Kajian al-Qur’an :: Muqatta`at :: Alif Lam Mim

الم
Alif Lam Mim [Q2:1]

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
Kitab ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa [Q2:2]

Seperti kebanyakan mereka yang penasaran dengan [Alif-Lam-Mim :: الم], gua pun sedari dulu gatel pengen tahu arti katanya. [Alif-Lam-Mim :: الم], seperti kita tahu muncul di pembuka 6 Surat al-Qur’an, yang artinya, menjadi bahan diskusi sampai sekarang. Muqatta`at huruf-huruf ini disebutnya. Selain [Alif-Lam-Mim :: الم], ada

  • [Alif-Lam-Mim-Sad :: المص],
  • [Alif-Lam-Ra :: الر],
  • [Alif-Lam-Mim-Ra :: المر],
  • [Kaf-Ha-Ya-`Ain-Sad :: كهيعص],
  • [Ta-Ha :: طه] (salah satu Surat kesenengan gua),
  • [Ta-Sin-Mim :: طسم],
  • [Ta-Sin :: طس],
  • [Ya-Sin :: يس] (salah satu Surat favorit gua),
  • [Sad :: ص],
  • [Kha-Mim :: حم], +[`Ain-Sin-Qaf :: عسق],
  • [Qaf :: ق], dan terakhir
  • [Nun :: ن] (ini juga salah satu Surat yang gua demen, penuh twist di dalamnya).

Huruf Muqatta`at ini disebut-sebut salah satu misteri dari al-Qur’an yang kelak di hari kiamat rahasia aslinya dikasih tahu sama Allah.

Spoiler

Buat spoiler, dari beragam tafsir yang gua baca, dan dari beragam cucokmologi yang mereka tawarkan, gua terpukau dengan salah satu penawaran yang membuat adrenalin gua naek pengen ikutan nyebur ke gelombang dan tafsir Muqatta`at ini. Apakah itu?

Kalau seluruh Muqatta`at tadi dikumpulkan, terus dihilangkan huruf-huruf duplikatnya, maka bisa dibikin kalimat seperti ini.

نص حكيم قاطع له سر

yang artinya

Teks Bijaksana yang Jelas/Tajam yang di dalamnya ada Rahasianya

Beugh!

Hyuk nyebur, mencari apa-apa yang bisa digali dari Muqatta`at ini.

Header dan Payload

Sebelum gua mulai nyebur, gua pingin ndak berjalan dalam gelap dalam menggali Muqatta`at ini. Harus ada langkah awal yang masuk akal sebelum memulai analisis lebih jauh. Lagipula Allah berFirman, ilmu-Nya jika digali gak bakal habis walau ditulis dengan 8 lautan sekalipun. Dan gua sempet download al-Qur’an dari Tanzil Project di sini yang datanya gak sampai 1 MB. Masih 1 MB kan? Kalau, ada cara merubah 8 lautan tadi jadi media penyimpanan ber-qubit-qubit, maka, …, mari, kita gali lebih jauh lagi ilmu Allah.

Qubit?

Qubit adalah salah satu kandidat pengganti Bit untuk arsitektur komputer Quantum. Buat apa dia? Buat medium informasi. Kalau Bit, data yang bisa disimpan 0 sama 1. Kalau Qubit, bisa 0, 1, dan superposisi dari kedua nilai tadi. Memangnya informasi selalu dikirim dalam Bit? Ndak. Kebetulan aja, tingkat kecanggihan manusia mentoknya baru bisa ngirim data pakai 0 sama 1. Dan itu juga biasanya ada embel-embel data tambahannya, biar kalau ada loss atau error di jalan bisa dideteksi dengan mudah di sisi receiver, yang nantinya bisa minta ditransfer ulang, atau, direcovery dengan dirinya sendiri. Jaman dulu, data yang dimodulasi itu analog, tapi hasilnya gak canggih-canggih amat, jadi lari ke digital. Tapi, aslinya lagi nih, di alam, kita ya kalau nerima informasi ya mediumnya sifatnya analog, luwes, gak cuman 0 sama 1 doang. Tapi, yang ingin gua sampaikan sebetulnya bukan Qubit-nya.

Bentar, tadi apa yang kita bahas?

  1. Informasi, bisa dimodulasi dulu sebelum dikirim
  2. Di setiap informasi yang dikirim, biasanya ada embel-embel peneman informasi utama

Jadi inget jaman-jaman kuliah. Dalam transmisi data, hal seperti ini biasa kita kenal dengan sebutan Header sama Payload.

