Kajian al-Qur’an :: Saad :: Analisis Struktural (1)

Surat [Saad :: ص] adalah salah satu Surat berhuruf Muqatta`at dalam al-Qur’an. Surat ini termasuk banyak rimanya di dalamnya. Rimanya kebanyakan muncul pada penggunaan huruf di akhir Ayat. Kalau mbaca terjemahan sekilas, nuansa rimanya gak bakal kerasa sama sekali. Rima huruf ini membentuk blok-blok tersendiri, yang kalau dibaca sekilas tampak random.

Btw, yakin random nih?

Saad, sebuah Superposisi

Alam kita, penuh akan hal-hal yang tak kasat mata dan tak terjangkau oleh indera manusia. Contoh gampangnya, gelombang dan frekuensi. Kita bisa saja menerima sebuah paket gelombang dalam telinga kita, tapi kita ndak sadar ada pesan-pesan tersembunyi yang ikut-ikutan nyempil di dalam gelombang tadi. Pesan-pesan tak kasat ini biasanya ikutan melebur karena terjadi superposisi gelombang. Siaran radio salah satunya, kita ndak akan bisa mendengar, boro-boro mengapresiasi, suatu siaran radio jika kita ndak punya filter untuk mendengarkan sinyal di frekuensi tertentu. Mereka ada di sana, tepat di bawah hidung kita sendiri, namun kita tidak bisa mendengar mereka.

Dan Surat [Saad :: ص], penuh akan frekuensi-frekuensi tersembunyi, yang menjadikannya Surat ini unik dengan keindahannya sendiri. Btw, tadi sempet disebutkan Surat [Saad :: ص] itu banyak rimanya. Untuk lebih jelasnya, berikut rima yang gua dapet dari Surat [Saad :: ص].

P07-Saad-Rima01

Ini semua ini adalah daftar abjad yang mengakhiri tiap Ayat dalam Surat [Saad :: ص].

P07-Saad-Rima02

Keseluruhan rimanya adalah, [R, Q, S, B, D, Q, T, J, R, M, N, L]. Ngelihat rimanya aja sebenernya udah indah, apalagi ngedengerinnya bacaannya. Dan menariknya, semuanya kalau dikumpulkan berdasarkan rimanya, Ayat-Ayatnya bercerita tentang topik yang sejenis sesuai dengan kelompoknya rimanya masing-masing. Ada yang ngebentuk orbital composition secara topik, ada yang ngebentuk cermin satu sama lain, ada juga yang murni berbicara tentang sesuatu di luar alam kita, contohnya kejadian-kejadian di Neraka dan di Surga.

Selain itu, dalam pembahasan kali ini gua juga bakal berargumen, bahwa makna [Saad :: ص] dari Surat [Saad :: ص] ini merujuk pada konsep pasangan-pasangan kebaikan dan keburukan. Lebih tepatnya, grup orang-orang terbaik dan grup orang-orang penghuni Neraka. Karena kita bisa melihat banyak sekali ‘dualisme’ dalam Surat ini di tiap-tiap grup-grup Ayat yang terkesan random tersebar.

Grup R, 3 Pasangan Besar

Mari kita kumpulkan semua Ayat yang berakhiran abjad [Ra :: ر].

P07-Saad-GrupR

Tanda [*] menunjukkan tafsir langsung Ayat dalam bahasa Indonesia. Sisanya merupakan rangkuman dari tafsir Ayat. Dari daftar di atas, sengaja gua tambahkan sebuah Ayat yang memiliki rima abjad [Jim :: ج]. Karena Ayat berima ini nongol sendiri sebagai pembuka sederetan Ayat berima [Ra :: ر]. Dan Ayat berima [Jim :: ج] ini menjadi pembuka kisah tentang percakapan para penduduk Jahannam.

Gambar di atas sebenernya cukup menjelaskan tentang dirinya sendiri. Tapi gua tadi sempat bikin klaim bahwa makna [Saad :: ص] dari Surat [Saad :: ص] ini merujuk pada konsep pasangan-pasangan kebaikan dan keburukan. Alurnya sederhana, grup R ini bisa dibagi menjadi 3 bagian pasangan sebagai berikut.

