Surga Allah

Sebuah kajian menarik pernah gua dengar dari Ustadz Nouman Ali Khan. Postingan kali ini adalah rangkuman kajian beliau saat itu. Al-Qur’an sering sekali menggunakan kata [Samaa’ :: السَّمَاءِ] dan [Samaawaat :: السَّمَاوَاتُ] ketika merujuk tentang ‘Langit‘. Kedua kata ini, walau sering diperlakukan sebagai kata yang sama dalam bahasa Indonesia, namun keduanya memiliki makna yang sama sekali berbeda.

thanks to: Nick Risinger

[Samaa’ :: السَّمَاءِ] adalah kata berjenis tunggal atau singular. Adapun, [Samaawaat :: السَّمَاوَاتُ] adalah kata berjenis jamak atau plural. Maka, [Samaa’ :: السَّمَاءِ] seharusnya lebih kecil ukurannya daripada [Samaawaat :: السَّمَاوَاتُ], bukan?

Sayangnya bukan.

Dalam bahasa Arab, [Samaa’ :: السَّمَاءِ] justru memiliki konsep ‘apapun yang ada di atas’. Sedangkan, [Samaawaat :: السَّمَاوَاتُ] justru merujuk pada ‘Ke-7 Langit’. Sehingga, [Samaa’ :: السَّمَاءِ] yang singular ini bermakna ‘sesuatu yang hampir tak terbatas’, dan [Samaawaat :: السَّمَاوَاتُ] yang plural ini justru bermakna ‘sesuatu yang terbatas’. Karena kita tahu dari Hadith, ukuran ‘Ke-7 Langit’ ini jika dibandingkan dengan [Kursi :: الكرسي], seperti sebuah cincin terhadap luasnya Gurun. [Kursi :: الكرسي] pun dibanding [`Arsy :: عَرْش] jika dibandingkan, seperti sebuah cincin terhadap luasnya Gurun. Kecil sekali [Samaawaat :: السَّمَاوَاتُ] ini bagi Allah, walau bagi kita teramat besar.

Dari al-Qur’an dan Hadith, kita tahu Surga itu ada banyak. Al-Qur’an mendeskripsikan salah satu Surga tersebut dalam ayatnya berikut.

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan Surga yang seluas [Samaawaat :: السَّمَاوَاتُ] dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa [Q3:133]

OK di sini, Allah menyuruh untuk bersegera terhadap suatu Surga, yang secara deskripsi, merujuk pada sesuatu yang ukurannya sebesar ‘Ke-7 Langit’ ciptaan Allah, yang mana ukurannya seharusnya tidak terlalu ‘besar’ dibandingkan ciptaan Allah yang lain. Kata kuncinya adalah ‘… disediakan bagi orang-orang yang bertakwa‘, yang mana pada Ayat-Ayat selanjutnya al-Qur’an menyebutkan kriteria orang-orang yang bertakwa adalah,

  1. Orang-orang yang berinfak di kala lapang dan sempit, dan
  2. Yang menahan amarah, dan
  3. Yang memaafkan orang lain, dan
  4. Orang-orang yang apabila berbuat keji dan dzalim mereka mengingat Allah dan memohon ampun atas dosa mereka.

Dan ini semuanya, al-Qur’an menyebut kriterianya pakai kata ‘dan‘ semuanya. Padahal, masuk satu kategori saja sudah susah dan luar biasa sekali. Apalagi ke-empat-empatnya, akan lebih sedikit lagi jumlah orang yang masuk kualifikasi tersebut. Surga yang dimaksud yang ini jelas, adalah Surga elit di antara Surga-Surga yang lainnya.

Namun dalam Ayat-Nya yang lain, Allah berfirman.

سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas [Samaa’ :: السَّمَاءِ] dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. [Q57:21]

Kali ini, al-Qur’an menyebut Surga, dengan kata [Samaa’ :: السَّمَاءِ] yang jauh lebih luas dibanding ‘Ke-7 Langit’ tadi. Dan kriteria yang dipasang kali ini jauh lebih ringan dibandingkan yang tadi, cukup beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Ini adalah Surga yang jauh lebih luas jangkauannya dan lebih mudah dimasuki oleh banyak orang, dari sejak zaman Ia ciptakan makhluk-Nya pertama kali (yang notabene bukan manusia) sampai di akhir zaman kelak, semuanya berkesempatan untuk bergabung ke dalam Surga Allah.

Sekian.

Wassalamu’alaikum wr wb.

Advertisements