Mekanisme Turunnya al-Qur’an

Sebelum lanjut menggulirkan apa yang ingin gua gulirkan, mari kita refresh mekanisme al-Qur’an diturunkan. Dari beberapa riwayat dan tafsir yang gua baca, gua bisa simpulkan al-Qur’an turun dalam beberapa tahap

  1. Dari [Lauh Mahfuudz :: لَوْحٍ مَحْفُوظٍ] ke Langit Dunia (Samaa’a Dunyaa :: السَّمَاءَ الدُّنْيَا) dalam sekejap pada malam Qadr (lailatil Qadr :: لَيْلَةِ الْقَدْرِ)
  2. Dari Langit Dunia ke Nabi Muhammad (saw) oleh [ar-Ruuh al-Amiin :: الرُّوحُ الْأَمِينُ] secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari

Btw, ada juga pendapat yang berkomentar, lokasi tepatnya al-Qur’an turun di langit Dunia itu di Bait al-`Izzah. Referensi tentang Bait al-`Izzah susah didapat, beda sama [Bait il-Ma`muur :: الْبَيْتِ الْمَعْمُورِ] yang cukup banyak referensinya. Mereka berdua tempat yang berbeda, Bait al-`Izzah ini Bait di Langit Dunia, adapun [Bait il-Ma`muur :: الْبَيْتِ الْمَعْمُورِ] itu Bait di langit ketujuh, biasa dikenal sebagai kiblat buat penduduk langit ke-7. Btw, kata Dunia (Dunyaa :: دنیا) dan kata Bumi (Ard :: الأرض) itu merujuk pada dua hal yang berbeda lho di al-Qur’an. Gua jadi pengin bikin tulisan tentang ini.

Anyway, sampai di sini, kesan yang gua tangkap dari runutan ini berarti, turunnya al-Qur’an ini mirip sama transmisi data. Upload speed dari langit ketujuh ke langit pertama bisa dalam sekejap, tapi upload speed dari pucuk langit pertama ke Bumi makan waktu bertahun-tahun. Dalam hal ini, kayaknya bukan karena Jibrilnya lama deh turun dari Bait al-`Izzah ke Bumi, tapi paradigma interface-nya udah beda, dalam hal ini, otak manusia buat nyerna informasinya emang lemot.

Apa kesimpulan yang bisa gua dapat dari Header-Payload, dan, transmisi Langit ke-7 ke Langit Pertama ini?

Kesimpulannya, gua akan ambil approach di mana [Alif-Lam-Mim :: الم] adalah additional data dari al-Qur’an itu sendiri.

Linux, Python, dan al-Qur’an

Dilihat dari kacamata data transmisi, berikut adalah beberapa kemungkinan Muqatta`at.

  1. Header, sebagai blok identifikasi
  2. ACK atau Acknowledgment, sebagai sinyal persetujuan antar komunikasi
  3. Trailer, sebagai verifikasi integritas data

Dan gua tertarik untuk memandang [Alif-Lam-Mim :: الم] sebagai trailer, verifikasi integritas Surat kedua yaitu Surat [al-Baqarah :: البقرة], atau bisa jadi, verifikasi integritas Surat pertama.

Kenapa? Karena [Alif-Lam-Mim :: الم] muncul setelah [al-Faatihah :: الْفَاتِحَة] dan di awal [al-Baqarah :: البقرة]. Tapi trailer biasanya di akhir kan ya? Atau ini trailer-nya yang justru di awal? Tapi, bisa jadi kan [Alif-Lam-Mim :: الم] berlaku seperti ACK atau header pada umumnya?

Bisa jadi. Tapi di sini gua bakal coba satu-satu dulu. Dan biar gak berasumsi, mari kita membuat metodologi analisis eksak. Metode analisis yang gua bangun sederhana, bisa dibagi atas 4 langkah.