  • Bagian X dari [Saad :: ص] [Q38:1a]
  • Bagian X’ dari X’A [Q38:28], X’B [Q38:45-48], dan X’C [Q38:59-64]
  • Bagian Y dari [Demi al-Qur’an yang mengandung peringatan] [Q38:1b]
  • Bagian Y’ dari [Katakanlah sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan …] [Q38:65]
  • Bagian Z dari [Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia …] [Q38:27]
  • Bagian Z’ dari [Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya …] [Q38:66]

Di sini mereka baru kelihatan kalau tiap bagiannya berpasangan.

Menariknya, [Saad :: ص] berpasangan dengan bagian [X’] yang merupakan sederetan bagian yang lebih besar, yang mana pesan yang terkandung di dalam [X’] sebenarnya seragam, bahwa Allah tidak akan memperlakukan orang baik sama dengan orang jahat.

Ngomong-ngomong tentang pasangan, tepat antara [X’B] dan [X’C], ada Ayat [Q38:58] berima [Jim :: ج] yang memuat kata [Azwaaj :: أَزْوَاجٌ] yang bermakna berpasangan. Tapi [X’B] dan [X’C] kan merupakan pasangan yang berkebalikan antara orang-orang baik dan orang-orang yang merugi? Ho’oh. Bedanya, kali ini, pasangan yang dibahas adalah pasangan dalam Neraka. Ayat tadi sebetulnya mengomentari Ayat sebelumnya tentang siksa Neraka yang berpasangan dan berkebalikan satu sama lain, yaitu air yang sangat panas, dan air yang sangat dingin. Neraka itu ndak cuman tempat yang sangat panas rupanya, tapi juga tempat yang sangat dingin, biasa dikenal dengan nama [Zahmariir :: زَمْهَرِير].

Adapun [Y] dan [Y’] yang bertemakan Peringatan [Dzikr :: الذِّكْرِ], bisa jadi di pikiran orang, yang ada adalah peringatan karena hal-hal yang buruk. Namun sebaliknya, kata [ذ ك ر] justru muncul di blok yang berisi orang-orang terbaik, [Q38:45], [Q38:48-49]. Another little twist.

Sudah mulai kerasa kan nuansa twist di dalam Surat [Saad :: ص] ini? Hyuk lanjut.

Sekarang mari kita balik ke obrolan para penghuni Neraka di Neraka.

وَقَالُوا مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالًا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ الْأَشْرَارِ. أَتَّخَذْنَاهُمْ سِخْرِيًّا أَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ الْأَبْصَارُ

Dan berkata mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami anggap sebagai orang-orang yang [Asyraar :: الْأَشْرَارِ]
Apakah karena kami menjadikan mereka olok-olokan atau karena dialihkan dari mereka penglihatan kami? [Q38:62-63]

Ini adalah salah satu bagian yang nyesek sebetulnya. Kata [Asyraar :: الْأَشْرَارِ] memiliki range arti paling hina, paling buruk, atau juga paling paling jahat. Di lain Ayat, bentukan lain kata ini [Syarar :: شرر], bermakna bunga api. Sehingga, orang-orang yang [Asyraar :: الْأَشْرَارِ] bisa merujuk juga tentang orang yang saking jeleknya di kalangan manusia, mereka jadi begitu kentara dan jadi buah bibir. Ironis jadinya, ketika sekumpulan penghuni Neraka ini kaget tidak mendapati di Neraka orang-orang yang hina di mata mereka sewaktu hidup di dunia. Eh bentar, berarti mereka sewaktu hidup di dunia bukan dari golongan yang dianggap hina dong?

Salah satu tafsir yang gua baca bahkan ngasih komentar bahwa kelak Abu Jahal di Neraka kebingungan, karena dia nggak nemu Bilal, budak berkulit hitam yang hina di mata dia, dan juga ndak nemu Ikrimah, anaknya sendiri yang bareng-bareng memerangi Rasulullah. Harusnya Ikrimah bareng-bareng dong sama Abu Jahal disiksa di Neraka karena menentang Allah. Sayangnya, Bilalnya sudah masuk Surga. Dan Ikrimah, sepeninggal dia, tobat, berhenti memusuhi Rasulullah, dan menjadi salah satu sahabat Rasulullah. Another twist, orang yang dianggap buruk, belum tentu di akhir hayatnya buruk.

