Boseong Nokchabat – 보성녹차밭으로 가는 인도네시아 사람의 일기

Last week, I have a chance to get my feet to arrive at Boseong, Jeollanamdo. Many of my Korean friends have said nothing but good about this province. So I do a little bit of research on my own, and I found that this place has an enormous amount of interesting places to go. So, the day has been set up, and I went to the station to pick my ticket up. Unfortunately, the tickets are sold out. I am forced to start my journey at the next day, the journey to Korean tea plantation, Boseong Nokchabat.

That’s okay for me. But man… the transportation for going there is quite adventurous for me. It is far, and certainly not crowded, and of course, more traditional scenes can be seen along the route. The road is refreshing. I take a train, continued by taking intercity bus from Gwangju to Boseong. And at the last minute before the departure, I loss my ticket. Duh. I don’t know how it can disappear without my notice. I ran to the booth and re-buy my ticket. =_=

The story didn’t stop there. Because I get off from the bus at the wrong city. Hahaha. I thought the bus has stopped at the destination, so when I asked the driver, “So, here is Boseong, right?” He just nodded and encourage me to get off from the bus as soon as possible because of the queue behind me. Hah. Then I realized. I arrived at the middle of nowhere between Gwangju and Boseong. I am lost. Hahaha.

Fortunately, there is a village bus coming passing me, and the driver told me that I can go to there by riding his bus. So then, I arrived at Boseong.

Next, the city bus from Boseong to Nokchabat is still long to depart. So I decided to take a taxi from the terminal to the Nokchabat. I just very exhausted at that time. But, hahaha, the taxi meter is running quite little bit faster than ordinary Korean taxi. Anyway, I arrived at the tea plantation nicely and safely. It is cloudy at the time I arrived there. But it is good.

Finally, here is my footage about my journey there. Enjoy. 😀

Advertisements

VBlog Kesepuluh – Makan-makan di Bangkok

Sawasdee Krap!

Ini vblog yang ane janjiin pengen buat dari tulisan sebelumnya.

Liburan panjang kemaren gua sempat mengunjungi Bangkok, Thailand. Dan di sana ane jatuh cinta sama makanan lokal yang menurut gua rasanya luar biasa. Di vblog ini gua juga sempet ngecoba warung makan vegetarian di sana. Enak deh, seriusan. Selain itu, hostel yang ane tempati tempatnya juga asik walau ada di dalem perumahan dalam kota.

VBlog Kedelapan – Ribetnya Cukuran Setiap Hari

Kapan hari Korewa sudah masuk musim semi. Bebungaan dan dedaunan mulai bermekaran. Begitu juga para petani yang terlihat gembira lagi menanam padi.

Di vblog gua kali ini, gua pengen berbagi uneg-uneg tentang cukur kumis tiap pagi. Bagi gua, itu adalah hal yang lumayan ribet dan menyiksa untuk dilakukan. Yang bahkan, kalau ada oplas buat ngilangin kumis secara permanen, keknya bakal gua pertimbangkan sebaik-baiknya. Haha. 😀

VBlog Keenam – Politik, Ngerandom, Kawinan, Daejeon

Kemarin ane sempet dapet undangan ke acara temen kawinan temen ane di Daejeon. Dan kebetulan, salah dua temen ane ada yang di Daejeon. Di vblog kali ini gua akan memperkenalkan siluet beberapa temen-temen gua.

Dan berhubung ada satu yang passion di dunia politik, kita pun memutuskan untuk ngerandom tentang berbagai macam hal. Dan tampaknya, ini video paling random yang pernah ane buat. 😀

VBlog Kelima – Resensi Film Noah, Thailand, Selfie

Kapan hari ane habis nonton film Noah yang katanya kontroversial dan sampai dilarang tayang di beberapa negara. Dan di vblog ini, ane akan coba paparkan perasaan gua setelah menonton film ini.

Selain itu ane juga curcol tentang susahnya nyari tiket balik pas libur besar buat balik ke Indo, yang berakhir dengan tiket ke Thailand. Yey, Thai Massage! Pijet-pijetan! 😀

Btw, selamat menikmati.

VBlog Keempat – Manajemen Sampah – Kebersihan Sebagian dari Iman

Setiap ada pertemuan, selalu ada perpisahan. Begitu juga dengan makanan, setiap ada pertemuan dengan bungkus makanan, maka pasti ada perpisahan dengan bungkus makanan itu, alias, buang sampah.

Nah! Di sini, ane akan coba berbagi pandangan tentang bagaimana cara membuat perpisahan yang indah dengan sampah-sampah yang kita buat setiap hari. Di sini jujur, ane orangnya jorok. Ane masih kudu banyak belajar untuk memperbaiki kualitas kebersihan kehidupan ane. Di video ini, gua coba keluarkan uneg-uneg gua tentang manajemen sampah yang bisa kita coba terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Caranya sederhana, yaitu dengan memilah sampah.

Mungkin loe bakal bertanya, “Tapi, negara kita kan masih belum menerapkan acara pilah-pilahan sampah secara keseluruhan?” Di video ini ane coba jawab secara ga langsung pertanyaan itu. Karena kalau dipikir-pikir lebih jauh, itung-itung kita bisa mengurangi beban kerja pemulung-pemulung plastik.

Akhir kata, selamat menikmati. 😀