  1. Jangan ada asumsi. Analisis aja data yang ada. Tapi, asumsi dikit-dikit boleh deh
  2. Temukan pattern dari data yang ada
  3. Uji pattern yang ada untuk kasus yang lain
  4. Jika ada anomali, kembali ke langkah 1

Alat bantu analisis yang dipergunakan kali ini adalah Linux dan Python. Target awal kita sekarang adalah, mendapatkan data Surat [al-Baqarah :: البقرة] murni abjad. Dari file al-Qur’an yang sudah kita download, mari kita lihat struktur filenya dengan,

> less quranic-corpus-morphology-0.4.txt

proj0000-2018-06-04_17-08-59

File terbagi atas 4 kolom utama. Kolom kedua berisi per kata al-Qur’an. Nomor Surat, Ayat, dan Kata, diformat dengan format (Nomor Surat : Nomor Ayat : Nomor Kata). Surat [al-Faatihah :: الْفَاتِحَة] dimulai dari baris ke-58 sampai baris ke-105. Adapun Surat [al-Baqarah :: البقرة] dimulai dari baris ke-106 sampai baris ke-10348.

Kolom keduanya ini menarik. Teks bahasa arabnya cukup sederhana ter-encode, [Bismillah :: بسم الله] di-enconde dengan [bi somi {ll~ahi]. Huruf “a”, “i”, “u”, “o” masing-masing untuk harakat fathah, kasrah, dammmah, sukun. Karena harakat hanyalah tanda bantu membaca, kita tidak akan hitung sebagai abjad. Selain itu, abjad Alif (dan Hamzah), selain dengan huruf “A”, ia juga di-encode dengan banyak varian di teks ini dengan “{“, “}”, “>”, “<“, “\”, “@”. Kita akan menganggap semua varian ini sebagai Alif “A” adanya.

Sekarang, mari mulai ngoding.

Untuk mengambil teks dari baris ke-106 sampai ke-10348 kita bisa pakai perintah sed.

> sed -n 106,10348p quranic-corpus-morphology-0.4.txt > Q02

Sedangkan untuk mengambil kolom keduanya saja, kita bisa pakai perintah awk.

> awk -F"\t" '{print $2}' Q02 > Q02

Untuk one liner pakai pipeline jadinya,

> sed -n 106,10348p quranic-corpus-morphology-0.4.txt | awk -F"\t" '{print $2}' > Q02

proj0001-2018-06-04_18-13-16

Sekarang mari kita buat program Python sederhana buat menganalisis statistik teks Surat [al-Baqarah :: البقرة]. Input programnya standard lah ya, nama file. Untuk outputnya mari kita coba tampilkan statistik histogram teks inputnya.

Alurnya programnya, baca masukan input, kemudian hitung histogram, bersih-bersih hasil hitungan histogram untuk harakat, varian Alif dan Hamzah. Code-nya bisa dilihat sebagai berikut.

proj000x-2018-06-05_05-06-33

Sekarang hyuk di-run code-nya. Berhubung gua kasih nama pyOrderAnalyze.py, syntax nge-run-nya kira-kira jadi begini.

> python pyOrderAnalyze.py Q02

Dan ini outputnya.

proj0003

proj0004-2018-06-04_18-37-42

Seriusan, ini reaksi gua pertama kali liat hasilnya.

proj0005

Jadi,

intinya,

bentar… gua sebetulnya agak emosional nemu histogram beginian. T_T

Jadi, intinya, [Alif-Lam-Mim :: الم] ini sejenis checksum tampaknya. Jumlah abjad terbanyak dalam Surat [al-Baqarah :: البقرة] adalah [Alif :: ا] sebanyak 4.935 buah, [Lam :: ل] ada di urutan kedua sebanyak 3.198 buah, dan [Mim :: م] ada di peringkat ketiga sebanyak 2.192 buah.

Pattern yang gua temukan adalah bahwa, [Alif-Lam-Mim :: الم] untuk Surat [al-Baqarah :: البقرة] melambangkan jumlah abjad terbanyak di surat tersebut. Tapi tunggu dulu, [Alif-Lam-Mim :: الم] ini checksum untuk Surat [al-Faatihah :: الْفَاتِحَة] atau Surat [al-Baqarah :: البقرة]?

Maka, mari kita cek histogram Surat [al-Faatihah :: الْفَاتِحَة].

proj0006.png

Gak urut ya histogramnya. Mari kita modif dikit code-nya jadi begini.

proj0007-2018-06-04_22-20-22

Maka kita akan dapatkan histogram Surat [al-Faatihah :: الْفَاتِحَة] sebagai berikut.

proj0008

Peringkat 3 teratas dipegang abjad [Alif-Lam-Mim :: الم]. Eh, abjad Alif sama Lam sama deng.

Sekarang mari kita coba tes juga untuk Surat selanjutnya [Al `Imraan :: آل عمران] yang juga diawali [Alif-Lam-Mim :: الم].

proj0009

Peringkat 3 teratas juga, masih dipegang abjad [Alif-Lam-Mim :: الم].