Bandingkan sama grup orang-orang terbaik, Ibrahim, Ishaaq, Ya`qub, Ismail, Ilyasa`, dan Dhal-Kifl. Taruhlah nabi Ya`qub, ini salah satu nabi yang sedih bener ceritanya menahan kesedihan Yusuf yang ilang ndak jelas rimbanya. Sampai-sampai sempet jadi buta saking sedihnya. Orang mungkin ngelihat kondisinya menyedihkan sekali, tapi Allah menyanjung dia sebagai salah satu orang-orang terbaik.

Grup Q, Kontras dalam satu Ayat

Sekarang, mari kita kumpulkan semua Ayat yang berakhiran abjad [Qaf :: ق].

P07-Saad-GrupQ

Semua item merupakan tafsir langsung Ayat dalam bahasa Indonesia.

Indah ya? Hasilnya gak random sama sekali. Grup ini, seperti grup R, juga terbagi atas 3 macam bagian yang sejenis. Bedanya, kalau grup R isinya pasangan dari tiap-tiap 2 grup Ayat-Ayat, grup Q di setiap Ayatnya sudah ada pasangannya sendiri-sendiri.

Grup pertama adalah, [kontras dan ekstrim]. Ini adalah kelompok Ayat yang pada dasarnya sudah bertentangan kodratnya satu sama lain. Bertentangan kodratnya? Kita mulai dari Ayat nomor 2. Kata [ع ز ز], di dalam al-Qur’an, begitu banyak sekali dipakai untuk memuji Allah. Kata ini, bisa diterjemahkan sebagai Kesombongan, Kemuliaan, Kekuatan, Kehormatan. Sehingga, untuk pernyataan yang menyatakan bahwa ada segolongan manusia yang berada pada kesombongan itu sendiri sebenarnya sudah bertentangan dengan kodrat. Kesombongan hanyalah milik Tuhan. Lha ini, ada manusia yang mau memakai Jubah-Nya. Kalimat selanjutnya mengomentari tentang natur orang-orang tersebut yang memang saling bertentangan. Adapun tentang adanya dua entitas panas dan dingin dalam Neraka sendiri di Ayat ke-57 seharusnya sudah cukup membuat kita berkata Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Sekarang gua coba lompat ke grup bertemakan [waktu]. This is another weird shit from past generations. Ayat ke-15 ini mengomentari apa yang diminta orang-orang yang membangkang para Nabi, mereka minta adzab disegerakan. Ayat ini mengolok-ngolok mereka. Mereka menunggu sesuatu yang tidak perlu ditunggu. Soalnya klo pas datang, bakal kapok-kapokan mereka menyesali apa yang mereka minta disegerakan itu. Adapun Ayat ke-18, cukup jelas lah ya kontrasnya di mana. Kecuali mungkin bagian gunungnya. Karena al-Qur’an berkata gunung punya kesadaran. Another twist. Mereka juga ikutan bertasbih memuji Allah. Btw, gak cuman gunung deng, petir juga. Dan yang lain-lain.

Terakhir, bagian [unexpected twist] ini, sebetulnya juga gak kalah menariknya. Gua pribadi nyebutnya twist di dalam twist. Karena akan ada banyak kontroversi seputar tafsir Ayat ke-33. Buat pemanasan sebelum Ayat ke-33, al-Qur’an memberikan twist permulaan yang dialami orang-orang yang didakwahi di Ayat ke-7. Bagi mereka, agama yang dibawa Rasulullah ini, sudah penuh twist isinya dibanding agama terakhir yang mereka ketahui. O-oh, jangan ge-er dulu, karena Ayat ke-33 justru mengandung pembelajaran twist yang jauh lebih penting untuk dipelajari jika mereka mengetahui. Gua nyebutnya sebuah twist super indah.

Perdebatan penafsiran Ayat ke-33 ini sebenernya udah terjadi sejak zaman para sahabat. Kalau gua lagi semangat, gua jadi pengen bikin pembahasan tentang Ayat ini dan bejibun kontroversi di belakangnya. Dan gua sudah memilih kubu mana gua memahami tafsir Ayat ini. Jadi, nabi Sulaiman pada suatu waktu, dia sempat terlalaikan dari mengingat Allah gara-gara keasyikan nonton kuda-kudanya yang luar biasa indah dan cepat sampai waktu Ashar abis. Dia menyesal. Dan Allah menyifati nabi Sulaiman sebagai salah satu hambanya yang terbaik dan gemar bertobat.

