarnya, gua ga yakin itu mimpi atau bukan. Uniknya, ingatan ini adalah ingatan yang paling membekas, paling kentara, dan paling terngiang dibanding ingatan-ingatan gua yang lain.

Gua ga tahu gua umur berapa waktu itu. Tapi ada satu yang gua yakin gua inget, bahwa gua “sadar” secara tiba-tiba. Berikut cuplikan ingatan kehidupan terawal gua.

Sumpek. Pengap. Sesak. Tiba-tiba gua sadar entah kenapa.

Gelap.

Gua sadar, kalau gua tersadar. Gua masih inget, gua seperti punya kesadaran penuh tiba-tiba. Seperti bangun tidur, gua seperti ngebawa beribu pikiran terpendam yang menunggu untuk dieskpresikan.

Berontak, gua pingin berontak dan ngomong. Tapi ga bisa. Gua bahkan seperti pingin jalan.

Tiba-tiba gua sadar ada di mobil malem-malem. Mobilnya tampak menyinari jalanan depan gelap dengan 2 lampu depannya. Ngelewati jembatan.

Jalan gelap. thanks to: booklikes

Jalan gelap. thanks to: booklikes

Nah lho. Sejujurnya ini absurd, dari mana gua bisa tahu konsep mobil dan jembatan di ingatan terawal gua. Hahaha. Btw, ingatan gua masih berlanjut sebetulnya. Cukup panjang. Gua cukupkan sampai di sini. Karena gua pribadi melihat ini sebagai salah satu ingatan paling berkesan dalam hidup gua karena terngiang-ngiang sampai sekarang.

Gua ga tahu umur berapa ingatan gua ini. Tapi gua entah kenapa sedikit percaya, mungkin ini ingatan awal-awal gua didatangkan ke dunia. Haha.

Gua tampaknya harus lebih banyak referensi tentang topik ini lebih lanjut.

Advertisements

2 thoughts on “Ingatan Kehidupan Gua Terawal yang bisa Gua Ingat

  1. Tapi pertanyaan lo ttg bagaimana bisa tau konsep mobil, malam, lampu, dll itu bisa ditelusuri lebih lanjut. Gimana lo dapat mengetahui saat itu, padahal lo belum pernah dapat info tsb.

    • bisa jadi gua sudah belajar hal-hal tadi sebelum ingatan pertama gua. alam roh mungkin, di mana gua sudah belajar dan tahu konsep-konsep tadi.

      tapi klo gua coba cari penjelasan skeptisnya, mungkin ketika gua mengingat scene itu dan menceritakannya lagi ke orang-orang, gua menceritakan dengan pengetahuan gua saat gua bercerita. sehingga bisa jadi di waktu kejadian gua sebetulnya ga tahu konsep-konsep tadi, hanya bisa mengingat doang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s