Surat an-Nisaa, non-Muqatta`at

Mari kita coba sekarang tes Surat sesudah [Al `Imraan :: آل عمران], yaitu Surat ke-4 dalam al-Qur’an, Surat [an-Nisaa :: النساء] yang tidak diawali [Alif-Lam-Mim :: الم]. Gua punya firasat, Surat ini tidak akan memegang [Alif-Lam-Mim :: الم] sebagai peringkat teratasnya.

proj00011

Dan hasilnya, peringkat teratas Surat [an-Nisaa :: النساء] memang tidak dipegang oleh [Alif-Lam-Mim :: الم], tapi [a-l-n-w-m] alias Alif, Lam, Nun, Waw, barulah Mim.

Btw, ada yang sadarkah dengan urutan histogram Surat [an-Nisaa :: النساء] kali ini? Walau dia tidak termasuk Surat yang ada Muqatta`at-nya, tapi ada pattern menarik yang mungkin bisa gua pakai hipotesis untuk membangun teknik verifikasi lanjutan.

[alnwm] ini kalau kita arrange jadi [al-nw-m], kita bisa dapat kesan bahwa rank histogramnya masih ada di zona [Alif-Lam-Mim :: الم], tapi dengan modifikasi [al-*-m]. [al :: ال], dalam bahasa Arab, jika dikiaskan kepada bahasa Inggris, akan setara artinya dengan [the]. Gua tergoda melihat [al-*-m] ini memiliki pattern [the-*-m]. Tapi gua lebih tergoda lagi melihatnya punya pattern dasar [A*C], di mana * melambangkan sebuah abjad yang seharusnya make sense. Emangnya abjad [nw] make sense, gitu?

[A*C] Pattern

Hyuk, kita lihat [al-nw-m]. Gua udah gatel sedari tadi melihat abjad yang ada di tengah-tengah [al] dan [m] ini, [nw]. Hampir semua kata dalam bahasa Arab punya kata dasar yang terdiri dari 3 abjad. Dan [nw] ini, kalau mau dibikin tebak-tebakan kira-kira membentuk kata apa, kayaknya, bakal abu-abu banget deh. Soalnya kombinasinya bisa [nw*], [n*w], atau [*nw].

Eh, tapi bentar. Tadi kita lagi bahas Surat apa? Surat [an-Nisaa :: النساء]. Dan kata [an-Nisaa :: النساء] dibentuk dari kata dasar [ن س و] alias [nsw].

Btw, tadi kita lagi bahas [A*C] pattern, dan sempat bingung tentang kombinasi [nw]. Tapi, kalau kombinasinya [n*w], seperti [A*C] pattern, ini malah sangat kebaca sekali kalau [n*w] itu merujuk ke kata [nsw], alias [an-Nisaa :: النساء].

Seakan histogram tadi berkata [al-n*w] = [al-nsw][an-Nisaa :: النساء] = Wanita. Alias histogramnya menceritakan tentang dirinya sendiri, yaitu nama Surat itu sendiri.

Menarik ya.

Sadaqallahul Adzim. Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Sekian.

Wallahualam.

Wassalamu’alaikum wr wb.

Disclaimer

Program yang gua tulis, berhipotesis, segala varian Alif dan Hamzah, adalah Alif.

Gua menambah Hamzah untuk ikut dihitung sebagai Alif, karena pada dasarnya bunyinya mereka sama semua, yaitu A. Hamzah, pada abjad Arab, walau dibaca A juga, biasanya dianggap bukan abjad utuh. Perhitungan Hamzah sebagai Alif dilakukan semata untuk mempermudah histogram abjad biar konsisten dan ndak muncul Alif ganda.

Di Disclaimer ini, gua ingin berdoa semoga Allah mengampuni dosa gua kalau gua melakukan kesalahan besar dalam analisis ini. Gua gak ada maksud sama sekali merubah kata-kata dari tempatnya.

Semoga Allah memberikan petunjuk selalu kepada kita semua.

Amiiin.

al-Qur’an Corpus

[*] http://corpus.quran.com/download/

Advertisements

5 thoughts on “Kajian al-Qur’an :: Muqatta`at :: Alif Lam Mim

  1. Alif lam mim, jika dibaca dg pengkondisian tertentu dengan izin allah membuka gerbang gaib, segala pintu alam. Bentuknya yg ana tau portal cahaya terang. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s