Kesel, terus, dia pun memerintahkan kuda-kudanya tadi untuk dibawa ke hadapan dia.

EH? Bentar, buat apa kudanya dibawa ke hadapan dia?

Ya itu, tadi kan kuda-kudanya bikin dia lupa waktu. Terus, kuda-kudanya mau diapain dong. Masak kudanya mau diapa-apain gara-gara kesalahan dirinya sendiri? Al-Qur’an, menceritakan twist di luar dugaan. Sulaiman, malah mengusap-usap kudanya kayak orang wudlu.

Weird! Tapi, gua memutuskan untuk [sami`naa wa atha`naa :: سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا], kami mendengar dan kami taat.

Ini salah satu teknik tobat yang gak terbayangkan sama sekali bagi gua sewaktu baca ini. Tapi juga luar biasa indah. Ini salah satu Ayat yang menunjukkan welas asih nabi Sulaiman yang gak terbayangkan. Seakan dia menghela nafas dan meminta maaf kepada Allah sekaligus mensyukuri apa yang telah diberikan Dia kepadanya dengan menyayangi pemberian-Nya lebih dalam. Bagaikan seorang ayah yang ketahuan mencuri uang untuk menyekolahkan anaknya. Terus sewaktu dia sadar akan kesalahan dia, dia menyesal, kemudian dia mendatangi anaknya sambil memeluknya.

Ayat ini sudah cukup sebagai twist dari serangkaian cerita nabi Sulaiman itu sendiri. Al-Qur’an selanjutnya tidak menceritakan apakah kudanya dijual atau tetep dipelihara, karena bukan itu yang pingin ditonjolkan, bukan itu yang perlu dijadikan pelajaran. Tapi bagaimana momen suasana hati nabi Sulaiman itu sendiri dan bagaimana cara dia bertobat yang begitu indah yang perlu dijadikan pelajaran. Sayangnya, keindahan cerita ini, tertutupi sama salah satu tafsir lain yang, semoga gua gak salah berstatement, di akal gua gak masuk sama sekali. Ntar gua pingin bikin tulisan detailnya kalau lagi inget dan semangat.

Ayat ini juga mengingatkan gua akan kisah Ikrimah, anaknya Abu Jahal. Doi dulu termasuk salah satu dari sembilan penjahat perang yang sempat diizinkan untuk dieksekusi di tempat sama Rasulullah. Ikrimah kabur. Kabur pas penaklukan Makkah. Sejujurnya, penaklukan Makkah pun juga diakhiri twist, Rasulullah boro-boro menghukum seluruh kota, dia malah memaafkan seluruh penduduk Makkah saat itu. Banyak yang bengong tercengang ngelihat tingkah Rasulullah, termasuk istrinya Ikrimah. Istrinya Ikrimah pun menghadap Rasulullah minta Ikrimah dijamin keamanannya. Di luar dugaan, Rasulullah menjamin Ikrimah. Buru-buru, istrinya Ikrimah njemput ngejar Ikrimah ngasih tahu berita gembira tadi. Singkat kata, mereka ketemu, Ikrimah pun juga tercenung mendengar berita tadi. Akhirnya dia menuju Rasulullah, dan kisah mengharukan pun terjadi, doi tobat. Dia pun jadi pembela Rasul sampai akhir hayat. Duh, Ikrimah. Alhamdulillah ya. Coba orang-orang jaman sekarang banyak yang meniru teladan Rasulullah, kayaknya bakal banyak drama bawang bombay di mana orang-orang jahat pada tobat minta maaf ke orang-orang yang pernah dijahati.

Sadaqallahul Adzim. Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Sekian.

Wallahualam.

Wassalamu’alaikum wr wb.

Disclaimer

Di Disclaimer ini, gua ingin berdoa semoga Allah mengampuni dosa gua kalau gua melakukan kesalahan besar dalam analisis ini. Semoga Allah memberikan petunjuk selalu kepada kita semua.

 

Advertisements

One thought on “Kajian al-Qur’an :: Saad :: Analisis Struktural (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s